Inovasi Terkini! Singapore General Hospital Tawarkan Solusi Aman Atasi Batu Ginjal

Jum'at, 13 Juni 2025 - 21:00 WIB
loading...
Inovasi Terkini! Singapore...
Batu ginjal kini menjadi masalah kesehatan yang makin sering dijumpai di Asia Tenggara, termasuk Singapura. Foto/CDC
A A A
JAKARTA - Batu ginjal kini menjadi masalah kesehatan yang makin sering dijumpai di Asia Tenggara, termasuk Singapura. Gaya hidup sedentari atau kurang aktif, pola makan yang berubah, serta iklim tropis mendorong peningkatan kasus ini.

Dalam satu dekade terakhir, data dari rumah sakit di Singapura mencatat lonjakan bertahap dalam jumlah pasien batu ginjal. Peningkatan kasus ini mencerminkan tren serupa secara global yang dipengaruhi oleh faktor gaya hidup serta lingkungan.

Consultant Department of Urology di Singapore General Hospital, Dr Lu Yadong, menjelaskan faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami batu ginjal. Di antaranya dehidrasi atau kurangnya asupan cairan, konsumsi makanan tinggi oksalat serta protein hewani dalam jumlah besar. Kelebihan berat badan (obesitas) dan riwayat batu ginjal dalam keluarga serta kondisi medis tertentu juga dapat memicu pembentukan batu ginjal.

Khusus di daerah tropis seperti Asia Tenggara, suhu panas menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat, sehingga risiko dehidrasi dan pembentukan batu ginjal menjadi lebih tinggi jika tidak diimbangi dengan minum air yang cukup setiap hari.

Penyebab batu ginjal dapat bervariasi tergantung pada usia pasien. Pada usia muda, batu ginjal umumnya berkaitan dengan pola makan yang tidak seimbang atau berlebih atau dipengaruhi faktor genetik. Gaya hidup yang kurang aktif juga bisa memperburuk risiko.

Sementara, pada pasien dewasa dan lanjut usia, penyebabnya sering kali lebih kompleks. “Perubahan metabolisme akibat penuaan, adanya penyakit kronis seperti diabetes atau tekanan darah tinggi, serta penggunaan obat-obatan tertentu dapat memicu terbentuknya batu ginjal,” jelas Dr. Lu Yadong yang memperoleh gelar M.D. dari Peking University.

Faktor usia juga memengaruhi jenis batu yang terbentuk dan risiko kekambuhan. Memahami perbedaan penyebab berdasarkan usia ini penting untuk menentukan strategi pencegahan dan pengobatan yang tepat dan efektif.

Metode Diagnosis Batu Ginjal di Singapore General Hospital (SGH)

Dr. Lu Yadong menjelaskan, untuk mendeteksi batu ginjal secara akurat, Singapore General Hospital (SGH) mengandalkan CT scan non-kontras sebagai standar utama pemeriksaan. Teknologi ini sangat efektif dalam memetakan lokasi dan ukuran batu ginjal.

Sebagai langkah awal skrining, ultrasonografi (USG) digunakan—khususnya pada pasien yang memerlukan pendekatan lebih aman seperti wanita hamil dan anak-anak. “SGH juga memanfaatkan sinar-X digital dan perangkat lunak pencitraan modern dan canggih guna memberikan gambaran visual yang lebih detail terkait ukuran dan posisi batu ginjal sehingga membantu dokter menentukan langkah penanganan yang paling sesuai,” jelas Dr. Lu Yadong yang juga aktif sebagai peneliti dan pendidik akademik.

SGH juga memiliki teknologi terbaru dalam pemetaan atau imaging batu ginjal guna memastikan deteksi batu ginjal dilakukan dengan akurat sebelum tindakan medis dilakukan. CT scan non-kontras menjadi alat pencitraan utama karena mampu menghasilkan gambar beresolusi tinggi dan membantu menentukan posisi batu dengan akurat.

