Jejak Rasa Autentik Steak Ninja Gyu di Jaksel: Lumer, Liar, Legendaris!
Sabtu, 21 Juni 2025 - 10:00 WIB
loading...
Dagingnya nyaris meleleh di lidah. Seratnya lembut dan padat, dibalut marbling halus yang gurih alami. Diolah tanpa saus, tanpa garam, hanya daging panggang. Foto/Armydian Kurniawan
A
A
A
JAKARTA - Dagingnya nyaris meleleh di lidah. Seratnya lembut dan padat, dibalut marbling halus yang gurih alami. Diolah tanpa saus, tanpa garam, hanya daging panggang dengan aroma asap tipis nan memikat.
Inilah Ninja Gyu Ribeye 330gr, sajian eksklusif yang tidak hanya memanjakan indera, tapi juga membisikkan kisah ratusan tahun lalu dari gunung-gunung sunyi di Jepang wilayah para ninja ditempa.
Menu legendaris ini bisa ditemukan di Ironwood Steak & Grill, restoran premium di lantai 3 Topgolf Jakarta Selatan, yang mengusung konsep “Steakhouse with vibrant soul of Asian Cuisine.”
Ninja Gyu berasal dari Iga, kota kecil di Prefektur Mie, Jepang, tempat kelahiran para ninja. Di sanalah sapi-sapi khusus dibesarkan dengan penuh ketelatenan, menghasilkan daging istimewa yang dulu dijadikan bekal mengembara para pendekar bayangan dalam bentuk dendeng atau beef jerky.
Baca Juga: Sajian Rasa dari Makau: Surga Kuliner Asia di Kota Warisan UNESCO
![Jejak Rasa Autentik Steak Ninja Gyu di Jaksel: Lumer, Liar, Legendaris!]()
Foto/Armydian Kurniawan
Iga Gyu, nama asli daging ini, adalah salah satu jenis wagyu paling langka di dunia. Hanya sekitar 1.300 ekor sapi betina bersertifikat yang diproduksi setiap tahun, dan 80 persen langsung dibeli restoran lokal Jepang sebelum disembelih.
Saat ekspor perdananya dilakukan ke AS pada 2014, hanya 400 kilogram yang dilepas. Maka bisa mencicipinya di Jakarta adalah pengalaman langka yang tak boleh dilewatkan.
Executive Chef Ironwood Chef Denny Boy Gunawan, menyajikan Ninja Gyu dengan pendekatan “less is more.” “Kita biarkan rasa asli dagingnya berbicara. Baru setelah itu, disajikan garam, lada, dan miso sebagai pelengkap di sisi piring,” jelasnya.
Satu porsi datang bersama nasi Jepang, sup miso, kimchi, dan selada segar. Cara menikmatinya pun khas: gulung daging dalam daun selada, tambahkan nasi dan saus, lalu santap sekaligus.
Baca Juga: Kuliner Prancis Berbalut Rasa Tropis, Ini Kiprah Restoran Bali Tembus Pasar Asia
Tekstur dagingnya menciptakan sensasi unik, ringan tapi mendalam, lembut namun penuh karakter. Setiap gigitan membawa nuansa liar khas pegunungan Iga, sejuk, hening, dan penuh kekuatan.
“Ini bukan daging yang bisa dinikmati setiap hari, tapi sekali mencoba, kita langsung tahu bahwa ini daging bersejarah,” kata Chef Denny yang telah dua dekade lebih mengarungi dunia kuliner bintang lima.
Selain Ninja Gyu, restoran ini juga menghadirkan Hanwoo Striploin, Kagoshima Tenderloin, dan aneka menu Asia modern lain seperti Prawn Tzatziki, Spring Chicken dengan pumpkin risotto, hingga Gyu Katsu dengan wasabi bulldog sauce.
Saus pendamping seperti Miso Garlic Cream dan Black Pepper Dark Chocolate Scallion semakin menegaskan keberanian rasa yang jadi identitas restoran ini. Dengan kapasitas 124 kursi dan atmosfer urban Asia yang ekspresif, Ironwood menjadi perpanjangan gaya hidup Topgolf Jakarta yang dinamis.
