Royalti kecil dan Diduga Salah Transfer, Ari Lasso Pertanyakan Cara Kerja WAMI
Selasa, 12 Agustus 2025 - 14:20 WIB
loading...
Ari Lasso meluapkan kekecewaannya kepada Wahana Musik Indonesia (WAMI) usai menerima royalti yang dinilai terlalu kecil dan diduga salah transfer ke pihak lain. Foto/Instagram Ari Lasso
A
A
A
JAKARTA - Ari Lasso meluapkan kekecewaannya kepada Wahana Musik Indonesia (WAMI) usai menerima royalti yang dinilai terlalu kecil dan bahkan diduga salah transfer ke pihak lain. Ia pun secara terbuka mempertanyakan profesionalitas dan transparansi WAMI dalam mengelola hak para musisi.
Terlebih, jika mengingat ketuanya saat ini adalah Adi Adrian dari grup musik Kla Project, yang sangat ia kagumi. Melalui Instagram, Ari Lasso menegaskan bahwa kesalahan WAMI tidak hanya merugikan dirinya, tetapi juga ratusan musisi lain yang bergantung pada royalti sebagai sumber penghasilan utama.
"Dear @wami.id bagaimana cara Anda mengelola organisasi Anda? Katanya ketuanya sekarang musisi yang sangat saya kagumi, Mas Adi Kla @adiadrian22. Mohon pencerahan," tulis Ari dikutip dari Instagram @ari_lasso, Selasa (12/8/2025).
![Royalti kecil dan Diduga Salah Transfer, Ari Lasso Pertanyakan Cara Kerja WAMI]()
Foto/Instagram @ari_lasso
Baca Juga: Geger! Ari Lasso Ngamuk ke WAMI Gegara Royalti Nyasar ke Nama Lain
Ari mengatakan bahwa laporan distribusi royalti periode 2025-2-B (Juli) menunjukkan angka yang jauh dari ekspektasi. Dana yang diterima dari platform ATLAS hanya sebesar Rp765.594 setelah dipotong pajak 15 persen, atau sekitar Rp135.105.
Menurutnya, nominal ini tidak masuk akal jika dibandingkan dengan frekuensi pemutaran lagu-lagunya di berbagai platform digital maupun di acara-acara publik.
"Saya bingung membaca dari sekian puluh juta yang menetes hanya Rp700 ribu. Saya telepon sahabat saya Mas Meidy Aquarius @meidif yang sempat di WAMI, dia pun juga bingung, dan menjawab gua udah nggak di WAMI," tuturnya.
Yang membuat mantan vokalis Dewa 19 itu semakin geram adalah adanya indikasi bahwa dana royalti tersebut justru ditransfer ke rekening atas nama orang lain, yaitu Mutholah Rizal. Ari mempertanyakan apakah jumlah yang tercantum itu seharusnya menjadi haknya atau memang milik orang tersebut.
"Kekonyolan yang paling hebat adalah Anda transfer ke rekening Mutholah Rizal. Terus hitungan in laporan Ari Lasso itu punya saya atau punya Pak Mutholah Rizal. Atau itungan itu punya saya tapi WAMI salah transfer ke Mutolah Rizal," jelasnya.
Baca Juga: Tak Terima Royalti Salah Transfer, Ari Lasso Desak WAMI Diperiksa BPK dan KPK
Dalam pernyataannya, penyanyi 52 tahun itu tidak segan melontarkan kritik pedas terhadap manajemen WAMI. Ia menyebut lembaga pengelola hak cipta tersebut memiliki manajemen yang buruk dan berpotensi merugikan negara, terutama dalam kaitannya dengan pajak.
"Sebuah lembaga dengan manajemen yang (maaf) sangat buruk yang sangat berpotensi merugikan, bisa negara, dalam hal ini Dirjen Pajak, dan yang pasti merugikan banyak musisi anggota Anda," ujarnya.
Menurut sahabat Ahmad Dhani itu, lembaga negara seperti BPK (Badan Pemeriksaan Keuangan), KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), atau Bareskrim layak melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan atau kelalaian yang merugikan para anggotanya.
"Banyak permainan atau kecerobohan yang cukup layak rasanya untuk diperiksa lembaga negara dalam hal ini mungkin BPK, KPK, atau Bareskrim. Bukan untuk menghukum, tapi menjadikan @wami.id sebagai sebuah lembaga yang kredibel," ungkapnya.
Baca Juga: Protes Keras ke WAMI, Ari Lasso Bebaskan Lagunya Diputar di Kafe Tanpa Bayar Royalti
Sebagai bentuk protes, pelantun bahkan memutuskan untuk membebaskan para musisi kafe, wedding singer, hingga band acara memutar lagu-lagunya tanpa perlu membayar royalti.
Menurutnya, percuma membayar royalti jika pengelolaannya masih semrawut dan tidak transparan. Keputusan ini sontak menuai perhatian publik dan memicu diskusi tentang perbaikan sistem pengelolaan royalti di Indonesia.
