One Piece, Manga Terlaris yang Benderanya Ramai Dikibarkan Jelang HUT ke-80 RI

Jum'at, 01 Agustus 2025 - 12:20 WIB
loading...
One Piece, Manga Terlaris...
One Piece, karya legendaris Eiichiro Oda, bukan sekadar manga atau anime biasa. Sejak kemunculannya, kisah Monkey D. Luffy menjelma menjadi fenomena budaya. Foto/Screen Rant
A A A
JAKARTA - One Piece , karya legendaris Eiichiro Oda, bukan sekadar manga atau anime biasa. Sejak kemunculannya pertama kali pada 22 Juli 1997, kisah petualangan Monkey D. Luffy dan kru Bajak Laut Topi Jerami telah menjelma menjadi fenomena budaya global yang terus tumbuh hingga sekarang.

Dengan lebih dari 1.000 episode anime dan 1.100+ chapter manga, One Piece bukan hanya kisah tentang pencarian harta karun terbesar di dunia, tetapi juga menyuarakan tema kebebasan, keadilan, dan perlawanan terhadap penindasan. Yang menarik, serial tersebut baru-baru ini menjadi sorotan di Indonesia karena pengibaran bendera Jolly Roger menjelang HUT ke-80 RI tahun 2025.

Apa Itu One Piece?



One Piece merupakan manga yang ditulis dan diilustrasikan oleh Eiichiro Oda dan telah dibukukan dalam lebih dari 105 volume. Cerita utamanya mengikuti Luffy, seorang pemuda yang memiliki kekuatan tubuh elastis setelah memakan Buah Iblis Gomu Gomu no Mi, dan kelak terungkap sebagai buah legendaris Hito Hito no Mi, Model: Nika.

Luffy bertekad menjadi Raja Bajak Laut dengan menemukan harta legendaris bernama One Piece. Dalam perjalanannya, ia merekrut kru yang ikonik seperti Zoro, Nami, Sanji, Chopper, Robin, dan lainnya yang masing-masing punya latar belakang dan impian besar.

Dilansir dari IMDb, Jumat (1/8/2025), serial ini menjadi manga terlaris sepanjang sejarah dengan lebih dari 440 juta kopi terjual di seluruh dunia.

One Piece, Manga Terlaris yang Benderanya Ramai Dikibarkan Jelang HUT ke-80 RI

Foto/IMDb

Baca Juga: Bendera One Piece Berkibar Jelang HUT ke-80 RI, Dasco: Upaya Memecah Belah Bangsa

Alur Cerita One Piece



Kisah One Piece bermula dari masa kecil Monkey D. Luffy yang tinggal di sebuah desa kecil dan mengidolakan seorang bajak laut legendaris bernama Shanks si Rambut Merah. Dalam salah satu pertemuan mereka, Luffy secara tidak sengaja memakan Buah Iblis Gomu Gomu no Mi, yang belakangan diketahui sebagai Hito Hito no Mi, Model: Nika.

Buah tersebut memberinya kekuatan luar biasa. Di mana tubuhnya menjadi elastis seperti karet dan ia menyimpan potensi kekuatan Dewa Matahari, Nika, simbol kebebasan dalam dunia One Piece.

10 tahun berselang, Luffy yang telah tumbuh dewasa memutuskan untuk memulai petualangannya menjelajahi lautan. Dengan tekad yang kuat dan impian besar, ia berlayar sendirian sambil meneriakkan ambisinya yang ikonik. "Aku akan menjadi Raja Bajak Laut!" ucapnya.

Dalam perjalanannya, Luffy bertemu dan merekrut individu-individu luar biasa yang kemudian menjadi kru Bajak Laut Topi Jerami, tim yang setia menemaninya menuju Grand Line. Kru pertamanya adalah Roronoa Zoro, seorang pendekar pedang yang bercita-cita menjadi yang terkuat di dunia.

Kemudian hadir Nami, navigator cerdas yang ahli membaca cuaca dan peta. Selanjutnya bergabung Usopp, penembak jitu yang kreatif meski suka membesar-besarkan cerita. Sanji, seorang koki andal sekaligus bangsawan dari Kerajaan Germa, juga turut memperkuat kru. Diikuti oleh Tony Tony Chopper, seekor rusa kutub yang bisa berbicara dan bertransformasi berkat Buah Iblis, serta berperan sebagai dokter kapal.

Kru Luffy semakin lengkap dengan bergabungnya Nico Robin, arkeolog misterius yang mampu membaca Poneglyph, batu kuno yang menyimpan rahasia dunia. Franky, si tukang kapal eksentrik yang membangun kapal legendaris Thousand Sunny, menjadi aset penting bagi mereka.

Ada pula Brook, musisi nyentrik yang hidup kembali setelah mati karena kekuatan Buah Iblis. Terakhir, Jinbei, seorang manusia ikan dan mantan Shichibukai, bergabung sebagai pejuang tangguh yang dikenal dengan julukan "Kesatria Lautan".