Baca Juga: Arab Saudi Luncurkan Tourise, Platform Global Transformasi Pariwisata
“Setiap elemen kami kurasi untuk menciptakan pengalaman yang tak hanya soal makanan, tapi juga suasana dan gaya hidup,” ujar Direktur Operasional Topgolf Jakarta Francis Dehnhardt.
Maka tak berlebihan jika Ninja Gyu di Ironwood bukan hanya steak, tapi karya rasa yang wajib diburu.
Inilah Ninja Gyu Ribeye 330gr, sajian eksklusif yang tidak hanya memanjakan indera, tapi juga membisikkan kisah ratusan tahun lalu dari gunung-gunung sunyi di Jepang wilayah para ninja ditempa.
Menu legendaris ini bisa ditemukan di Ironwood Steak & Grill, restoran premium di lantai 3 Topgolf Jakarta Selatan, yang mengusung konsep “Steakhouse with vibrant soul of Asian Cuisine.”
Ninja Gyu berasal dari Iga, kota kecil di Prefektur Mie, Jepang, tempat kelahiran para ninja. Di sanalah sapi-sapi khusus dibesarkan dengan penuh ketelatenan, menghasilkan daging istimewa yang dulu dijadikan bekal mengembara para pendekar bayangan dalam bentuk dendeng atau beef jerky.
Baca Juga: Sajian Rasa dari Makau: Surga Kuliner Asia di Kota Warisan UNESCO

Foto/Armydian Kurniawan
Iga Gyu, nama asli daging ini, adalah salah satu jenis wagyu paling langka di dunia. Hanya sekitar 1.300 ekor sapi betina bersertifikat yang diproduksi setiap tahun, dan 80 persen langsung dibeli restoran lokal Jepang sebelum disembelih.
Saat ekspor perdananya dilakukan ke AS pada 2014, hanya 400 kilogram yang dilepas. Maka bisa mencicipinya di Jakarta adalah pengalaman langka yang tak boleh dilewatkan.
Executive Chef Ironwood Chef Denny Boy Gunawan, menyajikan Ninja Gyu dengan pendekatan “less is more.” “Kita biarkan rasa asli dagingnya berbicara. Baru setelah itu, disajikan garam, lada, dan miso sebagai pelengkap di sisi piring,” jelasnya.
Satu porsi datang bersama nasi Jepang, sup miso, kimchi, dan selada segar. Cara menikmatinya pun khas: gulung daging dalam daun selada, tambahkan nasi dan saus, lalu santap sekaligus.
Baca Juga: Kuliner Prancis Berbalut Rasa Tropis, Ini Kiprah Restoran Bali Tembus Pasar Asia
Tekstur dagingnya menciptakan sensasi unik, ringan tapi mendalam, lembut namun penuh karakter. Setiap gigitan membawa nuansa liar khas pegunungan Iga, sejuk, hening, dan penuh kekuatan.
“Ini bukan daging yang bisa dinikmati setiap hari, tapi sekali mencoba, kita langsung tahu bahwa ini daging bersejarah,” kata Chef Denny yang telah dua dekade lebih mengarungi dunia kuliner bintang lima.
Selain Ninja Gyu, restoran ini juga menghadirkan Hanwoo Striploin, Kagoshima Tenderloin, dan aneka menu Asia modern lain seperti Prawn Tzatziki, Spring Chicken dengan pumpkin risotto, hingga Gyu Katsu dengan wasabi bulldog sauce.
Saus pendamping seperti Miso Garlic Cream dan Black Pepper Dark Chocolate Scallion semakin menegaskan keberanian rasa yang jadi identitas restoran ini. Dengan kapasitas 124 kursi dan atmosfer urban Asia yang ekspresif, Ironwood menjadi perpanjangan gaya hidup Topgolf Jakarta yang dinamis.
Baca Juga: Arab Saudi Luncurkan Tourise, Platform Global Transformasi Pariwisata
“Setiap elemen kami kurasi untuk menciptakan pengalaman yang tak hanya soal makanan, tapi juga suasana dan gaya hidup,” ujar Direktur Operasional Topgolf Jakarta Francis Dehnhardt.
Maka tak berlebihan jika Ninja Gyu di Ironwood bukan hanya steak, tapi karya rasa yang wajib diburu.
(dra)
Lihat Juga :