Bukan Cuma Cantik, Maia Estianty Edukasi Pentingnya Jaga Kesehatan
Rabu, 23 Juli 2025 - 12:18 WIB
loading...
Artis dan musisi cantik Maia Estianty.
A
A
A
JAKARTA - Musisi sekaligus figur publik, Maia Estianty, didapuk menjadi Duta Kampanye Kesehatan “Kenali Cacar Api” untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit Herpes Zoster atau yang lebih dikenal sebagai Cacar Api.
Dalam peluncuran kampanye ini, Maia menekankan pentingnya menjalani gaya hidup sehat dan melakukan pencegahan penyakit sejak dini, termasuk melalui vaksinasi.
“Sebagai ibu, istri, dan pekerja seni, aku ingin terus aktif, sehat, dan berkarya hingga tua. Karena itu, aku putuskan melindungi diri dari Cacar Api sekarang, bukan nanti saat sudah terlanjur sakit,” ujar Maia di sela peluncuran program edukasi tersebut, Selasa (22/7/2025).
Adapun penyakit Cacar Api disebabkan oleh reaktivasi virus Varicella-Zoster, yang sebelumnya menyebabkan cacar air. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti Nyeri Pascaherpes (NPH), dan berisiko tinggi menyerang kelompok usia di atas 50 tahun.
dr. Calvin Kwan, Country Medical Director GSK Indonesia, menjelaskan bahwa Cacar Api bukan sekadar ruam di kulit.
“Cacar Api dapat memicu nyeri saraf berkepanjangan, bahkan menurunkan kualitas hidup penderita. Faktor risikonya termasuk penurunan imun, penyakit kronis seperti diabetes, hingga stres,” katanya.
dr. Kwan menambahkan bahwa GSK Indonesia menggandeng Maia Estianty sebagai bentuk komitmen memperluas edukasi kepada masyarakat melalui kampanye berkelanjutan.
“Kami ingin lebih banyak orang memahami risiko Cacar Api dan tahu bahwa vaksinasi bisa menjadi langkah pencegahan yang efektif,” tutupnya.
Herpes Zoster, atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Cacar Api, merupakan penyakit yang banyak dialami namun kerap disepelekan. Banyak orang yang pernah mengalami cacar air merasa aman terhadap penyakit di masa depan.
Padahal, dengan virus penyebab yang sama, berisiko memicu cacar api. Cacar api disebabkan oleh reaktivasi virus varicella-zoster, virus yang juga menyebabkan cacar air. Cacar api bisa berdampak besar pada kualitas hidup, terutama karena komplikasi seperti Nyeri Pascaherpes (NPH) yang membuat aktivitas sehari-hari jadi terasa berat.
Pasalnya, cacar api dapat menimbulkan rasa sakit yang begitu parah, seperti rasa tersengat listrik, rasa terbakar tak tertahankan, atau rasa tertusuk paku. Pada beberapa kasus, cacar api bahkan diakui lebih menyakitkan dibandingkan dengan sakit saat melahirkan.
Dalam beberapa kondisi, cacar api bahkan bisa menyebabkan hilangnya kemandirian secara permanen, sehingga mereka sulit menjalani gaya hidup dan aktivitas seperti biasa. Dampak dari cacar api bisa saja tidak hanya dirasakan oleh pasien, tapi juga keluarga, dan bisa meningkatkan kebutuhan akan perawatan jangka panjang.
Di Indonesia, angka kejadian kasus Herpes Zoster sebesar 28 per 10.000 menurut data peserta JKN pada 2015-2022.
Dalam peluncuran kampanye ini, Maia menekankan pentingnya menjalani gaya hidup sehat dan melakukan pencegahan penyakit sejak dini, termasuk melalui vaksinasi.
“Sebagai ibu, istri, dan pekerja seni, aku ingin terus aktif, sehat, dan berkarya hingga tua. Karena itu, aku putuskan melindungi diri dari Cacar Api sekarang, bukan nanti saat sudah terlanjur sakit,” ujar Maia di sela peluncuran program edukasi tersebut, Selasa (22/7/2025).
Adapun penyakit Cacar Api disebabkan oleh reaktivasi virus Varicella-Zoster, yang sebelumnya menyebabkan cacar air. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti Nyeri Pascaherpes (NPH), dan berisiko tinggi menyerang kelompok usia di atas 50 tahun.
dr. Calvin Kwan, Country Medical Director GSK Indonesia, menjelaskan bahwa Cacar Api bukan sekadar ruam di kulit.
“Cacar Api dapat memicu nyeri saraf berkepanjangan, bahkan menurunkan kualitas hidup penderita. Faktor risikonya termasuk penurunan imun, penyakit kronis seperti diabetes, hingga stres,” katanya.
dr. Kwan menambahkan bahwa GSK Indonesia menggandeng Maia Estianty sebagai bentuk komitmen memperluas edukasi kepada masyarakat melalui kampanye berkelanjutan.
“Kami ingin lebih banyak orang memahami risiko Cacar Api dan tahu bahwa vaksinasi bisa menjadi langkah pencegahan yang efektif,” tutupnya.
Herpes Zoster, atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Cacar Api, merupakan penyakit yang banyak dialami namun kerap disepelekan. Banyak orang yang pernah mengalami cacar air merasa aman terhadap penyakit di masa depan.
Padahal, dengan virus penyebab yang sama, berisiko memicu cacar api. Cacar api disebabkan oleh reaktivasi virus varicella-zoster, virus yang juga menyebabkan cacar air. Cacar api bisa berdampak besar pada kualitas hidup, terutama karena komplikasi seperti Nyeri Pascaherpes (NPH) yang membuat aktivitas sehari-hari jadi terasa berat.
Pasalnya, cacar api dapat menimbulkan rasa sakit yang begitu parah, seperti rasa tersengat listrik, rasa terbakar tak tertahankan, atau rasa tertusuk paku. Pada beberapa kasus, cacar api bahkan diakui lebih menyakitkan dibandingkan dengan sakit saat melahirkan.
Dalam beberapa kondisi, cacar api bahkan bisa menyebabkan hilangnya kemandirian secara permanen, sehingga mereka sulit menjalani gaya hidup dan aktivitas seperti biasa. Dampak dari cacar api bisa saja tidak hanya dirasakan oleh pasien, tapi juga keluarga, dan bisa meningkatkan kebutuhan akan perawatan jangka panjang.
Di Indonesia, angka kejadian kasus Herpes Zoster sebesar 28 per 10.000 menurut data peserta JKN pada 2015-2022.
(aik)
Lihat Juga :