Kasus Chikungunya di Singapura Melonjak Dua Kali Lipat, Pengawasan Diperketat
Senin, 11 Agustus 2025 - 10:20 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Wabah Chikungunya di China Infeksi 8.000 Orang, Karantina Massal Diberlakukan
Kondisi ini terjadi di tengah wabah chikungunya global yang kembali mencuat pada 2025. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mengeluarkan peringatan darurat pada Juli lalu, mengingatkan potensi terulangnya epidemi yang sempat melanda dunia pada 2004–2005 dan menginfeksi hampir setengah juta orang.
Tahun ini, wabah besar kembali muncul di kepulauan Samudra Hindia seperti La Reunion, Mayotte, dan Mauritius, serta menyebar ke wilayah lain termasuk China. Di mana lebih dari 8.000 kasus dilaporkan dalam empat minggu terakhir, menjadi wabah terbesar sejak virus ini pertama kali terdeteksi di negara tersebut pada 2008.
Dengan keberadaan nyamuk Aedes aegypti di Singapura dan tingginya arus masuk pelancong, CDA menegaskan negara ini berisiko tinggi tertular. Otoritas kesehatan akan meninjau kembali kebijakan pencegahan apabila data menunjukkan peningkatan risiko penularan.
CDA mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan rumah maupun tempat kerja guna mencegah perkembangbiakan nyamuk. Bagi warga yang berencana bepergian ke daerah terdampak, disarankan untuk mengambil langkah pencegahan ekstra.
Ancaman Global dan Peringatan WHO
Kondisi ini terjadi di tengah wabah chikungunya global yang kembali mencuat pada 2025. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mengeluarkan peringatan darurat pada Juli lalu, mengingatkan potensi terulangnya epidemi yang sempat melanda dunia pada 2004–2005 dan menginfeksi hampir setengah juta orang.
Tahun ini, wabah besar kembali muncul di kepulauan Samudra Hindia seperti La Reunion, Mayotte, dan Mauritius, serta menyebar ke wilayah lain termasuk China. Di mana lebih dari 8.000 kasus dilaporkan dalam empat minggu terakhir, menjadi wabah terbesar sejak virus ini pertama kali terdeteksi di negara tersebut pada 2008.
Risiko Penularan di Singapura
Dengan keberadaan nyamuk Aedes aegypti di Singapura dan tingginya arus masuk pelancong, CDA menegaskan negara ini berisiko tinggi tertular. Otoritas kesehatan akan meninjau kembali kebijakan pencegahan apabila data menunjukkan peningkatan risiko penularan.
Imbauan Pencegahan
CDA mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan rumah maupun tempat kerja guna mencegah perkembangbiakan nyamuk. Bagi warga yang berencana bepergian ke daerah terdampak, disarankan untuk mengambil langkah pencegahan ekstra.
Lihat Juga :