5 Fakta Film Animasi Merah Putih One For All, Anggaran Rp6,8 Miliar Banjir Kritik
Minggu, 10 Agustus 2025 - 11:00 WIB
loading...
Film animasi Indonesia Merah Putih One For All tengah menjadi perbincangan panas di media sosial. Direncanakan tayang di bioskop mulai 14 Agustus 2025. Foto/IMDb
A
A
A
JAKARTA - Film animasi Indonesia Merah Putih One For All tengah menjadi perbincangan panas di media sosial. Direncanakan tayang di bioskop mulai 14 Agustus 2025 untuk menyambut Hari Kemerdekaan, karya ini justru menuai gelombang kritik dari warganet.
Diproduksi oleh Perfiki Kreasindo, film ini awalnya diharapkan menjadi sajian istimewa di bulan kemerdekaan. Namun, sorotan publik beralih pada kualitas animasinya yang dinilai kurang memuaskan, terlebih setelah terungkap dana produksinya yang mencapai miliaran rupiah.
Berikut lima fakta mengejutkan yang membuat film ini ramai dibicarakan dirangkum dari berbagai sumber, Minggu (10/8/2025).
Baca Juga: Bukan Horor, Bukan Drama! Jumbo Buktikan Film Animasi Bisa Rajai Box Office Indonesia
![5 Fakta Film Animasi Merah Putih One For All, Anggaran Rp6,8 Miliar Banjir Kritik]()
Foto/IMDb
Merah Putih One For All mengisahkan delapan anak dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, hingga Tionghoa. Mereka bersatu dalam misi heroik menyelamatkan bendera merah putih yang hilang secara misterius tiga hari sebelum upacara kemerdekaan.
Menariknya, proses pengerjaan film ini baru dimulai pada Juni 2025, membuat warganet mempertanyakan proses produksinya yang terbilang singkat.
Salah satu hal yang membuat publik heboh adalah anggaran film yang mencapai Rp6,8 miliar. Banyak warganet menilai kualitas visual yang ditampilkan tidak sebanding dengan dana sebesar itu. Perbandingan pun bermunculan dengan film animasi lokal dan internasional yang dinilai lebih rapi dengan biaya serupa atau bahkan lebih rendah.
Baca Juga: 5 Film Animasi Terbaik tentang Perang, When the Wind Blows Cerita Dampak Serangan Nuklir
Sejak trailer dan cuplikannya dirilis, komentar negatif membanjiri media sosial. Warganet menilai kualitas animasi di bawah standar industri. Beberapa komentar bahkan menyebut proyek ini hanya membuang-buang anggaran.
“Ini mah buang-buang anggaran doang,” tulis warganet.
“Ngapain ngabisin anggaran kalau emang nggak niat bikin," kata warganet.
Toti Soegriwo, kreator sekaligus produser film ini, akhirnya buka suara. Melalui akun Instagram pribadinya, ia memilih menanggapi kritik dengan nada santai.
“Senyumin aja, komentator lebih pandai dari pemain. Banyak yang mengambil manfaat juga kan? Postingan kalian viral kan?” tulisnya.
Meski kritik terus berdatangan, Merah Putih One For All dikabarkan tetap tayang sesuai jadwal. Pihak produksi optimis masih ada penonton yang penasaran untuk melihat hasil akhir film ini di layar lebar.
Baca Juga: 10 Film Animasi Disney Terlaris Sepanjang Masa, Frozen II Tembus Rp23 Triliun
Diproduksi oleh Perfiki Kreasindo, film ini awalnya diharapkan menjadi sajian istimewa di bulan kemerdekaan. Namun, sorotan publik beralih pada kualitas animasinya yang dinilai kurang memuaskan, terlebih setelah terungkap dana produksinya yang mencapai miliaran rupiah.
Berikut lima fakta mengejutkan yang membuat film ini ramai dibicarakan dirangkum dari berbagai sumber, Minggu (10/8/2025).
5 Fakta Film Animasi Merah Putih One For All
Baca Juga: Bukan Horor, Bukan Drama! Jumbo Buktikan Film Animasi Bisa Rajai Box Office Indonesia

Foto/IMDb
1. Mengangkat Kisah 8 Anak dari Latar Budaya Berbeda
Merah Putih One For All mengisahkan delapan anak dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, hingga Tionghoa. Mereka bersatu dalam misi heroik menyelamatkan bendera merah putih yang hilang secara misterius tiga hari sebelum upacara kemerdekaan.
Menariknya, proses pengerjaan film ini baru dimulai pada Juni 2025, membuat warganet mempertanyakan proses produksinya yang terbilang singkat.
2. Anggaran Fantastis Rp6,8 Miliar
Salah satu hal yang membuat publik heboh adalah anggaran film yang mencapai Rp6,8 miliar. Banyak warganet menilai kualitas visual yang ditampilkan tidak sebanding dengan dana sebesar itu. Perbandingan pun bermunculan dengan film animasi lokal dan internasional yang dinilai lebih rapi dengan biaya serupa atau bahkan lebih rendah.
Baca Juga: 5 Film Animasi Terbaik tentang Perang, When the Wind Blows Cerita Dampak Serangan Nuklir
3. Banjir Kritikan Pedas di Media Sosial
Sejak trailer dan cuplikannya dirilis, komentar negatif membanjiri media sosial. Warganet menilai kualitas animasi di bawah standar industri. Beberapa komentar bahkan menyebut proyek ini hanya membuang-buang anggaran.
“Ini mah buang-buang anggaran doang,” tulis warganet.
“Ngapain ngabisin anggaran kalau emang nggak niat bikin," kata warganet.
4. Respons Kreator Film
Toti Soegriwo, kreator sekaligus produser film ini, akhirnya buka suara. Melalui akun Instagram pribadinya, ia memilih menanggapi kritik dengan nada santai.
“Senyumin aja, komentator lebih pandai dari pemain. Banyak yang mengambil manfaat juga kan? Postingan kalian viral kan?” tulisnya.
5. Tetap Dijadwalkan Tayang Sesuai Rencana
Meski kritik terus berdatangan, Merah Putih One For All dikabarkan tetap tayang sesuai jadwal. Pihak produksi optimis masih ada penonton yang penasaran untuk melihat hasil akhir film ini di layar lebar.
Baca Juga: 10 Film Animasi Disney Terlaris Sepanjang Masa, Frozen II Tembus Rp23 Triliun
(dra)
Lihat Juga :