GIGI, Isyana, For Revenge, dan DJ Lalalili Tampil di Monologi Concert Bandung pada September Mendatang
Rabu, 06 Agustus 2025 - 16:00 WIB
loading...
Konser musik tematik kini semakin menarik perhatian penikmat seni pertunjukan. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Konser musik tematik kini semakin menarik perhatian penikmat seni pertunjukan. Tidak hanya sekedar suguhan lagu dari atas panggung, berbagai konser mulai menggabungkan elemen visual, cerita, hingga pengalaman emosional untuk menciptakan atmosfer yang lebih mendalam.
Hal ini menandai munculnya selera penonton yang tak lagi hanya datang untuk mendengarkan musik, tapi juga ingin merasa terlibat dalam kisah yang disampaikan.
Kini, penonton mulai terbiasa dengan konser yang memadukan alur narasi dan pengaturan panggung yang mendukung cerita. Hal ini membuat penyelenggara dituntut untuk tidak hanya fokus pada kualitas suara, tetapi juga mendesain pengalaman secara menyeluruh.
Meningkatnya ekspektasi ini membuat produser acara dan tim kreatif bekerja lebih keras dalam menyusun konsep. Mereka harus mampu menerjemahkan ide besar menjadi pengalaman yang bisa dirasakan secara langsung oleh ribuan orang.
Tak jarang, hal ini membutuhkan eksplorasi lintas disiplin, mulai dari seni teater, sinematografi, hingga desain interior.
Namun di sisi lain, konsep yang berani ini juga membuka peluang untuk menciptakan karya yang lebih autentik dan relevan secara emosional. Penonton yang terhubung secara personal dengan narasi di atas panggung cenderung membawa pulang kenangan yang lebih membekas.
Salah satu konser yang mengusung pendekatan ini adalah Monologi Concert yang akan digelar pada 27 September 2025 di Eldorado Dome, Lembang, Bandung. Acara ini diprakarsai oleh Kailash Group dan menghadirkan empat penampil utama: GIGI, Isyana Sarasvati, For Revenge, dan DJ Lalalili.
Konser ini membawakan tema Monologi: Nada dan Narasi, yang memadukan musik dengan storytelling dalam satu pertunjukan tunggal.
“Konsep ini sebenarnya cukup menantang untuk kami wujudkan. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana mengubah pola pikir yang biasa dengan sebuah pertunjukan yang wah atau tertata,” ujar Resdi sebagai kepala project event Kailash Group.
Salah satu pendekatan yang mereka ambil adalah desain panggung utama yang dibuat menyerupai tempat tidur dalam sebuah kamar, agar menciptakan suasana 'rumah' yang hangat.
Menurut penyelenggara, masing-masing musisi akan tampil dalam sesi terpisah, namun urutan tampilnya disusun berdasarkan tahun kelahiran masing-masing artis. Hal ini untuk menambah lapisan narasi yang personal di setiap segmen.
Penonton juga akan diajak menyelami cerita di balik lagu-lagu yang dibawakan, menjadikan konser ini sebagai pengalaman yang lebih dari sekedar hiburan.
Kailash Group menargetkan lebih dari 5.000 penonton dari berbagai kalangan usia. Mereka menyatakan bahwa sistem acara telah dirancang untuk tetap menjaga kenyamanan meski dalam skala besar.
Tiket konser bisa diakses melalui platform resmi di https://www.addtix.id/event/monologi-nada-narasi.
“Kami berharap Monologi ini bisa menjadi event yang berkelanjutan, dengan cerita berbeda di setiap tahunnya,” tutup Resdi
Hal ini menandai munculnya selera penonton yang tak lagi hanya datang untuk mendengarkan musik, tapi juga ingin merasa terlibat dalam kisah yang disampaikan.
Kini, penonton mulai terbiasa dengan konser yang memadukan alur narasi dan pengaturan panggung yang mendukung cerita. Hal ini membuat penyelenggara dituntut untuk tidak hanya fokus pada kualitas suara, tetapi juga mendesain pengalaman secara menyeluruh.
Meningkatnya ekspektasi ini membuat produser acara dan tim kreatif bekerja lebih keras dalam menyusun konsep. Mereka harus mampu menerjemahkan ide besar menjadi pengalaman yang bisa dirasakan secara langsung oleh ribuan orang.
Tak jarang, hal ini membutuhkan eksplorasi lintas disiplin, mulai dari seni teater, sinematografi, hingga desain interior.
Namun di sisi lain, konsep yang berani ini juga membuka peluang untuk menciptakan karya yang lebih autentik dan relevan secara emosional. Penonton yang terhubung secara personal dengan narasi di atas panggung cenderung membawa pulang kenangan yang lebih membekas.
Salah satu konser yang mengusung pendekatan ini adalah Monologi Concert yang akan digelar pada 27 September 2025 di Eldorado Dome, Lembang, Bandung. Acara ini diprakarsai oleh Kailash Group dan menghadirkan empat penampil utama: GIGI, Isyana Sarasvati, For Revenge, dan DJ Lalalili.
Konser ini membawakan tema Monologi: Nada dan Narasi, yang memadukan musik dengan storytelling dalam satu pertunjukan tunggal.
“Konsep ini sebenarnya cukup menantang untuk kami wujudkan. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana mengubah pola pikir yang biasa dengan sebuah pertunjukan yang wah atau tertata,” ujar Resdi sebagai kepala project event Kailash Group.
Salah satu pendekatan yang mereka ambil adalah desain panggung utama yang dibuat menyerupai tempat tidur dalam sebuah kamar, agar menciptakan suasana 'rumah' yang hangat.
Menurut penyelenggara, masing-masing musisi akan tampil dalam sesi terpisah, namun urutan tampilnya disusun berdasarkan tahun kelahiran masing-masing artis. Hal ini untuk menambah lapisan narasi yang personal di setiap segmen.
Penonton juga akan diajak menyelami cerita di balik lagu-lagu yang dibawakan, menjadikan konser ini sebagai pengalaman yang lebih dari sekedar hiburan.
Kailash Group menargetkan lebih dari 5.000 penonton dari berbagai kalangan usia. Mereka menyatakan bahwa sistem acara telah dirancang untuk tetap menjaga kenyamanan meski dalam skala besar.
Tiket konser bisa diakses melalui platform resmi di https://www.addtix.id/event/monologi-nada-narasi.
“Kami berharap Monologi ini bisa menjadi event yang berkelanjutan, dengan cerita berbeda di setiap tahunnya,” tutup Resdi
(dra)
Lihat Juga :