"Untuk semua teman pemain band, penyanyi wedding, event, kafe. Saya membebaskan Anda memutar dan memainkan lagu-lagu hits saya. Silakan, percuma Anda membayar tapi pengelolaannya kayak gini," tandasnya.
Terlebih, jika mengingat ketuanya saat ini adalah Adi Adrian dari grup musik Kla Project, yang sangat ia kagumi. Melalui Instagram, Ari Lasso menegaskan bahwa kesalahan WAMI tidak hanya merugikan dirinya, tetapi juga ratusan musisi lain yang bergantung pada royalti sebagai sumber penghasilan utama.
"Dear @wami.id bagaimana cara Anda mengelola organisasi Anda? Katanya ketuanya sekarang musisi yang sangat saya kagumi, Mas Adi Kla @adiadrian22. Mohon pencerahan," tulis Ari dikutip dari Instagram @ari_lasso, Selasa (12/8/2025).

Foto/Instagram @ari_lasso
Baca Juga: Geger! Ari Lasso Ngamuk ke WAMI Gegara Royalti Nyasar ke Nama Lain
Royalti hanya Ratusan Ribu dari Puluhan Juta
Ari mengatakan bahwa laporan distribusi royalti periode 2025-2-B (Juli) menunjukkan angka yang jauh dari ekspektasi. Dana yang diterima dari platform ATLAS hanya sebesar Rp765.594 setelah dipotong pajak 15 persen, atau sekitar Rp135.105.
Menurutnya, nominal ini tidak masuk akal jika dibandingkan dengan frekuensi pemutaran lagu-lagunya di berbagai platform digital maupun di acara-acara publik.
"Saya bingung membaca dari sekian puluh juta yang menetes hanya Rp700 ribu. Saya telepon sahabat saya Mas Meidy Aquarius @meidif yang sempat di WAMI, dia pun juga bingung, dan menjawab gua udah nggak di WAMI," tuturnya.
Dugaan Salah Transfer ke Nama Lain
Yang membuat mantan vokalis Dewa 19 itu semakin geram adalah adanya indikasi bahwa dana royalti tersebut justru ditransfer ke rekening atas nama orang lain, yaitu Mutholah Rizal. Ari mempertanyakan apakah jumlah yang tercantum itu seharusnya menjadi haknya atau memang milik orang tersebut.
"Kekonyolan yang paling hebat adalah Anda transfer ke rekening Mutholah Rizal. Terus hitungan in laporan Ari Lasso itu punya saya atau punya Pak Mutholah Rizal. Atau itungan itu punya saya tapi WAMI salah transfer ke Mutolah Rizal," jelasnya.
Baca Juga: Tak Terima Royalti Salah Transfer, Ari Lasso Desak WAMI Diperiksa BPK dan KPK
Sindiran Pedas untuk WAMI
Dalam pernyataannya, penyanyi 52 tahun itu tidak segan melontarkan kritik pedas terhadap manajemen WAMI. Ia menyebut lembaga pengelola hak cipta tersebut memiliki manajemen yang buruk dan berpotensi merugikan negara, terutama dalam kaitannya dengan pajak.
"Sebuah lembaga dengan manajemen yang (maaf) sangat buruk yang sangat berpotensi merugikan, bisa negara, dalam hal ini Dirjen Pajak, dan yang pasti merugikan banyak musisi anggota Anda," ujarnya.
Menurut sahabat Ahmad Dhani itu, lembaga negara seperti BPK (Badan Pemeriksaan Keuangan), KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), atau Bareskrim layak melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan atau kelalaian yang merugikan para anggotanya.
"Banyak permainan atau kecerobohan yang cukup layak rasanya untuk diperiksa lembaga negara dalam hal ini mungkin BPK, KPK, atau Bareskrim. Bukan untuk menghukum, tapi menjadikan @wami.id sebagai sebuah lembaga yang kredibel," ungkapnya.
Baca Juga: Protes Keras ke WAMI, Ari Lasso Bebaskan Lagunya Diputar di Kafe Tanpa Bayar Royalti
Bebaskan Lagu untuk Diputar Gratis
Sebagai bentuk protes, pelantun bahkan memutuskan untuk membebaskan para musisi kafe, wedding singer, hingga band acara memutar lagu-lagunya tanpa perlu membayar royalti.
Menurutnya, percuma membayar royalti jika pengelolaannya masih semrawut dan tidak transparan. Keputusan ini sontak menuai perhatian publik dan memicu diskusi tentang perbaikan sistem pengelolaan royalti di Indonesia.
"Untuk semua teman pemain band, penyanyi wedding, event, kafe. Saya membebaskan Anda memutar dan memainkan lagu-lagu hits saya. Silakan, percuma Anda membayar tapi pengelolaannya kayak gini," tandasnya.
(dra)
Lihat Juga :