Setiap anggota memiliki latar belakang, impian, dan kekuatan unik, namun disatukan oleh satu tujuan. Mereka mendukung Luffy dalam mewujudkan mimpinya menjadi Raja Bajak Laut dan mengungkap misteri terbesar dunia, yaitu One Piece.

Baca Juga: Eiichiro Oda Goda Penggemar One Piece lewat Buah Iblis

Perjalanan Cerita dan Arc Penting One Piece



Cerita One Piece dibagi ke dalam beberapa saga besar dan arc yang membentuk alur panjang petualangan Luffy dan kru Topi Jerami. Perjalanan mereka dimulai dari East Blue Saga, yang mencakup episode 1 hingga 61, menandai awal pelayaran Luffy di lautan timur sekaligus mempertemukannya dengan anggota kru pertamanya seperti Zoro, Nami, Usopp, dan Sanji.

Petualangan berlanjut ke Alabasta Saga. Di mana Luffy dan kawan-kawan terlibat dalam konflik besar di kerajaan gurun Alabasta, yang saat itu tengah dilanda perang saudara akibat ulah organisasi kriminal Baroque Works. Setelahnya, mereka menjelajahi Skypiea, sebuah pulau di langit dalam arc Skypiea Arc.

Di mana mereka menemukan masyarakat langit dan konflik antara penghuni pulau dengan penguasa tiran bernama Enel. Cerita kemudian berlanjut ke Water Seven dan Enies Lobby Saga, yang merupakan salah satu bagian paling emosional dalam seri. Di sinilah terjadi perpecahan dalam kru serta pertempuran sengit melawan agen rahasia CP9 untuk menyelamatkan Nico Robin.

Petualangan mereka berlanjut ke Thriller Bark Arc, sebuah kisah penuh ketegangan yang berlatar di kapal hantu raksasa dan memperkenalkan karakter Brook. Kemudian datang Summit War Saga, termasuk arc Marineford, yang menjadi salah satu puncak cerita dalam One Piece. Arc ini menampilkan perang besar antara bajak laut ternama dan Angkatan Laut, serta momen dramatis yang mengubah arah hidup Luffy secara drastis.

Memasuki paruh kedua Grand Line, dimulailah New World Saga, yang memperlihatkan tantangan lebih berat dengan musuh-musuh yang lebih kuat. Beberapa arc penting dalam fase ini antara lain Fish-Man Island, Punk Hazard, Dressrosa, Whole Cake Island, dan Wano, yang memperlihatkan pertarungan besar melawan para Yonko dan pengungkapan penting tentang dunia One Piece.

Saat ini, cerita telah memasuki fase akhir yang disebut Final Saga, dimulai dari Egghead Arc, pulau futuristik yang membuka tabir sejarah dunia dan berlanjut ke Elbaf Arc, wilayah para raksasa yang telah lama ditunggu kehadirannya oleh para penggemar. Fase ini diprediksi akan menjadi babak penutup perjalanan panjang Luffy menuju gelar Raja Bajak Laut dan pengungkapan kebenaran tentang One Piece itu sendiri.

Baca Juga: Apa itu One Piece Fan Letter? Episode Spesial yang Mendapat Rating Tinggi

Apakah One Piece Sudah Tamat?



Meski sempat beredar kabar palsu bahwa One Piece akan tamat pada Januari 2025, hal itu telah dikonfirmasi sebagai hoaks April Mop.

Faktanya, hingga 2025, One Piece masih terus berlanjut dan saat ini memasuki Final Saga, dengan cerita terbaru berada dalam Elbaf Arc. Yakni sebuah wilayah para raksasa yang telah lama dinantikan penggemar. Estimasi terbaru dari tim kreatif menyebutkan serial ini kemungkinan baru akan selesai sekitar tahun 2030-2032.

Fenomena Pengibaran Bendera One Piece di Indonesia



Menjelang HUT ke-80 RI, media sosial diramaikan oleh fenomena pengibaran bendera Bajak Laut Topi Jerami berdampingan dengan bendera Merah Putih. Aksi ini tersebar luas di berbagai daerah, dari halaman rumah warga hingga kendaraan umum seperti truk dan mobil pribadi.

Meski sekilas terlihat sebagai bentuk kecintaan pada anime, pengibaran Jolly Roger justru dipahami banyak kalangan sebagai bentuk kritik sosial dan simbol perlawanan rakyat terhadap ketidakadilan.

Pengibaran bendera Bajak Laut Topi Jerami dari serial One Piece di berbagai wilayah Indonesia menjelang HUT ke-80 RI memunculkan beragam tafsir simbolik yang menarik perhatian publik. Dalam konteks cerita One Piece sendiri, bendera bajak laut dikenal sebagai Jolly Roger, melambangkan semangat perlawanan terhadap kekuasaan yang korup dan otoriter, khususnya Pemerintah Dunia yang menindas.

Oleh karena itu, banyak yang menilai pengibaran bendera ini di dunia nyata sebagai bentuk kritik sosial terhadap pemerintah. Terutama atas kebijakan yang dirasa tidak berpihak pada rakyat kecil.

Selain itu, tindakan ini juga dipahami sebagai ungkapan kekecewaan masyarakat, yang disampaikan secara simbolik dan kreatif melalui ikon budaya populer. Fenomena ini menunjukkan bagaimana karya fiksi seperti One Piece mampu menjadi medium perlawanan kultural yang kuat dan menyuarakan keresahan publik secara luas.

Reaksi Publik



Fenomena ini memicu tanggapan dari berbagai pihak. Beberapa politisi menganggap pengibaran bendera anime sebagai upaya memecah belah bangsa, bahkan ada yang menyebutnya sebagai bentuk hasutan.

"Kita juga mendeteksi dan juga dapat masukan dari lembaga-lembaga pengamanan dan intelijen. Memang ada upaya-upaya yang namanya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," kata Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Namun, banyak pengamat budaya justru melihatnya sebagai bentuk ekspresi budaya populer yang berkembang menjadi saluran kritik sosial. One Piece dinilai mampu mengartikulasikan keresahan masyarakat melalui narasi yang mudah diterima berbagai kalangan.

"Ini adalah simbol kebebasan dan perlawanan terhadap pemerintah yang zalim. Nggak apa-apa terusin, tapi tetap ingat kata Gus Dur boleh ngibarin bendara lain tapi nggak boleh lebih tinggi dari merah putih dan inget lagi kita cuma benci sistem pemerintahnya, bukan NKRI-nya," tulis warganet.

"Negara sudah kacau soalnya kurangnya keadilan. Malah makin susah negara ini akibat 10 tahun lalu utang dan pengelolaan kacau. Kita lebih percaya sistem One Piece," kata warganet.

"Di One Piece, yang ngaku pemerintah malah banyak yang korup, nutupin sejarah, dan ngejar orang jujur. Mirip? wajar kalau orang muak. Pasang bendera Luffy itu bentuk frustasi, bukan makar. Karena kadang, bajak laut lebih bisa dipercaya daripada pejabat," komentar warganet.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah 26 Tahun, One...
Setelah 26 Tahun, One Piece Episode Terakhir (1155) Akan Tayang 28 Desember 2025
Rayakan Ulang Tahun...
Rayakan Ulang Tahun ke-45, Gundam Base Pop Up Tour 2025 Hadirkan Beragam Karakter Gundam
Sutradara One Piece...
Sutradara One Piece dan Dragon Ball, Tatsuya Nagamine Meninggal Dunia
Yoshi Sudarso Ternyata...
Yoshi Sudarso Ternyata Wibu, Anime Jadi Inspirasi Ngegym untuk Bentuk Badan
7 Quotes Inspiratif...
7 Quotes Inspiratif One Piece yang Membakar Semangat Hidup
Deretan Anime Seru Setiap...
Deretan Anime Seru Setiap Sabtu & Minggu hanya di GTV
10 Negara yang Memiliki...
10 Negara yang Memiliki Bendera Paling Unik, Nomor 4 Bergambar Naga
10 Negara yang Menampilkan...
10 Negara yang Menampilkan Burung dan Hewan di Bendera Nasional
Ramaikan Plaza Surabaya,...
Ramaikan Plaza Surabaya, Intip Keseruan Steal The BeAT bareng One Piece
Rekomendasi
Gelar Unjuk Rasa di...
Gelar Unjuk Rasa di Monas, Ini Pernyataan Sikap BEM Persatuan Indonesia
Buru Puma Speedcat Ballet...
Buru Puma Speedcat Ballet di BRI Consumer Expo 2026, Dapat Gift Card Rp250 Ribu Plus Tambahan Bonus!
Lewat Green Zakat, BSI...
Lewat Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Investasi Emas
Berita Terkini
Miss Indonesia Audrey...
Miss Indonesia Audrey Bianca Ungkap Perjuangan Perdana Jalankan Proyek BWAP di Luar Jawa
Road to Kilau Raya Mojokerto...
Road to Kilau Raya Mojokerto : MNCTV Hadir Meriahkan Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108
MNC Licensing Ajak Keluarga...
MNC Licensing Ajak Keluarga Merayakan Liburan Sekolah Bersama Shaun the Sheep Holiday in My Hometown di Pakuwon Mall Solo
Garap Proyek Listrik...
Garap Proyek Listrik di Sumba, Liliana Tanoesoedibjo Optimistis Indonesia Bersinar di Miss World 2026
Miss Indonesia 2025...
Miss Indonesia 2025 dan Liliana Tanoesoedibjo Bangun Listrik Tenaga Surya untuk Masyarakat NTT
Festival Perahu Naga...
Festival Perahu Naga Bakal Meriahkan Lagi Puncak Liburan Musim Panas di Hong Kong
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved