Kesan Monica Kezia setelah Ikut Miss World 2025 di India: Satu Bulan yang Sangat Berkesan
Jum'at, 20 Juni 2025 - 15:18 WIB
loading...
Miss Indonesia 2024 Monica Kezia Sembiring membagikan kesan mendalam usai mewakili Indonesia di ajang Miss World 2025 yang digelar di India beberapa waktu lalu. Foto/Aldhi Chandra Setiawan
A
A
A
JAKARTA - Miss Indonesia 2024 Monica Kezia Sembiring membagikan kesan mendalam usai mewakili Indonesia di ajang Miss World 2025 yang digelar di India beberapa waktu lalu. Menghabiskan satu bulan penuh bersama ratusan finalis dari berbagai negara, Monica mengaku pengalaman itu menjadi momen yang tak terlupakan dalam hidupnya.
Bagi Monica, pengalamannya di Miss World 2025 lebih dari sekadar kompetisi. Menurutnya, itu adalah perjalanan batin yang membentuknya sebagai pribadi baru.
“Satu bulan yang sangat berkesan. Pelajaran penting dari Miss World kemarin adalah cara kita menghormati dan menghargai kultur orang lain," kata Monica dalam wawancara eksklusif bersama SindoNews di iNews Tower, Jakarta Pusat, Jumat (20/6/2025).
Ajang Miss World sendiri bukan hanya tentang kecantikan fisik dan penampilan di atas panggung. Lebih dari itu, menurut Monica, ini adalah panggung pembelajaran tentang kemanusiaan dalam keberagaman. Bertemu dengan 108 finalis dari seluruh penjuru dunia membuat Monica sadar bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu.
Baca Juga: Monica Kezia Menang BWAP Miss World 2025: Penghargaan Ini hanya Bonus
![Kesan Monica Kezia setelah Ikut Miss World 2025 di India: Satu Bulan yang Sangat Berkesan]()
Foto/Aldhi Chandra Setiawan
“Kami semua punya latar belakang yang berbeda. Kebiasaan yang berbeda. Bahkan bahasanya pun berbeda-beda. Tapi dalam keperbedaan itu, kami cari cara untuk tetap berkomunikasi, tetap berteman, dan mengapresiasi kelebihan satu sama lain,” jelasnya.
Kebersamaan yang terjalin, meski singkat, terasa tulus. Dari ruang latihan, makan bersama, hingga sesi sharing di malam hari, Monica belajar bagaimana manusia bisa bersatu jika ada niat untuk memahami, bukan menghakimi.
India sebagai tuan rumah juga memberikan kesan mendalam bagi Monica. Ia merasa terhubung secara kultural dengan negara di Asia Selatan tersebut, meskipun tetap menemukan banyak perbedaan yang memperkaya perspektifnya.
"Budaya India ternyata tidak terlalu jauh dari Indonesia. Mungkin karena kita sama-sama di Benua Asia. Dari warna pakaian, tarian, bahkan makanan yang kaya rempah, ada banyak kemiripan. Tapi tentu tetap ada perbedaannya, seperti logat dan cara bicara," ujarnya.
Baca Juga: Monica Kezia Tiba di Tanah Air, Bangga Wakili Indonesia di Miss World 2025
Namun bagi Monica, justru dalam perbedaan itulah letak keindahannya. Ia mengaku sangat menikmati interaksi dengan warga lokal, cerita-cerita dari para sahabat kontestan, dan atmosfer kota yang penuh warna.
"Saya sangat menikmati waktu-waktu saya di India. Ini bukan hanya soal kompetisi, tapi juga soal pengalaman hidup. Saya pulang dengan hati yang penuh dan jiwa yang diperkaya," ungkapnya.
Di balik kesan personal yang begitu mendalam, Monica juga membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi bangsa. Dalam ajang Miss World 2025, ia meraih dua penghargaan bergengsi sekaligus:
1. Pemenang Talent Competition, berkat penampilannya memainkan piano dengan penuh penghayatan.
2. Pemenang Beauty with a Purpose (BWAP) Asia-Oseania, berkat proyek kemanusiaannya yang berdampak nyata.
Baca Juga: Monica Kezia Antar Indonesia Menang Beauty With A Purpose Miss World 2025
Miss World menyebut permainan piano Monica sebagai salah satu penampilan paling menyentuh di babak talent tahun ini. Ia langsung melaju ke Top 10 kategori Asia-Oseania, dan akhirnya memenangkan kompetisi.
“Penampilan piano Monica yang memukau membuatnya dengan cepat masuk ke dalam Top 10 grup kontinentalnya, Asia dan Oseania, satu langkah lebih dekat ke mahkota Miss World!” tulis pernyataan resmi Miss World.
Sementara itu, penghargaan BWAP tidak datang begitu saja. Monica memenangkan penghargaan prestisius ini lewat proyek sosial Pipeline for Lifeline, sebuah inisiatif membangun akses air bersih sepanjang tiga kilometer di Kampung Ciseke, Desa Padarincang, Kabupaten Serang, Banten. Proyek ini berhasil menyediakan air bersih bagi ratusan warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Infrastruktur tersebut telah selesai dan resmi digunakan sejak 16 Februari 2025. Tak heran jika Monica berhasil menembus Top 40 Miss World melalui jalur fast track BWAP.
