Perkumpulan Ortopedi Indonesia Gelar Pertemuan Kolaborasi Akbar di Jakarta
Jum'at, 18 Juli 2025 - 21:14 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Sejarah baru terukir di dunia ortopedi nasional dengan dibukanya Orthopaedic Concurrent Meeting (OCM) 2025 pada Rabu (16/7) di Hotel Shangri-La, Jakarta. Acara yang berlangsung hingga 19 Juli ini menjadi forum perdana yang menyatukan tiga asosiasi besar di bidang ortopedi: Indonesian Orthopaedic Spine Surgeon Association (IOSSA), Indonesian Orthopaedic Trauma Society (IOTS), dan Indonesian Orthopaedic Pain Intervention Society (IOPIS).
Dengan mengusung tema "Transforming Deformities: Collaborative Strategies for Better Outcomes", OCM 2025 fokus pada pendekatan kolaboratif untuk mengatasi berbagai tantangan terkait deformitas tulang dan sendi, penanganan trauma, serta intervensi nyeri. Tujuannya tak lain adalah meningkatkan hasil klinis dan kualitas hidup pasien.
Pertemuan berskala internasional ini menjadi ajang berkumpulnya para ahli ortopedi, bedah tulang belakang, trauma ortopedi, dan spesialis intervensi nyeri dari berbagai negara. Mereka akan berbagi pengetahuan terkini, temuan riset, dan praktik terbaik di bidangnya.
Beragam program ilmiah telah disiapkan, meliputi kursus dan pelatihan teknis, lokakarya, kuliah umum dari pembicara utama, diskusi panel multidisipliner, serta presentasi riset ilmiah dari para peserta.
OCM 2025 tidak hanya diperuntukkan bagi spesialis dan konsultan ortopedi, namun juga membuka pintu lebar bagi mahasiswa kedokteran, dokter umum, dan residen ortopedi yang ingin memperdalam wawasan dan berdiskusi secara akademis.
Panitia berharap forum ini dapat menjadi wadah berharga bagi para peserta untuk membangun jejaring profesional, bertukar ide inovatif, dan mendorong kemajuan layanan ortopedi, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia.
Selain agenda ilmiah, para peserta juga diajak untuk menikmati pesona Jakarta, mulai dari kekayaan budaya, landmark modern, hingga keanekaragaman kuliner khas ibu kota.
OCM 2025 diharapkan menjadi pengalaman ilmiah yang inspiratif dan membawa dampak nyata bagi masa depan ortopedi.
Dengan mengusung tema "Transforming Deformities: Collaborative Strategies for Better Outcomes", OCM 2025 fokus pada pendekatan kolaboratif untuk mengatasi berbagai tantangan terkait deformitas tulang dan sendi, penanganan trauma, serta intervensi nyeri. Tujuannya tak lain adalah meningkatkan hasil klinis dan kualitas hidup pasien.
Pertemuan berskala internasional ini menjadi ajang berkumpulnya para ahli ortopedi, bedah tulang belakang, trauma ortopedi, dan spesialis intervensi nyeri dari berbagai negara. Mereka akan berbagi pengetahuan terkini, temuan riset, dan praktik terbaik di bidangnya.
Beragam program ilmiah telah disiapkan, meliputi kursus dan pelatihan teknis, lokakarya, kuliah umum dari pembicara utama, diskusi panel multidisipliner, serta presentasi riset ilmiah dari para peserta.
OCM 2025 tidak hanya diperuntukkan bagi spesialis dan konsultan ortopedi, namun juga membuka pintu lebar bagi mahasiswa kedokteran, dokter umum, dan residen ortopedi yang ingin memperdalam wawasan dan berdiskusi secara akademis.
Panitia berharap forum ini dapat menjadi wadah berharga bagi para peserta untuk membangun jejaring profesional, bertukar ide inovatif, dan mendorong kemajuan layanan ortopedi, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia.
Selain agenda ilmiah, para peserta juga diajak untuk menikmati pesona Jakarta, mulai dari kekayaan budaya, landmark modern, hingga keanekaragaman kuliner khas ibu kota.
OCM 2025 diharapkan menjadi pengalaman ilmiah yang inspiratif dan membawa dampak nyata bagi masa depan ortopedi.
(aik)
Lihat Juga :