Kanye West Dilarang Masuk Australia Imbas Lagu Kontroversial Heil Hitler

Kamis, 03 Juli 2025 - 21:00 WIB
loading...
Kanye West Dilarang...
Rapper dan produser asal Amerika Serikat, Kanye West, yang kini dikenal secara legal sebagai Ye, dilarang memasuki Australia setelah merilis lagu Heil Hitler. Foto/People
A A A
SYDNEY - Rapper dan produser asal Amerika Serikat, Kanye West , yang kini dikenal secara legal sebagai Ye, telah dilarang memasuki Australia setelah merilis lagu bertajuk Heil Hitler. Lagu tersebut menuai kecaman luas secara global.

Heil Hitler yang dirilis secara independen pada Mei 2025, merujuk secara langsung pada pemimpin Nazi Adolf Hitler dan dinilai menyebarkan pesan kebencian. Akibatnya, lagu anyar Kanye West ini telah diblokir dari berbagai platform digital besar seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube.

Dilansir dari The Guardian, Kamis (3/7/2025), Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke, mengonfirmasi bahwa pemerintah telah mencabut visa West. Langkah ini menyusul evaluasi ulang oleh jajarannya setelah lagu tersebut dipublikasikan.

“Ini adalah visa yang sebelumnya sah, tapi setelah lagu itu dirilis, pejabat saya meninjaunya kembali dan membatalkannya,” kata Burke.

Baca Juga: Lagu Heil Hitler dari Kanye West Tuai Amarah Dunia, Kenapa?

Kanye West Dilarang Masuk Australia Imbas Lagu Kontroversial Heil Hitler

Foto/People

Pernyataan ini disampaikan Burke secara tidak langsung saat ia sedang membahas pembatalan visa terhadap tokoh lain yang dianggap menyebarkan ujaran kebencian Islamofobik.

Ia menegaskan bahwa siapa pun yang mempromosikan kebencian, baik itu anti-Islam maupun anti-Yahudi (anti-Semitisme), tidak seharusnya diizinkan masuk ke Australia.

“Sebagian besar pembatalan visa dilakukan untuk mencegah mereka yang hendak menyampaikan pidato publik yang bersifat memecah belah. Tapi dalam kasus Kanye West, meskipun bukan untuk pidato, lagu yang dirilisnya mengandung pesan berbahaya,” jelasnya.

Mantan suami Kim Kardashian ini diketahui memiliki hubungan pribadi dengan Australia. Istrinya, Bianca Censori, berasal dari Melbourne, dan ia telah beberapa kali mengunjungi Australia dalam beberapa tahun terakhir. Namun koneksi keluarga tersebut tak cukup untuk mencegah tindakan hukum.

Baca Juga: Rumah Tangga Kanye West dan Bianca Censori Dikabarkan Retak, di Ambang Perceraian

Menanggapi kemungkinan musisi 48 tahun itu kembali mengajukan visa untuk tur atau kegiatan lain di masa depan, Burke menyebut bahwa permohonan visa akan selalu dievaluasi ulang sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Saya pikir, yang tidak berkelanjutan adalah kita sengaja mengimpor kebencian," ujarnya.

Sementara itu, Departemen Dalam Negeri Australia enggan memberikan komentar spesifik terkait kasus individu. Namun menegaskan bahwa setiap warga asing harus memenuhi syarat karakter sesuai dengan Undang-Undang Migrasi.

Jika seseorang dianggap berpotensi menimbulkan ancaman atau kekhawatiran bagi masyarakat, visa mereka dapat ditolak atau dibatalkan kapan saja.

Baca Juga: Kanye West Kecanduan Gas Tertawa hingga Sulit Mengingat Nama Orang

“Pemerintah Australia akan terus mengambil langkah tegas terhadap siapa pun yang dianggap membawa risiko bagi keamanan masyarakat. Termasuk melalui pembatalan atau penolakan visa,” bunyi pernyataan resmi mereka.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trauma Jadi Korban KDRT,...
Trauma Jadi Korban KDRT, Tami Tinggalkan Rumah dan Cari Tempat Tinggal Baru
Sandy Tumiwa Unggah...
Sandy Tumiwa Unggah Foto Bareng Tessa Kaunang, Captionnya Bikin Hebol Lagi
Daveigh Chase, Pemeran...
Daveigh Chase, Pemeran 'The Ring' dan Pengisi Suara 'Lilo & Stitch' Meninggal Dunia
Main Sinetron Stripping,...
Main Sinetron Stripping, Gisel Sempet Galau Pikirkan Gempi
Cornelio Sunny Ungkap...
Cornelio Sunny Ungkap Alasan Somasi Keluarga Ratu Sofya, Singgung Pelanggaran Privasi
Trauma Kematian Anak,...
Trauma Kematian Anak, Tamara Tyasmara Tutup Hati untuk Pacar Baru: Sekarang Harus Selektif!
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Rekomendasi
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Berita Terkini
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
Dari Dunia Korporat...
Dari Dunia Korporat ke Industri Hiburan, Ryan Goutama Temukan Passion di Depan Kamera
Perkenalkan Budaya Aceh,...
Perkenalkan Budaya Aceh, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Tampil dengan Tari Ratoh Jaroe
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Cari 38 Finalis Terbaik, Audisi Terakhir Digelar di Jakarta
Kabar Duka, Icuk Nugroho...
Kabar Duka, Icuk Nugroho Pemeran Saep di Preman Pensiun Meninggal Dunia
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved