21 Tahun JF3 Menginspirasi, PINTU Incubator Buka Akses Global untuk Desainer Lokal
Senin, 04 Agustus 2025 - 09:28 WIB
loading...
A
A
A
Soal kolaborasi, desainer ternama Susan Budiardjo sangat mengapreasi atas upaya yang dilakukan JF3 dalam memberikan ruang untuk desainer lokal terus berkembang.
“Karena saya di pendidikan, JF3 selalu memberikan peluang. Kita mendapatkan fasilitas yang baik dan JF3 menghargai sekolah-sekolah mode untuk diangkat, terutama soal dana. Saya mengharapkan, besok-besok bisa lebih banyak lagi sekolah yang mendapatkan kesempatan tampil dan menampilkan karyanya,” kata Susan Budihardjo, pendiri sekolah mode ternama di Indonesia kepada SindoNews.com usai perhelatan fashion show.
Bagi Susan, upaya yang dilakukan JF3 sangat berdampak kepada siswa sekolah mode untuk terus berkarya. “Ini jadi rangsangan buat anak-anak ya. Begitu bangganya mereka karena karyanya ditonton oleh banyak orang. Itu akan menjadi kenangan yang tidak bisa dilupakan,” ujarnya.
Hal ini dirasakan juga oleh para siswa Susan Budihardjo Susan Budihardjo Fashion Forward Institute, di antaranya Fania Najelyna Tanudjiwa dan Amih.
“Bisa show di JF3, aku senang banget. Semuanya juga wah dan JF3 berkembang banget. Tahun lalu aku ikut dan nggak ekspektasi stagenya bagus, Insyaallah bisa show di sini lagi. Semoga makin banyak karya siswa ditampilkan di sini,” ucap Fania Najelyna Tanudjiwa kepada SindoNews.com.
Sependapat dengan Fania, Amih juga bangga bisa terlibat di ajang JF3 2025.
“Ini kali kedua aku ikut fashion show di JF3. Makin tahun, makin luar biasa lagi. Keren banget, di luar ekspektasi. Harapannya tahun depan makin berkembang dan melahirkan desainer-desainer muda lagi,” ujarnya.
Gelaran JF3 2025 memberikan dampak yang baik bagi desainer muda di Indonesia untuk mengasah kreativitas dan mengembangkan jejaring. Selama dua pekan penyelenggaraan JF3, desainer Indonesia dan mancanegara bisa menampilkan karya terbaik mereka.
“Kita bisa melihat lahirnya karya-karya kreatif dari para desainer Indonesia maupun dari beberapa negara sahabat. Hal ini memunculkan semangat refleksi akan sebuah mimpi membangun masa depan industri mode Indonesia dengan keberanian berinovasi, kesadaran akan pentingnya budaya, dan kesiapan untuk bersaing di panggung dunia,” ujar Soegianto Nagaria, Chairman JF3.
Soegianto mengatakan, tahun ini JF3 mengambil langkah strategis memperkuat kolaborasi global melalui PINTU Incubator. Ini adalah program inkubasi yang dinisiasi JF3, LAKON Indonesia dan Kedutaan Besar Prancis melalui IFI.
“Kami memperluas kerja sama jangka panjang, membuka ruang perputaran pengetahuan dan pengembangan talenta muda yang berorientasi internasional. Di saat yang sama, kami membuka kerja sama dengan pemerintah Korea Selatan dan Busan Fashion Week,” katanya.
Soegianto kembali menambahkan, “Kami mengirimkan perwakilan desainer Indonesia. Langkah ini menjadi wujud nyata misi kami, melakukan perputaran budaya dan membuka jalan bagi desainer muda Indonesia agar bisa menembus pasar global.”
“Karena saya di pendidikan, JF3 selalu memberikan peluang. Kita mendapatkan fasilitas yang baik dan JF3 menghargai sekolah-sekolah mode untuk diangkat, terutama soal dana. Saya mengharapkan, besok-besok bisa lebih banyak lagi sekolah yang mendapatkan kesempatan tampil dan menampilkan karyanya,” kata Susan Budihardjo, pendiri sekolah mode ternama di Indonesia kepada SindoNews.com usai perhelatan fashion show.
Bagi Susan, upaya yang dilakukan JF3 sangat berdampak kepada siswa sekolah mode untuk terus berkarya. “Ini jadi rangsangan buat anak-anak ya. Begitu bangganya mereka karena karyanya ditonton oleh banyak orang. Itu akan menjadi kenangan yang tidak bisa dilupakan,” ujarnya.
Hal ini dirasakan juga oleh para siswa Susan Budihardjo Susan Budihardjo Fashion Forward Institute, di antaranya Fania Najelyna Tanudjiwa dan Amih.
“Bisa show di JF3, aku senang banget. Semuanya juga wah dan JF3 berkembang banget. Tahun lalu aku ikut dan nggak ekspektasi stagenya bagus, Insyaallah bisa show di sini lagi. Semoga makin banyak karya siswa ditampilkan di sini,” ucap Fania Najelyna Tanudjiwa kepada SindoNews.com.
Sependapat dengan Fania, Amih juga bangga bisa terlibat di ajang JF3 2025.
“Ini kali kedua aku ikut fashion show di JF3. Makin tahun, makin luar biasa lagi. Keren banget, di luar ekspektasi. Harapannya tahun depan makin berkembang dan melahirkan desainer-desainer muda lagi,” ujarnya.
PINTU Incubator Buka Peluang Desainer Lokal Go Global
Gelaran JF3 2025 memberikan dampak yang baik bagi desainer muda di Indonesia untuk mengasah kreativitas dan mengembangkan jejaring. Selama dua pekan penyelenggaraan JF3, desainer Indonesia dan mancanegara bisa menampilkan karya terbaik mereka.
“Kita bisa melihat lahirnya karya-karya kreatif dari para desainer Indonesia maupun dari beberapa negara sahabat. Hal ini memunculkan semangat refleksi akan sebuah mimpi membangun masa depan industri mode Indonesia dengan keberanian berinovasi, kesadaran akan pentingnya budaya, dan kesiapan untuk bersaing di panggung dunia,” ujar Soegianto Nagaria, Chairman JF3.
Soegianto mengatakan, tahun ini JF3 mengambil langkah strategis memperkuat kolaborasi global melalui PINTU Incubator. Ini adalah program inkubasi yang dinisiasi JF3, LAKON Indonesia dan Kedutaan Besar Prancis melalui IFI.
“Kami memperluas kerja sama jangka panjang, membuka ruang perputaran pengetahuan dan pengembangan talenta muda yang berorientasi internasional. Di saat yang sama, kami membuka kerja sama dengan pemerintah Korea Selatan dan Busan Fashion Week,” katanya.
Soegianto kembali menambahkan, “Kami mengirimkan perwakilan desainer Indonesia. Langkah ini menjadi wujud nyata misi kami, melakukan perputaran budaya dan membuka jalan bagi desainer muda Indonesia agar bisa menembus pasar global.”
Lihat Juga :