Bahaya Filter Berlebihan di TikTok, Remaja Terancam Krisis Percaya Diri
Senin, 14 Juli 2025 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
Karena media sosial tidak mungkin dihapus dari kehidupan remaja masa kini, penting bagi keluarga untuk ikut berperan aktif membangun kesadaran digital. Membuka ruang diskusi tentang dampak konten berfilter dan mengajarkan keseimbangan antara menikmati media sosial dan merawat kesehatan mental bisa menjadi langkah awal.
Menjawab fenomena tersebut, sebuah kampanye berjudul “Skin Goals VS Skin Reality” viral di TikTok dan berhasil mencuri perhatian publik. Kampanye ini diinisiasi oleh akun resmi Jglow, mengajak perempuan untuk berani tampil tanpa filter dan menceritakan kondisi kulit mereka apa adanya.
Lewat narasi personal, para kreator menunjukkan perjalanan self-love melalui perawatan kulit konsisten, bukan kesempurnaan instan.
Video kampanye ini memuat kolaborasi para Key Opinion Leader yang membandingkan ekspektasi masyarakat soal kulit mulus dengan realita sehari-hari. Konsep social experiment yang dibangun menuai respons luas dari pengguna TikTok.
“Kulitku nggak selalu flawless, dan itu normal. Yang penting aku nyaman sama diri sendiri, dan tahu cara ngerawat kulitku dengan benar,” kata Nadine Velysia, salah satu kreator yang terlibat.
Menjawab fenomena tersebut, sebuah kampanye berjudul “Skin Goals VS Skin Reality” viral di TikTok dan berhasil mencuri perhatian publik. Kampanye ini diinisiasi oleh akun resmi Jglow, mengajak perempuan untuk berani tampil tanpa filter dan menceritakan kondisi kulit mereka apa adanya.
Lewat narasi personal, para kreator menunjukkan perjalanan self-love melalui perawatan kulit konsisten, bukan kesempurnaan instan.
Video kampanye ini memuat kolaborasi para Key Opinion Leader yang membandingkan ekspektasi masyarakat soal kulit mulus dengan realita sehari-hari. Konsep social experiment yang dibangun menuai respons luas dari pengguna TikTok.
“Kulitku nggak selalu flawless, dan itu normal. Yang penting aku nyaman sama diri sendiri, dan tahu cara ngerawat kulitku dengan benar,” kata Nadine Velysia, salah satu kreator yang terlibat.
Lihat Juga :