“Saya ingin memperlihatkan bahwa menjadi Miss Indonesia bukan hanya soal berjalan anggun di atas panggung, tapi juga membawa perubahan nyata di tengah masyarakat,” tuturnya.
Dengan segala prestasi, dedikasi, dan kepekaan sosialnya, Monica Kezia Sembiring bukan hanya sukses mewakili Indonesia di ajang internasional, tapi juga memberi inspirasi baru, bahwa kecantikan yang sejati adalah kecantikan yang memberi.
Bagi Monica, pengalamannya di Miss World 2025 lebih dari sekadar kompetisi. Menurutnya, itu adalah perjalanan batin yang membentuknya sebagai pribadi baru.
“Satu bulan yang sangat berkesan. Pelajaran penting dari Miss World kemarin adalah cara kita menghormati dan menghargai kultur orang lain," kata Monica dalam wawancara eksklusif bersama SindoNews di iNews Tower, Jakarta Pusat, Jumat (20/6/2025).
Ajang Miss World sendiri bukan hanya tentang kecantikan fisik dan penampilan di atas panggung. Lebih dari itu, menurut Monica, ini adalah panggung pembelajaran tentang kemanusiaan dalam keberagaman. Bertemu dengan 108 finalis dari seluruh penjuru dunia membuat Monica sadar bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu.
Baca Juga: Monica Kezia Menang BWAP Miss World 2025: Penghargaan Ini hanya Bonus

Foto/Aldhi Chandra Setiawan
“Kami semua punya latar belakang yang berbeda. Kebiasaan yang berbeda. Bahkan bahasanya pun berbeda-beda. Tapi dalam keperbedaan itu, kami cari cara untuk tetap berkomunikasi, tetap berteman, dan mengapresiasi kelebihan satu sama lain,” jelasnya.
Kebersamaan yang terjalin, meski singkat, terasa tulus. Dari ruang latihan, makan bersama, hingga sesi sharing di malam hari, Monica belajar bagaimana manusia bisa bersatu jika ada niat untuk memahami, bukan menghakimi.
India: Dekat tapi Tetap Unik
India sebagai tuan rumah juga memberikan kesan mendalam bagi Monica. Ia merasa terhubung secara kultural dengan negara di Asia Selatan tersebut, meskipun tetap menemukan banyak perbedaan yang memperkaya perspektifnya.
"Budaya India ternyata tidak terlalu jauh dari Indonesia. Mungkin karena kita sama-sama di Benua Asia. Dari warna pakaian, tarian, bahkan makanan yang kaya rempah, ada banyak kemiripan. Tapi tentu tetap ada perbedaannya, seperti logat dan cara bicara," ujarnya.
Baca Juga: Monica Kezia Tiba di Tanah Air, Bangga Wakili Indonesia di Miss World 2025
Namun bagi Monica, justru dalam perbedaan itulah letak keindahannya. Ia mengaku sangat menikmati interaksi dengan warga lokal, cerita-cerita dari para sahabat kontestan, dan atmosfer kota yang penuh warna.
"Saya sangat menikmati waktu-waktu saya di India. Ini bukan hanya soal kompetisi, tapi juga soal pengalaman hidup. Saya pulang dengan hati yang penuh dan jiwa yang diperkaya," ungkapnya.
Membanggakan Indonesia di Panggung Dunia
Di balik kesan personal yang begitu mendalam, Monica juga membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi bangsa. Dalam ajang Miss World 2025, ia meraih dua penghargaan bergengsi sekaligus:
1. Pemenang Talent Competition, berkat penampilannya memainkan piano dengan penuh penghayatan.
2. Pemenang Beauty with a Purpose (BWAP) Asia-Oseania, berkat proyek kemanusiaannya yang berdampak nyata.
Baca Juga: Monica Kezia Antar Indonesia Menang Beauty With A Purpose Miss World 2025
Miss World menyebut permainan piano Monica sebagai salah satu penampilan paling menyentuh di babak talent tahun ini. Ia langsung melaju ke Top 10 kategori Asia-Oseania, dan akhirnya memenangkan kompetisi.
“Penampilan piano Monica yang memukau membuatnya dengan cepat masuk ke dalam Top 10 grup kontinentalnya, Asia dan Oseania, satu langkah lebih dekat ke mahkota Miss World!” tulis pernyataan resmi Miss World.
Sementara itu, penghargaan BWAP tidak datang begitu saja. Monica memenangkan penghargaan prestisius ini lewat proyek sosial Pipeline for Lifeline, sebuah inisiatif membangun akses air bersih sepanjang tiga kilometer di Kampung Ciseke, Desa Padarincang, Kabupaten Serang, Banten. Proyek ini berhasil menyediakan air bersih bagi ratusan warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Infrastruktur tersebut telah selesai dan resmi digunakan sejak 16 Februari 2025. Tak heran jika Monica berhasil menembus Top 40 Miss World melalui jalur fast track BWAP.
“Saya ingin memperlihatkan bahwa menjadi Miss Indonesia bukan hanya soal berjalan anggun di atas panggung, tapi juga membawa perubahan nyata di tengah masyarakat,” tuturnya.
Dengan segala prestasi, dedikasi, dan kepekaan sosialnya, Monica Kezia Sembiring bukan hanya sukses mewakili Indonesia di ajang internasional, tapi juga memberi inspirasi baru, bahwa kecantikan yang sejati adalah kecantikan yang memberi.
(dra)
Lihat Juga :