Dahlia Poland dan Fandy Christian Sepakat Terapkan Co-Parenting demi Anak
Selasa, 12 Agustus 2025 - 15:00 WIB
loading...
Dahlia Poland dan Fandy Christian sepakat menerapkan konsep co-parenting di tengah proses perceraian. Keduanya berkomitmen mengasuh tiga anak mereka bersama. Foto/Instagram Dahlia Poland
A
A
A
JAKARTA - Dahlia Poland dan Fandy Christian sepakat menerapkan konsep co-parenting di tengah proses perceraian yang sedang berjalan. Meski rumah tangga hampir berakhir setelah hampir 10 tahun menikah, keduanya berkomitmen tetap kompak mengasuh tiga anak mereka bersama demi menjaga kebahagiaan dan tumbuh kembang buah hati.
Konsep co-parenting ini memungkinkan kedua Dahlia Poland dan Fandy Christian tetap terlibat aktif dalam membesarkan anak-anak meskipun tidak lagi tinggal dalam satu rumah.
Kuasa hukum Dahlia, Wayan Vajra Fhany Jaya, mengatakan hal ini menjadi solusi terbaik agar anak-anak tetap mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya secara seimbang. Sekaligus meminimalkan dampak psikologis akibat perceraian.
"Kalau untuk pengasuhan di mana untuk saat ini dan rencana ke depannya ya seperti saya bilang, mbak Dahlia membutuhkan mutual concern dan co parenting bersama," kata Wayan melalui daring, Selasa (12/8/2025)
Baca Juga: Sidang Cerai Perdana Dahlia Poland dan Fandy Christian Digelar di PA Badung Hari Ini
![Dahlia Poland dan Fandy Christian Sepakat Terapkan Co-Parenting demi Anak]()
Foto/Instagram Dahlia Poland
Sementara itu, sidang cerai perdana Dahlia Poland dan Fandy Christian untuk pertama kalinya digelar di Pengadilan Agama (PA) Badung, Bali, pada Selasa (12/8/2025). Dahlia hadir secara langsung, sementara Fandy memilih untuk diwakilkan oleh kuasa hukumnya.
Kuasa hukum Dahlia, Wayan Vajra Fhany Jaya, menjelaskan bahwa gugatan cerai yang diajukan kliennya sejak 30 Juni 2025 tersebut sama sekali tidak menyinggung soal perebutan hak asuh anak. Menurutnya, Dahlia hanya ingin mengakhiri pernikahan tanpa menimbulkan konflik lebih besar, terlebih menyangkut masa depan ketiga anak mereka.
Ia menegaskan, meskipun keduanya adalah seniman dengan jadwal padat, Dahlia tidak bersikap egois dan justru mengusulkan agar pengasuhan anak dilakukan bersama.
"Mbak Dahlia anaknya kan tiga, posisinya kan mereka juga seorang seniman, jadi mbak Dahlia pun tidak egois jadi memutuskan untuk mengasuh anak secara bersama-sama," jelasnya.
Baca Juga: Demi Anak, Dahlia Poland dan Fandy Christian Pisah Rumah sebelum Gugatan Cerai
Lebih jauh, Wayan mengungkap alasan yang mendorong Dahlia mantap mengakhiri rumah tangga yang telah dibinanya hampir 10 tahun. Menurutnya, sang aktris ingin meraih kembali kemandirian sebagai seorang perempuan.
Selama pernikahan, Dahlia telah berusaha mempertahankan hubungan, namun pada akhirnya memutuskan bahwa perpisahan adalah pilihan terbaik demi kesejahteraan dirinya dan anak-anak. Keputusan tersebut diambil setelah melalui pertimbangan matang dan tidak dilandasi emosi sesaat.
"Jadi dia hanya menginginkan independen sebagai wanita itu yang sudah tidak tahan lagi dengan rumah tangga yang hampir 10 tahunan," ujarnya.
Meski rumah tangga berada di ujung perpisahan, komunikasi antara Dahlia dan Fandy terkait anak-anak disebut tetap berjalan lancar. Wayan menuturkan bahwa Fandy tidak pernah menghalangi Dahlia untuk bertemu atau berinteraksi dengan buah hati mereka.
Baca Juga: Dahlia Poland Tegaskan Perceraiannya dengan Fandy Christian Bukan karena Orang Ketiga
Baik melalui panggilan telepon, video call, maupun pertemuan langsung, hubungan orang tua dan anak tetap terjalin tanpa hambatan. Bahkan, pihak kuasa hukum juga membantu memfasilitasi pertemuan ketika diperlukan, menunjukkan bahwa keduanya berkomitmen menjaga keharmonisan demi anak-anak.
"Kalau komunikasi lancar. Mas Fandy juga tidak menghalangi, tetap call, video call. Bahkan sempat ketemu, kami bantu dan fasilitasi," tandasnya.
Diketahui, Dahlia Poland dan Fandy Christian menikah pada 24 November 2015 secara Islam, sehingga proses perceraian mereka terdaftar di Pengadilan Agama. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga anak.
Pada Mei 2023, sempat beredar rumor perselingkuhan yang menyeret nama Fandy. Dahlia bahkan sempat mengunggah tulisan di Instagram Story yang diduga merupakan sindiran terkait komunikasi Fandy dengan perempuan lain melalui SMS.
Meski isu tersebut sempat ramai, dalam proses hukum saat ini Dahlia memilih fokus pada perceraian dan pengasuhan anak tanpa memperpanjang konflik di ranah publik.
Konsep co-parenting ini memungkinkan kedua Dahlia Poland dan Fandy Christian tetap terlibat aktif dalam membesarkan anak-anak meskipun tidak lagi tinggal dalam satu rumah.
Kuasa hukum Dahlia, Wayan Vajra Fhany Jaya, mengatakan hal ini menjadi solusi terbaik agar anak-anak tetap mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya secara seimbang. Sekaligus meminimalkan dampak psikologis akibat perceraian.
"Kalau untuk pengasuhan di mana untuk saat ini dan rencana ke depannya ya seperti saya bilang, mbak Dahlia membutuhkan mutual concern dan co parenting bersama," kata Wayan melalui daring, Selasa (12/8/2025)
Baca Juga: Sidang Cerai Perdana Dahlia Poland dan Fandy Christian Digelar di PA Badung Hari Ini

Foto/Instagram Dahlia Poland
Sementara itu, sidang cerai perdana Dahlia Poland dan Fandy Christian untuk pertama kalinya digelar di Pengadilan Agama (PA) Badung, Bali, pada Selasa (12/8/2025). Dahlia hadir secara langsung, sementara Fandy memilih untuk diwakilkan oleh kuasa hukumnya.
Kuasa hukum Dahlia, Wayan Vajra Fhany Jaya, menjelaskan bahwa gugatan cerai yang diajukan kliennya sejak 30 Juni 2025 tersebut sama sekali tidak menyinggung soal perebutan hak asuh anak. Menurutnya, Dahlia hanya ingin mengakhiri pernikahan tanpa menimbulkan konflik lebih besar, terlebih menyangkut masa depan ketiga anak mereka.
Ia menegaskan, meskipun keduanya adalah seniman dengan jadwal padat, Dahlia tidak bersikap egois dan justru mengusulkan agar pengasuhan anak dilakukan bersama.
"Mbak Dahlia anaknya kan tiga, posisinya kan mereka juga seorang seniman, jadi mbak Dahlia pun tidak egois jadi memutuskan untuk mengasuh anak secara bersama-sama," jelasnya.
Baca Juga: Demi Anak, Dahlia Poland dan Fandy Christian Pisah Rumah sebelum Gugatan Cerai
Lebih jauh, Wayan mengungkap alasan yang mendorong Dahlia mantap mengakhiri rumah tangga yang telah dibinanya hampir 10 tahun. Menurutnya, sang aktris ingin meraih kembali kemandirian sebagai seorang perempuan.
Selama pernikahan, Dahlia telah berusaha mempertahankan hubungan, namun pada akhirnya memutuskan bahwa perpisahan adalah pilihan terbaik demi kesejahteraan dirinya dan anak-anak. Keputusan tersebut diambil setelah melalui pertimbangan matang dan tidak dilandasi emosi sesaat.
"Jadi dia hanya menginginkan independen sebagai wanita itu yang sudah tidak tahan lagi dengan rumah tangga yang hampir 10 tahunan," ujarnya.
Meski rumah tangga berada di ujung perpisahan, komunikasi antara Dahlia dan Fandy terkait anak-anak disebut tetap berjalan lancar. Wayan menuturkan bahwa Fandy tidak pernah menghalangi Dahlia untuk bertemu atau berinteraksi dengan buah hati mereka.
Baca Juga: Dahlia Poland Tegaskan Perceraiannya dengan Fandy Christian Bukan karena Orang Ketiga
Baik melalui panggilan telepon, video call, maupun pertemuan langsung, hubungan orang tua dan anak tetap terjalin tanpa hambatan. Bahkan, pihak kuasa hukum juga membantu memfasilitasi pertemuan ketika diperlukan, menunjukkan bahwa keduanya berkomitmen menjaga keharmonisan demi anak-anak.
"Kalau komunikasi lancar. Mas Fandy juga tidak menghalangi, tetap call, video call. Bahkan sempat ketemu, kami bantu dan fasilitasi," tandasnya.
Diketahui, Dahlia Poland dan Fandy Christian menikah pada 24 November 2015 secara Islam, sehingga proses perceraian mereka terdaftar di Pengadilan Agama. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga anak.
Pada Mei 2023, sempat beredar rumor perselingkuhan yang menyeret nama Fandy. Dahlia bahkan sempat mengunggah tulisan di Instagram Story yang diduga merupakan sindiran terkait komunikasi Fandy dengan perempuan lain melalui SMS.
Meski isu tersebut sempat ramai, dalam proses hukum saat ini Dahlia memilih fokus pada perceraian dan pengasuhan anak tanpa memperpanjang konflik di ranah publik.
(dra)
Lihat Juga :