Selain itu, lanjut Dr. Lu Yadong, dalam kondisi tertentu, ultrasonografi (USG) dan sinar-X (X-rays) digunakan sebagai alat tambahan untuk memperkaya evaluasi klinis. Untuk kasus-kasus tertentu, SGH juga mengandalkan CT scan dual-energy (energi ganda) yang memungkinkan dokter mengidentifikasi komposisi batu ginjal. “Teknologi-teknologi ini memungkinkan perencanaan pengobatan yang lebih tepat sasaran dan meningkatkan keberhasilan prosedur pembedahan,” paparnya.

Metode Minimally Invasive untuk Mengatasi Batu Ginjal di SGH

Dr. Lu Yadong juga mengungkapkan, SGH menyediakan berbagai teknik pengobatan batu ginjal minimal invasif, dirancang untuk mempercepat pemulihan dan mengurangi waktu rawat inap pasien. Beberapa metode utama yang digunakan antara lain Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), Ureteroskopi (fleksibel dan semi-kaku) serta Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) atau Endoscopic Combined Intrarenal Surgery (ECIRS).

SGH juga memiliki pendekatan ECIRS terlentang dan ECIRS mini, sebagai prosedur untuk penanganan batu ginjal yang besar dan kompleks. Pendekatan minimal invasif ini membantu pasien kembali beraktivitas lebih cepat, dengan risiko komplikasi yang lebih rendah dibanding prosedur bedah konvensional.

Menurut Dr. Lu Yadong, ESWL merupakan prosedur non-bedah dengan waktu pemulihan tercepat. Cocok untuk penanganan batu ginjal berukuran kecil hingga sedang. Namun, tingkat efektivitasnya cenderung lebih rendah pada batu yang berukuran besar atau keras. “Sementara, prosedur ureteroskopi memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, dengan waktu pemulihan yang moderat,” urai Dr. Lu Yadong yang terpilih sebagai Member of the Royal College of Surgeons of Edinburgh.

Kemudian, lanjut Dr. Lu Yadong, Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) menjadi pilihan utama untuk menangani batu ginjal yang besar atau kompleks. Meski memerlukan waktu pemulihan sedikit lebih lama, PCNL sangat efektif dalam membersihkan batu secara menyeluruh.

Satu metode lagi, Endoscopic Combined Intrarenal Surgery (ECIRS) merupakan teknik yang digunakan untuk kasus batu ginjal yang rumit. “Prosedur ini memberikan hasil pembersihan batu yang lebih maksimal,” ungkapnya.

Kapan Kasus Batu Ginjal Perlu Dioperasi?

Tidak semua batu ginjal memerlukan operasi. Namun, tindakan invasif umumnya direkomendasikan bila batu menimbulkan rasa nyeri, menyumbat saluran kemih, memicu infeksi, atau tidak dapat keluar secara alami meskipun telah mendapat terapi konservatif.

“Beberapa faktor penting yang menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan meliputi ukuran dan lokasi batu ginjal. “Kondisi kesehatan pasien juga menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Batu yang sering kambuh atau gangguan fungsi ginjal biasanya memerlukan penanganan bedah secara proaktif,” papar penerima sejumlah hibah penelitian, termasuk SGH Innovation Grant dan NHIC I2A Grant ini.

Dr. Lu Yadong mengungkapkan, SGH dikenal sebagai pionir regional dalam bidang endourologi, khususnya dalam pengembangan teknik-teknik canggih untuk penanganan batu ginjal. Salah satu keunggulan SGH adalah menjadi pelopor penerapan teknik PCNL tanpa tabung (tubeless PCNL) dan akses miniatur (mini-PCNL) yang menawarkan hasil optimal dengan pemulihan lebih cepat bagi pasien.

