Viral! Pria Ini Nekat Palsukan Tes DNA demi Hindari Tunjangan Anak Rp2 Miliar
Sabtu, 26 Juli 2025 - 06:00 WIB
loading...
Seorang pria asal Inggris nekat memalsukan hasil tes DNA demi menghindari kewajiban membayar tunjangan anak senilai Rp2 miliar. Aksinya menukar sampel DNA. Foto/iStock Photo Utah778
A
A
A
JAKARTA - Seorang pria asal Inggris nekat memalsukan hasil tes DNA demi menghindari kewajiban membayar tunjangan anak senilai Rp2 miliar. Aksinya terbongkar setelah sang mantan berhasil membuktikan adanya manipulasi data laboratorium, yang melibatkan orang dalam untuk menukar sampel DNA.
Chelsea Miller, 31 tahun, baru saja melahirkan putranya, Louie, ketika sang ayah biologis, Sheldon B, tiba-tiba memutuskan hubungan hanya tiga hari setelah kelahiran anak mereka pada 2022. Tak hanya meninggalkan Chelsea, Sheldon kemudian menyangkal statusnya sebagai ayah kandung dan meminta dilakukan tes DNA .
Jika hasil tes menyatakan ia bukan ayah biologis, Sheldon bisa menghindari kewajiban membayar tunjangan anak sebesar USD125 ribu, atau setara dengan sekitar Rp2,06 miliar. Namun, Chelsea yang yakin betul siapa ayah dari anaknya, tak menyangka ketika hasil tes menunjukkan negatif.
Baca Juga: Viral! Pria Ini Kawin Lari dengan Tunangan Anak, Bawa Kabur Uang dan Emas Keluarga
Meski hasil tes pertama mengejutkan dan menyudutkannya secara hukum, Chelsea tak menyerah. Ia meminta bantuan ibu dari mantan pasangannya, Katie, untuk ikut memberikan sampel DNA ke laboratorium independen lainnya.
Dilansir dari Oddity Central, Sabtu (26/7/2025), hasilnya, terbukti bahwa Louie adalah cucu kandung Katie dan secara tidak langsung mengonfirmasi bahwa Sheldon adalah ayah biologis Louie.
Kenyataan ini membuat Sheldon tak bisa lagi mengelak. Ia mengakui telah memalsukan hasil tes DNA dengan bantuan orang dalam. Ternyata, Sheldon memanfaatkan koneksi bibinya yang mengenal seorang staf laboratorium DNA bernama Robert P.
Dalam pengakuannya, Robert P mengungkap bahwa ia menukar sampel DNA asli milik Sheldon dengan sampel miliknya sendiri, sehingga hasil menunjukkan bahwa Sheldon bukan ayah Louie. Meski tidak ditemukan bukti bahwa Robert menerima bayaran atas tindakannya, perbuatannya tergolong sebagai penipuan serius.
Baca Juga: Viral! Jepang Tawarkan Jasa Sewa Nenek, Tarifnya Rp375 Ribu per Jam
Kasus ini pun dibawa ke pengadilan. Sheldon dan Robert akhirnya mengaku bersalah atas konspirasi melakukan penipuan, dan masing-masing dijatuhi hukuman penjara selama 50 minggu dan 33 minggu.
Chelsea mengungkapkan kekecewaannya terhadap peristiwa yang menurutnya mempermalukan institusi laboratorium pengujian DNA. Ia menilai tindakan seperti ini merusak kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan dan pengujian yang seharusnya bersifat profesional dan netral.
“Tingkat pelanggaran kepercayaan dalam kasus ini benar-benar tidak bisa diterima. Pasien berhak mendapatkan rasa aman dan dihormati, apalagi dalam situasi sensitif seperti pengujian paternitas,” kata Chelsea kepada The Sun.
Baca Juga: Viral Emak-Emak WNI di Paris Tangkap Copet, Pelaku Balikin Dompet
Chelsea Miller, 31 tahun, baru saja melahirkan putranya, Louie, ketika sang ayah biologis, Sheldon B, tiba-tiba memutuskan hubungan hanya tiga hari setelah kelahiran anak mereka pada 2022. Tak hanya meninggalkan Chelsea, Sheldon kemudian menyangkal statusnya sebagai ayah kandung dan meminta dilakukan tes DNA .
Jika hasil tes menyatakan ia bukan ayah biologis, Sheldon bisa menghindari kewajiban membayar tunjangan anak sebesar USD125 ribu, atau setara dengan sekitar Rp2,06 miliar. Namun, Chelsea yang yakin betul siapa ayah dari anaknya, tak menyangka ketika hasil tes menunjukkan negatif.
Baca Juga: Viral! Pria Ini Kawin Lari dengan Tunangan Anak, Bawa Kabur Uang dan Emas Keluarga
Bongkar Konspirasi Pemalsuan Tes DNA
Meski hasil tes pertama mengejutkan dan menyudutkannya secara hukum, Chelsea tak menyerah. Ia meminta bantuan ibu dari mantan pasangannya, Katie, untuk ikut memberikan sampel DNA ke laboratorium independen lainnya.
Dilansir dari Oddity Central, Sabtu (26/7/2025), hasilnya, terbukti bahwa Louie adalah cucu kandung Katie dan secara tidak langsung mengonfirmasi bahwa Sheldon adalah ayah biologis Louie.
Kenyataan ini membuat Sheldon tak bisa lagi mengelak. Ia mengakui telah memalsukan hasil tes DNA dengan bantuan orang dalam. Ternyata, Sheldon memanfaatkan koneksi bibinya yang mengenal seorang staf laboratorium DNA bernama Robert P.
Dalam pengakuannya, Robert P mengungkap bahwa ia menukar sampel DNA asli milik Sheldon dengan sampel miliknya sendiri, sehingga hasil menunjukkan bahwa Sheldon bukan ayah Louie. Meski tidak ditemukan bukti bahwa Robert menerima bayaran atas tindakannya, perbuatannya tergolong sebagai penipuan serius.
Baca Juga: Viral! Jepang Tawarkan Jasa Sewa Nenek, Tarifnya Rp375 Ribu per Jam
Dua Pelaku Dihukum Penjara
Kasus ini pun dibawa ke pengadilan. Sheldon dan Robert akhirnya mengaku bersalah atas konspirasi melakukan penipuan, dan masing-masing dijatuhi hukuman penjara selama 50 minggu dan 33 minggu.
Chelsea mengungkapkan kekecewaannya terhadap peristiwa yang menurutnya mempermalukan institusi laboratorium pengujian DNA. Ia menilai tindakan seperti ini merusak kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan dan pengujian yang seharusnya bersifat profesional dan netral.
“Tingkat pelanggaran kepercayaan dalam kasus ini benar-benar tidak bisa diterima. Pasien berhak mendapatkan rasa aman dan dihormati, apalagi dalam situasi sensitif seperti pengujian paternitas,” kata Chelsea kepada The Sun.
Baca Juga: Viral Emak-Emak WNI di Paris Tangkap Copet, Pelaku Balikin Dompet
(dra)
Lihat Juga :