Science and Art 8.0 Pamerkan Lukisan Tokoh Ilmuwan Indonesia dan Dunia
Kamis, 26 Juni 2025 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Luthfi, sejarah selama ini berfokus pada sejarah perang. Sekarang saatnya untuk mulai memasukkan sejarah tentang riset, sains, dan teknologi.
“Penulisan sejarah tidak cukup hanya dilakukan oleh sejarawan, tetapi perlu kontribusi dari ahli dalam bidang ilmu masing-masing, sehingga ada pemahaman antara sejarawan dengan ilmuwan dalam intermediary process,” imbuh Luthfi.
Para ilmuwan yang terpilih adalah para pemikir, inovator, dan penemu yang telah memberikan kontribusi luar biasa pada ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi. Melalui SciArt 8.0 yang menggelar belasan lukisan potret dan narasi visual, masyarakat diajak untuk mengenali bahwa kepahlawanan juga bisa lahir dari ruang laboratorium, ruang kelas, dan gagasan.
Menurut Yudi Darma, bangsa yang besar adalah bangsa yang memahami dan meneruskan semangat para pemikirnya. Direktur Yudi mendorong masyarakat untuk merawat pemahaman bahwa ilmu pengetahuan dan seni dapat berjalan beriringan sebagai suatu kebudayaan yang mendorong kemajuan bangsa.
“Semoga pameran ini menjadi ruang apresiasi terhadap karya seni dan pemikiran ilmuwan, menjadi titik temu antargenerasi, disiplin ilmu, dan masa lalu dengan masa depan. Dari sini, kami berharap tumbuh rasa ingin tahu dan kolaborasi-kolaborasi baru,” pungkas Direktur Yudi.
“Penulisan sejarah tidak cukup hanya dilakukan oleh sejarawan, tetapi perlu kontribusi dari ahli dalam bidang ilmu masing-masing, sehingga ada pemahaman antara sejarawan dengan ilmuwan dalam intermediary process,” imbuh Luthfi.
Para ilmuwan yang terpilih adalah para pemikir, inovator, dan penemu yang telah memberikan kontribusi luar biasa pada ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi. Melalui SciArt 8.0 yang menggelar belasan lukisan potret dan narasi visual, masyarakat diajak untuk mengenali bahwa kepahlawanan juga bisa lahir dari ruang laboratorium, ruang kelas, dan gagasan.
Menurut Yudi Darma, bangsa yang besar adalah bangsa yang memahami dan meneruskan semangat para pemikirnya. Direktur Yudi mendorong masyarakat untuk merawat pemahaman bahwa ilmu pengetahuan dan seni dapat berjalan beriringan sebagai suatu kebudayaan yang mendorong kemajuan bangsa.
“Semoga pameran ini menjadi ruang apresiasi terhadap karya seni dan pemikiran ilmuwan, menjadi titik temu antargenerasi, disiplin ilmu, dan masa lalu dengan masa depan. Dari sini, kami berharap tumbuh rasa ingin tahu dan kolaborasi-kolaborasi baru,” pungkas Direktur Yudi.
(nnz)
Lihat Juga :