SGH juga tercatat sebagai rumah sakit dengan jumlah kasus ECIRS (Endoscopic Combined Intrarenal Surgery) tertinggi di Singapura, menjadikannya pusat rujukan untuk prosedur ini. Tak hanya itu, SGH tengah mengembangkan pendekatan PCNL berbasis robotik melalui uji klinis untuk meningkatkan akurasi dan keamanan prosedur.

“SGH aktif dalam berbagai penelitian kolaboratif yang mendorong inovasi berkelanjutan dalam pengobatan batu ginjal, menjadikan rumah sakit ini unggul dalam hal teknologi dan kualitas layanan,” jelas Dr. Lu Yadong yang fokus penelitiannya mencakup penyakit batu saluran kemih, kesehatan pria dan subfertilitas, serta bedah minimal invasif.

Cara Efektif Mencegah Batu Ginjal

Untuk menghindari terbentuknya batu ginjal, lanjutnya, minum air putih dalam jumlah cukup setiap hari adalah langkah pencegahan paling penting. Cairan yang cukup membantu melarutkan zat-zat pembentuk batu dan membuangnya melalui urine.

Selain itu, mengurangi konsumsi garam, protein hewani seperti daging merah, serta makanan tinggi oksalat dapat menurunkan risiko pembentukan batu. Pola makan seimbang sangat berperan dalam menjaga kesehatan ginjal.

Menjaga berat badan ideal serta mengelola kondisi medis yang mendasari juga penting sebagai bagian dari gaya hidup sehat untuk mencegah batu ginjal. Langkah-langkah ini dapat memberi perlindungan jangka panjang terhadap gangguan saluran kemih dan menjaga fungsi ginjal tetap optimal.

Kurangnya asupan cairan membuat urin menjadi lebih pekat, sehingga mempermudah terbentuknya kristal yang bisa berkembang menjadi batu ginjal. Risiko ini semakin besar bila disertai pola makan yang tinggi natrium (garam), gula, dan protein hewani.

Sebaliknya, kata Dr. Lu Yadong, menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik membantu mencegah pengendapan zat pembentuk batu. Mengadopsi pola makan seimbang yang kaya buah, sayur, dan rendah garam juga sangat efektif dalam mengurangi risiko kekambuhan batu ginjal.

Program Edukasi dan Pemantauan Jangka Panjang di SGH

SGH memiliki pendekatan komprehensif dalam menangani pasien batu ginjal, tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan jangka panjang. SGH menyediakan evaluasi metabolik menyeluruh, konseling gizi, serta rencana tindak lanjut yang disesuaikan dengan kondisi pasien.

Bagi mereka yang memiliki risiko kekambuhan tinggi, SGH menawarkan program pemantauan berkala untuk mendeteksi dini kemungkinan terbentuknya batu baru. “Edukasi tentang perubahan gaya hidup—seperti pola makan sehat dan kebiasaan minum air yang cukup—penting dalam mendukung keberhasilan pengelolaan penyakit secara berkelanjutan,” papar Dr Lu Yadong yang menerbitkan berbagai artikel ilmiah di jurnal terkemuka dan menyelesaikan Diploma Profesional dalam Smart Health Leadership di National University of Singapore.

SGH Tangani Pasien Batu Ginjal dari Indonesia

SGH secara rutin menerima pasien batu ginjal dari berbagai negara, termasuk banyak pasien dari Indonesia dan negara tetangga lainnya. Reputasi SGH dalam menangani kasus urologi dengan teknik bedah minimal invasif menjadikannya pusat rujukan regional bagi mereka yang membutuhkan perawatan medis lanjutan dan berkualitas tinggi.

Didukung oleh tim spesialis berpengalaman dan teknologi terkini, SGH menawarkan layanan medis yang aman, efektif, dan nyaman bagi pasien internasional. Pendekatan yang komprehensif mulai dari diagnosis hingga pemulihan menjadikan SGH pilihan utama bagi banyak pasien dari luar negeri yang ingin mendapatkan hasil terbaik dalam penanganan batu ginjal.

Bagi pasien dari luar negeri yang ingin menjalani tindakan urologi atau pengobatan batu ginjal di SGH, prosesnya sangat mudah dan terkoordinasi dengan baik. “SGH menyediakan layanan Patient Liaison Service (PLS) yang siap membantu setiap langkah perjalanan medis Anda,” kata Dr. Lu Yadong yang juga dikenal sebagai pribadi yang rendah hati, tulus, dan penuh empati.

Prosesnya dimulai dengan konsultasi awal dan peninjauan rekam medis, yang bisa dilakukan sebelum keberangkatan ke Singapura. Setelah itu, tim PLS akan membantu penjadwalan janji temu dengan dokter spesialis. “PLS akan mengoordinasikan selama perawatan pasien hingga masa pemulihan selesai,” ungkap Dr. Lu Yadong yang menerima berbagai penghargaan atas dedikasinya dalam pelayanan klinis.

Dengan sistem yang terintegrasi dan responsif, SGH memastikan pasien internasional mendapatkan perawatan yang cepat, aman, dan berkualitas. Untuk informasi lebih lanjut dan panduan lengkap, silakan kunjungi laman resmi SGH di www.sgh.com.sg/PLS .Untuk info seputar batu ginjal: Kidney Stones – Conditions & Treatments.

Nikmati hidup bebas batu ginjal dengan perawatan terbaik dan teknologi terkini di SGH — langkah sehat Anda dimulai di sini!
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
7 Manfaat Konsumsi Lemon...
7 Manfaat Konsumsi Lemon Hangat di Pagi Hari, Bisa Turunkan Risiko Kena Batu Ginjal
4 Tahun Ditunda, Rigen...
4 Tahun Ditunda, Rigen Akhirnya Angkat Batu Ginjal Lewat Operasi Robot
Direkomendasikan Para...
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Rena Pro Tangani Batu Ginjal
10 Ciri-ciri Sakit Punggung...
10 Ciri-ciri Sakit Punggung yang Menjadi Gejala Batu Ginjal
Batu Ginjal Tak Sama...
Batu Ginjal Tak Sama pada Pria dan Perempuan, Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai
4 Perbedaan Nyeri Batu...
4 Perbedaan Nyeri Batu Ginjal dan Punggung Biasa, Jangan Salah Kira!
Apakah Warna Urine yang...
Apakah Warna Urine yang Pekat Merupakan Tanda Batu Ginjal?
Jangan Anggap Sepele,...
Jangan Anggap Sepele, Ini 4 Penyebab Sakit saat Buang Air Kecil
Hati-hati! Ini Bahaya...
Hati-hati! Ini Bahaya Konsumsi Jengkol, Bisa Merusak Ginjal
Rekomendasi
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Tegaskan Komitmen Tata Kelola Guna Jaga Kepercayaan Nasabah
Berita Terkini
Kasus Hanania Travel:...
Kasus Hanania Travel: 16 Influencer Diperiksa, Rp110 Juta Uang Saku Disita Polisi
Meidra Idol Ternyata...
Meidra Idol Ternyata Tomboy dan Belum Pernah Pacaran
Bukan Cuma Jago Nyanyi,...
Bukan Cuma Jago Nyanyi, Meidra Idol Ternyata Pernah Terjun ke Dunia Kapal Tanker
Rayakan 70 Juta Streaming...
Rayakan 70 Juta Streaming Masa Ini, Nanti, dan Masa Indah Lainnya, Nuca Adakan 'LAGI Sama Nuca
Rekomendasi Judul Microdrama...
Rekomendasi Judul Microdrama China di V+Short, Ceritanya Singkat tapi Bikin Nagih
Raisa Diduga Jalan Bareng...
Raisa Diduga Jalan Bareng Chef Asal Prancis di Tokyo, Netizen Bahas Finansial sang Pria
Infografis
Atasi Banjir Jakarta,...
Atasi Banjir Jakarta, Pramono Instruksikan Normalisasi Tiga Sungai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved