21 Tahun JF3 Menginspirasi, PINTU Incubator Buka Akses Global untuk Desainer Lokal
Senin, 04 Agustus 2025 - 09:28 WIB
loading...
A
A
A
Memasuki dekade ketiga ini, sambung Soegianto, JF3 fokus pada regenerasi.
“Kami percaya masa depan industri fesyen Indonesia ada di tangan anak-anak muda yang berani bermimpi, bereksperimen, dan melampaui batas. JF3 hadir untuk menyokong langkah mereka, membukakan pintu, dan mendukung mereka menjadi bagian dari ekosistem industri global,” ucapnya.
Sebanyak enam brand lokal mendapatkan binaan oleh Pintu Incubator unjuk koleksi di ajang JF3 Fashion Festival. Mereka adalah Denim It Up, CLV, Dya Sejiwa, Lil Public, Nona Rona, dan Rizkya Batik.
![21 Tahun JF3 Menginspirasi, PINTU Incubator Buka Akses Global untuk Desainer Lokal]()
Mengusung tema ‘Lavanya’, koleksinya terinspirasi dari kekuatan dan kelembutan perempuan Indonesia. Setiap busana dalam koleksi ini membawa bisikan warisan budaya, sulaman yang terperinci layaknya jejak perjalanan hidup, serta motif bunga yang merekah. Bagi Nona Rona, fashion bukan sekadar pakaian, melainkan cara untuk bercerita.
![21 Tahun JF3 Menginspirasi, PINTU Incubator Buka Akses Global untuk Desainer Lokal]()
Denim It Up menghadirkan koleksi bertema “The Revelation” di JF3 2025. Koleksinya menampilkan teknik jahitan split-pattern modern, warna-warna kontras yang berani, serta perpaduan antara kain tradisional seperti songket dan batik yang diinterpretasikan ulang melalui perspektif denim kontemporer.
3. CLV
CLV, label artwear asal Indonesia yang tengah naik daun, tampil perdana di panggung JF3 dengan tema “W.I.P – Work In Progress.” W.I.P adalah potret hidup dari perjuangan kreatif — sebuah penghormatan bagi mereka yang bermimpi, membangun, dan membawa karya mereka ke mana pun mereka pergi. Mulai dari kantong lepas-pasang yang bisa menjadi tas, hingga siluet yang terinspirasi dari ruang kerja dan alat-alat, setiap detail dirancang untuk mendukung para kreator sejati yang selalu bergerak.
![21 Tahun JF3 Menginspirasi, PINTU Incubator Buka Akses Global untuk Desainer Lokal]()
Dya Sejiwa menciptakan koleksi eksklusif bertajuk Merekah. Merekah terinspirasi dari transformasi alam yang paling anggun — mekarnya bunga dan metamorfosis seekor kupu-kupu. Keduanya melambangkan pertumbuhan yang tenang, dari keheningan menuju keindahan, menggambarkan perjalanan Dya Sejiwa yang terus berkembang.
![21 Tahun JF3 Menginspirasi, PINTU Incubator Buka Akses Global untuk Desainer Lokal]()
Lil Public menghadirkan koleksi “Hisashi Series” yang terinspirasi dari novel karya Hisashi, yang mengangkat tema tentang makanan sebagai pemicu kenangan dan emosi. Koleksi ini menampilkan ilustrasi monster unik yang merepresentasikan berbagai makanan ikonik dalam cerita, seperti mackerel, nori-ben, sushi, nabeyaki udon, ten-don, napolitan spaghetti, hingga Christmas cake. Setiap monster tidak hanya mencerminkan bentuk dan warna makanan, tapi juga menggambarkan emosi mendalam tokoh-tokohnya — mulai dari kehangatan keluarga, cinta lama, hingga kerinduan yang tak tersampaikan.
![21 Tahun JF3 Menginspirasi, PINTU Incubator Buka Akses Global untuk Desainer Lokal]()
Rizky Batik mempersembahkan MIMO — koleksi batik modern untuk perempuan aktif, khususnya ibu menyusui. Menggabungkan keindahan batik tulis Solo dengan potongan elegan dan busui friendly, MIMO hadir untuk mendukung peran perempuan tanpa mengorbankan gaya.
“Kami percaya masa depan industri fesyen Indonesia ada di tangan anak-anak muda yang berani bermimpi, bereksperimen, dan melampaui batas. JF3 hadir untuk menyokong langkah mereka, membukakan pintu, dan mendukung mereka menjadi bagian dari ekosistem industri global,” ucapnya.
Sebanyak enam brand lokal mendapatkan binaan oleh Pintu Incubator unjuk koleksi di ajang JF3 Fashion Festival. Mereka adalah Denim It Up, CLV, Dya Sejiwa, Lil Public, Nona Rona, dan Rizkya Batik.
1. Nona Rona

Mengusung tema ‘Lavanya’, koleksinya terinspirasi dari kekuatan dan kelembutan perempuan Indonesia. Setiap busana dalam koleksi ini membawa bisikan warisan budaya, sulaman yang terperinci layaknya jejak perjalanan hidup, serta motif bunga yang merekah. Bagi Nona Rona, fashion bukan sekadar pakaian, melainkan cara untuk bercerita.
2. Denim It Up

Denim It Up menghadirkan koleksi bertema “The Revelation” di JF3 2025. Koleksinya menampilkan teknik jahitan split-pattern modern, warna-warna kontras yang berani, serta perpaduan antara kain tradisional seperti songket dan batik yang diinterpretasikan ulang melalui perspektif denim kontemporer.
3. CLV
CLV, label artwear asal Indonesia yang tengah naik daun, tampil perdana di panggung JF3 dengan tema “W.I.P – Work In Progress.” W.I.P adalah potret hidup dari perjuangan kreatif — sebuah penghormatan bagi mereka yang bermimpi, membangun, dan membawa karya mereka ke mana pun mereka pergi. Mulai dari kantong lepas-pasang yang bisa menjadi tas, hingga siluet yang terinspirasi dari ruang kerja dan alat-alat, setiap detail dirancang untuk mendukung para kreator sejati yang selalu bergerak.4. Dya Sejiwa

Dya Sejiwa menciptakan koleksi eksklusif bertajuk Merekah. Merekah terinspirasi dari transformasi alam yang paling anggun — mekarnya bunga dan metamorfosis seekor kupu-kupu. Keduanya melambangkan pertumbuhan yang tenang, dari keheningan menuju keindahan, menggambarkan perjalanan Dya Sejiwa yang terus berkembang.
5. Lil Public

Lil Public menghadirkan koleksi “Hisashi Series” yang terinspirasi dari novel karya Hisashi, yang mengangkat tema tentang makanan sebagai pemicu kenangan dan emosi. Koleksi ini menampilkan ilustrasi monster unik yang merepresentasikan berbagai makanan ikonik dalam cerita, seperti mackerel, nori-ben, sushi, nabeyaki udon, ten-don, napolitan spaghetti, hingga Christmas cake. Setiap monster tidak hanya mencerminkan bentuk dan warna makanan, tapi juga menggambarkan emosi mendalam tokoh-tokohnya — mulai dari kehangatan keluarga, cinta lama, hingga kerinduan yang tak tersampaikan.
6. Rizkya Batik

Rizky Batik mempersembahkan MIMO — koleksi batik modern untuk perempuan aktif, khususnya ibu menyusui. Menggabungkan keindahan batik tulis Solo dengan potongan elegan dan busui friendly, MIMO hadir untuk mendukung peran perempuan tanpa mengorbankan gaya.
(nnz)
Lihat Juga :