5 Penyakit yang Bisa Terdeteksi Lewat Tahi Lalat, Jangan Dianggap Sepele

Senin, 11 Agustus 2025 - 16:40 WIB
loading...
5 Penyakit yang Bisa...
Penyakit yang bisa terdeteksi lewat tahi lalat ternyata bukan sekadar mitos belaka, melainkan fakta medis yang perlu diwaspadai. Tahi lalat umumnya tanda alami. Foto/Dermatology on Henderson
A A A
JAKARTA - Penyakit yang bisa terdeteksi lewat tahi lalat ternyata bukan sekadar mitos belaka, melainkan fakta medis yang perlu diwaspadai. Tahi lalat umumnya dianggap sebagai tanda alami di kulit.

Sebagian besar tahi lalat tidak berbahaya, namun beberapa di antaranya dapat menjadi tanda awal masalah kesehatan yang serius. Perubahan bentuk, ukuran, atau warna pada tahi lalat bisa menjadi sinyal penting yang tidak boleh diabaikan.

Dengan memahami ciri-ciri tahi lalat berisiko, Anda dapat melakukan deteksi dini dan mencegah penyakit yang lebih berbahaya. Pemeriksaan rutin terhadap tahi lalat—mengikuti aturan ABCDE (Asimetri, Batas, Warna, Diameter, dan Perkembangan) dapat membantu mendeteksi masalah lebih awal.

Berikut penyakit yang bisa diindikasikan oleh tahi lalat yang tidak biasa atau berubah dilansir dari Times of India, Senin (11/8/2025).

5 Penyakit yang Bisa Terdeteksi Lewat Tahi Lalat



Baca Juga: Bentuk dan Tanda Tahi Lalat di Tubuh, Normal atau Bahaya?

1. Melanoma


Melanoma adalah jenis kanker kulit yang paling berbahaya dan sering berkembang dari tahi lalat yang mengalami perubahan. Ciri yang perlu diwaspadai meliputi bentuk asimetris, batas tepi tidak rata, warna bervariasi, ukuran lebih besar dari 6 mm, atau mengalami perubahan dalam waktu singkat.

Melanoma dapat menyebar dengan cepat jika tidak terdeteksi sejak dini, sehingga pemeriksaan ke dokter kulit sangat disarankan apabila menemukan tahi lalat yang mencurigakan.

2. Sindrom Nevi Displastik


Sindrom nevi displastik adalah kondisi di mana seseorang memiliki banyak tahi lalat atipikal dengan bentuk dan warna tidak biasa. Meski tidak selalu kanker, keberadaan tahi lalat ini dapat meningkatkan risiko melanoma di masa depan.

Orang dengan kondisi ini biasanya memiliki puluhan hingga ratusan tahi lalat yang harus dipantau secara berkala. Studi medis telah menegaskan bahwa penderita sindrom ini memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker kulit, sehingga deteksi dini menjadi kunci pencegahan.

Baca Juga: Wabah Chikungunya di China Infeksi 8.000 Orang, Karantina Massal Diberlakukan

3. Sindrom Mola Atipikal Familial dan Melanoma


Sindrom mola atipikal familial dan melanoma (FAMMM) adalah kelainan genetik yang menyebabkan seseorang memiliki banyak tahi lalat atipikal sekaligus berisiko tinggi terkena melanoma.

Jika Anda memiliki riwayat keluarga penderita kanker kulit dan jumlah tahi lalat yang banyak serta tidak biasa, kondisi ini patut diwaspadai. Pemeriksaan rutin ke dokter kulit sangat disarankan untuk mendeteksi potensi kanker lebih awal.

4. Karsinoma Sel Basal


Karsinoma sel basal (KSB) adalah salah satu jenis kanker kulit yang umum ditemukan, biasanya berbentuk benjolan kecil berwarna seperti mutiara. Meski cenderung tidak seagresif melanoma, KSB tetap memerlukan pengobatan segera.

Beberapa tahi lalat yang datar atau berpigmen gelap juga dapat menjadi tanda awal kanker ini. Jika ada perubahan pada tahi lalat yang tidak wajar, segera lakukan pemeriksaan medis.

Baca Juga: Waspadai! Ini 5 Tanda Masalah Kesehatan yang Terlihat dari Lidah

5. Neurofibromatosis Tipe 1 (NF1)


NF1 adalah kelainan genetik yang sering ditandai dengan bintik datar berwarna cokelat muda, dikenal sebagai “café-au-lait spots.” Memiliki enam atau lebih bintik seperti ini berukuran lebih dari 5 mm pada anak-anak atau lebih dari 15 mm pada orang dewasa dapat menjadi indikasi NF1.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan tumor pada jaringan saraf dan memerlukan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Dokter Jantung Ungkap...
Dokter Jantung Ungkap Plak Kolesterol Tak Bisa Hilang Meski Sudah Diet
Tangan Berkeringat Disebut...
Tangan Berkeringat Disebut Tanda Jantung , Mitos atau Fakta?
Mengenal William Adi,...
Mengenal William Adi, Kreator Konten yang Konsisten Edukasi Skincare dan Kesehatan Kulit
Jangan Sepelekan Kolesterol...
Jangan Sepelekan Kolesterol Tinggi, Diam-diam Sebabkan Serangan Jantung
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Transformasi Rejuve...
Transformasi Rejuve Dorong Kebiasaan Hidup Sehat
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Rekomendasi
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Mantan Petinggi OJK...
Mantan Petinggi OJK Ditahan Bareskrim terkait Kasus Dana Syariah Indonesia
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
Berita Terkini
Perkenalkan Budaya Aceh,...
Perkenalkan Budaya Aceh, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Tampil dengan Tari Ratoh Jaroe
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Cari 38 Finalis Terbaik, Audisi Terakhir Digelar di Jakarta
Kabar Duka, Icuk Nugroho...
Kabar Duka, Icuk Nugroho Pemeran Saep di Preman Pensiun Meninggal Dunia
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Ruben Onsu Akui Sempat...
Ruben Onsu Akui Sempat Minta Bertemu Anak di Sekolah, Namun Gagal karena Alasan Ini
Road to Kilau Raya Hadir...
Road to Kilau Raya Hadir di Kota Mojokerto, Siapkan Pesta Rakyat Penuh Kemeriahan
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved