Orang Tua Wajib Tahu, Pentingnya Zat Besi untuk Anak Usia Sekolah Agar Siap Belajar
Kamis, 24 Juli 2025 - 19:17 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan bisa fokus, anak akan dapat lebih mudah memahami dan mengingat materi pembelajaran, termasuk huruf, kata, dan konsep membaca serta menulis,” kata Miftah.
Perlu dipahami bahwa ternyata anak yang susah fokus dalam belajar belum tentu karena malas ataupun metode mengajar yang kurang menyenangkan, tetapi bisa jadi suatu tanda anak mengalami masalah kesehatan, salah satunya kekurangan zat besi.
Laporan WHO menyebutkan, ada bukti kuat melalui penelitian bahwa kekurangan zat besi terlihat secara meyakinkan menunda perkembangan psikomotor dan mengganggu kinerja kognitif anak prasekolah dan anak usia sekolah.
WHO menunjukkan, bahwa 80% anak yang kurang zat besi mengalami speech delay atau keterlambatan bicara.
Sayangnya, sebagian besar orang tua juga belum menyadari bahwa ada hubungan antara kecerdasan anak dengan zat besi.
Siti Alifah Faiz, S.Pd. juga seorang guru TK mengatakan, proses belajar mengajar di sekolah akan lebih optimal jika anak bisa fokus terhadap pembelajaran.
Menurut dia, kerja sama orang tua dan pendidik sangat penting mendukung dalam proses belajar anak, termasuk dalam pendidikan dasar seperti PAUD.
"Sebagai pendidik saya berharap agar orang tua lebih peka dan tidak abai dengan gejala-gejala anak kekurangan zat besi, seperti mudah lelah, kulit pucat dan kurang fokus," ujar Alifa.
Orang tua, tambah dia, harus lebih memahami bahwa stimulasi saja tidak cukup, namun perlu juga diimbangi dengan pemenuhan nutrisi yang tepat seperti makanan bergizi yang mengandung zat besi untuk mendukung kecerdasan anak.
Perlu dipahami bahwa ternyata anak yang susah fokus dalam belajar belum tentu karena malas ataupun metode mengajar yang kurang menyenangkan, tetapi bisa jadi suatu tanda anak mengalami masalah kesehatan, salah satunya kekurangan zat besi.
Laporan WHO menyebutkan, ada bukti kuat melalui penelitian bahwa kekurangan zat besi terlihat secara meyakinkan menunda perkembangan psikomotor dan mengganggu kinerja kognitif anak prasekolah dan anak usia sekolah.
WHO menunjukkan, bahwa 80% anak yang kurang zat besi mengalami speech delay atau keterlambatan bicara.
Sayangnya, sebagian besar orang tua juga belum menyadari bahwa ada hubungan antara kecerdasan anak dengan zat besi.
Siti Alifah Faiz, S.Pd. juga seorang guru TK mengatakan, proses belajar mengajar di sekolah akan lebih optimal jika anak bisa fokus terhadap pembelajaran.
Menurut dia, kerja sama orang tua dan pendidik sangat penting mendukung dalam proses belajar anak, termasuk dalam pendidikan dasar seperti PAUD.
"Sebagai pendidik saya berharap agar orang tua lebih peka dan tidak abai dengan gejala-gejala anak kekurangan zat besi, seperti mudah lelah, kulit pucat dan kurang fokus," ujar Alifa.
Orang tua, tambah dia, harus lebih memahami bahwa stimulasi saja tidak cukup, namun perlu juga diimbangi dengan pemenuhan nutrisi yang tepat seperti makanan bergizi yang mengandung zat besi untuk mendukung kecerdasan anak.
Lihat Juga :