Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Kamis, 07 Agustus 2025 - 16:40 WIB
loading...
Keterbatasan waktu dan tantangan logistik yang tidak ringan menciptakan karya seni pertunjukan bertajuk Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji berhasil diwujudkan. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Keterbatasan waktu dan tantangan logistik yang tidak ringan menciptakan sebuah karya seni pertunjukan bertajuk 'Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji' berhasil diwujudkan.
Karya ini akan dipentaskan perdana dalam Festival Bedhayan V – Panca Utsava Bedhayan di Gedung Kesenian Jakarta, Sabtu (9/8/2025) mendatang.
Produksi ini berakar dari persahabatan panjang antara Toni Haryo Saputro, pencipta garapan tari, dan Prasanti Andrini, yang telah menggeluti dunia tari klasik Jawa selama puluhan tahun.
Prasanti Andrini menerangkan bila pementasan dilengkapi dengan narasi pembuka, tata cahaya yang dirancang khusus, serta kostum penuh makna simbolik - hasil diskusi panjang antara tim kreatif dan penata artistik.
Pertunjukan ini menjadi hasil kolaborasi erat antara Sanggar Tari Nur Sekar Kinanti (NSK) dari Jakarta dan Sekartaji Art Solo (SAS), dua komunitas seni yang menyatu dalam semangat melestarikan budaya Jawa.
“Kami menyiapkan dalam waktu kurang dari tiga bulan sejak pertengahan Mei 2025, proses kreatif ini mengandalkan sinergi dua kota,” kata Prasanti dalam siaran persnya, Kamis (7/8/2025).
Adapun NSK bertindak sebagai produser dengan tugas penggalangan dana, penyusunan proposal, promosi, hingga urusan logistik.
Sementara SAS menjadi pelaksana produksi dengan dukungan penuh dari para seniman, penari dan pengrawit, lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
Prasanti Andrini menjadi satu-satu orang yang berasal dari luar lingkungan ISI dan menjadi koreografer karya ini. Artinya, hal ini menunjukkan nila dirinya naik kelas, dari penari menjadi penata tari.
Terlebih, 'Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji' menjadi penanda transisi penting dalam perjalanan kreatif dan profesional Prasanti yang merupakan karya tari kontemporer yang berpijak pada pakem Bedhayan gaya Surakarta yang berkembang dari ruang budaya di luar tembok keraton.
Sembilan penari perempuan tampil dengan topeng, meniadakan ekspresi individual dan menyatu dalam satu wajah kolektif—simbol kesetiaan dan pengabdian.
Figur Dewi Sekartaji tidak ditampilkan secara literal, melainkan dimunculkan melalui hubungan antara gerak dan narasi.
"Para penari tampil sederhana, namun anggun, menjelma sebagai penjaga cerita yang menggugah," ungkap Prasanti.
Lebih dari sekadar sajian estetik, Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji menjadi penghormatan terhadap semangat kolektif dan dedikasi para seniman.
Prasanti menyebutnya sebagai ruang perenungan tentang niat dan pengabdian yang tulus dalam berkesenian.
“Ini pengalaman yang menegangkan, tapi juga menggembirakan. Kami bekerja lintas kota, lintas profesi, dengan satu tujuan: menjaga dan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur budaya Jawa,” kata Prasanti.
Berikut tim kreatif Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji:
Pimpinan Sanggar NSK & Koreografer: Prasanti Andrini, SE, Ak
Pencipta Garapan Tari & Sutradara: Toni Haryo Saputro, S.Sn
Penata Musik: Danis Sugiyanto, S.Sn., M.Hum
Pelatih Tari & Asisten Koreografer: Fitria Trisna Murti, S.Sn., M.Sn
Penata Busana: Ning Wiyarti, S.Sn
Mpu Topeng: Hari Mulyatno, S.Kar., M.Hum
Asisten Penata Musik: Lumbini Trihasto, S.Kar
Penutur Cerita: Dr. Drs. Widodo Ariwibowo, M.Sos
Produser: Nur Sekar Kinanti
Para penari:
Fitria Trisna Murti, S.Sn., M.Sn
Noviana Eka Pertiwi, S.Sn
Erma Widhiastuti, S.Sn
Wuri Praptiwiningsih, S.Sn
Yohanna Rosinta Chrismas, S.Sn
Ayu Fatimah, S.Sn
Yenie Karuniawati, S.Sn
Khafita Pramesti, S.Sn
Tumuruning Nur Rahayu Lestari, S.Sn., M.Sn
Karya ini akan dipentaskan perdana dalam Festival Bedhayan V – Panca Utsava Bedhayan di Gedung Kesenian Jakarta, Sabtu (9/8/2025) mendatang.
Produksi ini berakar dari persahabatan panjang antara Toni Haryo Saputro, pencipta garapan tari, dan Prasanti Andrini, yang telah menggeluti dunia tari klasik Jawa selama puluhan tahun.
Prasanti Andrini menerangkan bila pementasan dilengkapi dengan narasi pembuka, tata cahaya yang dirancang khusus, serta kostum penuh makna simbolik - hasil diskusi panjang antara tim kreatif dan penata artistik.
Pertunjukan ini menjadi hasil kolaborasi erat antara Sanggar Tari Nur Sekar Kinanti (NSK) dari Jakarta dan Sekartaji Art Solo (SAS), dua komunitas seni yang menyatu dalam semangat melestarikan budaya Jawa.
“Kami menyiapkan dalam waktu kurang dari tiga bulan sejak pertengahan Mei 2025, proses kreatif ini mengandalkan sinergi dua kota,” kata Prasanti dalam siaran persnya, Kamis (7/8/2025).
Adapun NSK bertindak sebagai produser dengan tugas penggalangan dana, penyusunan proposal, promosi, hingga urusan logistik.
Sementara SAS menjadi pelaksana produksi dengan dukungan penuh dari para seniman, penari dan pengrawit, lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
Prasanti Andrini menjadi satu-satu orang yang berasal dari luar lingkungan ISI dan menjadi koreografer karya ini. Artinya, hal ini menunjukkan nila dirinya naik kelas, dari penari menjadi penata tari.
Terlebih, 'Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji' menjadi penanda transisi penting dalam perjalanan kreatif dan profesional Prasanti yang merupakan karya tari kontemporer yang berpijak pada pakem Bedhayan gaya Surakarta yang berkembang dari ruang budaya di luar tembok keraton.
Sembilan penari perempuan tampil dengan topeng, meniadakan ekspresi individual dan menyatu dalam satu wajah kolektif—simbol kesetiaan dan pengabdian.
Figur Dewi Sekartaji tidak ditampilkan secara literal, melainkan dimunculkan melalui hubungan antara gerak dan narasi.
"Para penari tampil sederhana, namun anggun, menjelma sebagai penjaga cerita yang menggugah," ungkap Prasanti.
Lebih dari sekadar sajian estetik, Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji menjadi penghormatan terhadap semangat kolektif dan dedikasi para seniman.
Prasanti menyebutnya sebagai ruang perenungan tentang niat dan pengabdian yang tulus dalam berkesenian.
“Ini pengalaman yang menegangkan, tapi juga menggembirakan. Kami bekerja lintas kota, lintas profesi, dengan satu tujuan: menjaga dan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur budaya Jawa,” kata Prasanti.
Berikut tim kreatif Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji:
Pimpinan Sanggar NSK & Koreografer: Prasanti Andrini, SE, Ak
Pencipta Garapan Tari & Sutradara: Toni Haryo Saputro, S.Sn
Penata Musik: Danis Sugiyanto, S.Sn., M.Hum
Pelatih Tari & Asisten Koreografer: Fitria Trisna Murti, S.Sn., M.Sn
Penata Busana: Ning Wiyarti, S.Sn
Mpu Topeng: Hari Mulyatno, S.Kar., M.Hum
Asisten Penata Musik: Lumbini Trihasto, S.Kar
Penutur Cerita: Dr. Drs. Widodo Ariwibowo, M.Sos
Produser: Nur Sekar Kinanti
Para penari:
Fitria Trisna Murti, S.Sn., M.Sn
Noviana Eka Pertiwi, S.Sn
Erma Widhiastuti, S.Sn
Wuri Praptiwiningsih, S.Sn
Yohanna Rosinta Chrismas, S.Sn
Ayu Fatimah, S.Sn
Yenie Karuniawati, S.Sn
Khafita Pramesti, S.Sn
Tumuruning Nur Rahayu Lestari, S.Sn., M.Sn
(dra)
Lihat Juga :