Jangan Tunda Penanganan! Gangguan Bipolar dan Skizofrenia Perlu Terapi Cepat dan Tepat
Jum'at, 25 Juli 2025 - 12:17 WIB
loading...
A
A
A
Tantangan dan Solusi dalam Penanganan
Beberapa kendala yang kerap menghambat penderita untuk segera mendapatkan layanan medis meliputi ketidakpahaman, keterbatasan akses pengobatan (fasilitas kesehatan dan ketersediaan obat), keengganan pasien dan keluarga untuk berobat, penyangkalan terhadap kondisi medis, kuatnya stigma gangguan jiwa di masyarakat, serta kecenderungan untuk mencari pengobatan alternatif terlebih dahulu.
"Dengan memahami masalah ini, jelas bahwa setiap pihak yang terkait perlu berkontribusi agar penderita dapat segera memperoleh pertolongan terbaik," himbau dr. Ashwin. "Ketidakpahaman dapat diatasi melalui sosialisasi dan edukasi luas kepada masyarakat. Akses pengobatan harus diperbaiki dengan pemerataan fasilitas dan peningkatan ketersediaan obat, serta upaya destigmatisasi oleh semua pihak terkait."
Hanadi Setiarto, Country Group Head Wellesta Indonesia, menegaskan komitmen perusahaannya terhadap kesehatan dan kualitas hidup pasien GB dan Skizofrenia. "Sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terkait kondisi penyakit mental yang kadang tidak disadari," ujarnya. "Kami menyadari, jika tidak ditangani dengan baik, kasus GB dan Skizofrenia akan terus bertambah, menurunkan kualitas hidup, meningkatkan mortalitas dini, dan berkontribusi pada penyakit fisik seperti kardiovaskular, metabolik, dan infeksi."
Beberapa kendala yang kerap menghambat penderita untuk segera mendapatkan layanan medis meliputi ketidakpahaman, keterbatasan akses pengobatan (fasilitas kesehatan dan ketersediaan obat), keengganan pasien dan keluarga untuk berobat, penyangkalan terhadap kondisi medis, kuatnya stigma gangguan jiwa di masyarakat, serta kecenderungan untuk mencari pengobatan alternatif terlebih dahulu.
"Dengan memahami masalah ini, jelas bahwa setiap pihak yang terkait perlu berkontribusi agar penderita dapat segera memperoleh pertolongan terbaik," himbau dr. Ashwin. "Ketidakpahaman dapat diatasi melalui sosialisasi dan edukasi luas kepada masyarakat. Akses pengobatan harus diperbaiki dengan pemerataan fasilitas dan peningkatan ketersediaan obat, serta upaya destigmatisasi oleh semua pihak terkait."
Hanadi Setiarto, Country Group Head Wellesta Indonesia, menegaskan komitmen perusahaannya terhadap kesehatan dan kualitas hidup pasien GB dan Skizofrenia. "Sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terkait kondisi penyakit mental yang kadang tidak disadari," ujarnya. "Kami menyadari, jika tidak ditangani dengan baik, kasus GB dan Skizofrenia akan terus bertambah, menurunkan kualitas hidup, meningkatkan mortalitas dini, dan berkontribusi pada penyakit fisik seperti kardiovaskular, metabolik, dan infeksi."
(aik)
Lihat Juga :