Brasil Rilis Hasil Autopsi Juliana Marins, Konsisten dengan Temuan di Indonesia
Jum'at, 11 Juli 2025 - 19:20 WIB
loading...
A
A
A
Dalam periode tersebut, tubuh Juliana diduga memasuki fase “agonal”, yakni kondisi kritis antara trauma parah dan kematian, yang ditandai dengan rasa sakit hebat dan penurunan fungsi organ vital secara cepat. Pada saat itu, korban tidak dalam kondisi untuk bisa bergerak atau merespons dengan sadar.
Dilansir dari Oglobo, Jumat (11/7/2025), sama seperti laporan medis yang dilakukan sebelumnya oleh tim forensik di Indonesia, pemeriksaan lanjutan ini juga tidak mampu menentukan secara pasti tanggal maupun waktu kematian Juliana.
Keluarga wanita 26 tahun tersebut pun kembali menyuarakan kekecewaannya terhadap penanganan di lapangan. Terutama keterlambatan proses evakuasi yang dinilai terlalu lama.
Baca Juga: Dokter Pastikan Juliana Marins Meninggal Bukan karena Kelaparan
Juliana Marins dilaporkan terjatuh dari tebing saat mendaki Gunung Rinjani pada 21 Juni 2025. Meski sempat bertahan hidup setelah insiden tersebut, bantuan medis baru datang hampir empat hari kemudian.
Dilansir dari Oglobo, Jumat (11/7/2025), sama seperti laporan medis yang dilakukan sebelumnya oleh tim forensik di Indonesia, pemeriksaan lanjutan ini juga tidak mampu menentukan secara pasti tanggal maupun waktu kematian Juliana.
Keluarga wanita 26 tahun tersebut pun kembali menyuarakan kekecewaannya terhadap penanganan di lapangan. Terutama keterlambatan proses evakuasi yang dinilai terlalu lama.
Baca Juga: Dokter Pastikan Juliana Marins Meninggal Bukan karena Kelaparan
Juliana Marins dilaporkan terjatuh dari tebing saat mendaki Gunung Rinjani pada 21 Juni 2025. Meski sempat bertahan hidup setelah insiden tersebut, bantuan medis baru datang hampir empat hari kemudian.
Lihat Juga :