WAMI Minta Maaf ke Ari Lasso, Akui Terjadi Kesalahan dalam Laporan Royalti
Rabu, 13 Agustus 2025 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
"WAMI sebagai organisasi yang menjaga marwah dan kepercayaan para anggota pencipta musik akan berkomitmen melakukan perbaikan, termasuk pengetatan prosedur pengiriman, verifikasi berlapis, dan peningkatan sistem agar kesalahan serupa tidak terjadi di masa mendatang," ucapnya.
Selain permintaan maaf, WAMI juga mengundang sahabat Ahmad Dhani itu untuk bertemu dan berdiskusi langsung dengan manajemen. Pertemuan ini diharapkan menjadi ajang klarifikasi lebih detail, sarana untuk mendengar masukan dari Ari, sekaligus membicarakan langkah perbaikan bersama demi kebaikan ekosistem musik di Indonesia.
"Sebagai wujud itikad baik, kami juga ingin mengundang bapak untuk bertemu dan berdiskusi langsung dengan manajemen WAMI. Sehingga kami dapat menyampaikan klarifikasi lebih rinci, mendengar masukan bapak, serta membicarakan langkah perbaikan yang dapat dilakukan bersama demi kebaikan ekosistem musik Indonesia," tuturnya.
WAMI menutup suratnya dengan harapan agar hubungan baik dengan Ari tetap terjalin meski terjadi insiden ini. Mereka berharap komunikasi terbuka dan transparansi dapat menjadi landasan kerja sama yang kuat antara lembaga pengelola royalti dan para anggotanya, demi masa depan industri musik Indonesia yang lebih profesional dan kredibel.
"Demikian penjelasan ini kami sampaikan. Kami memohon maaf atas kejadian ini dan berharap hubungan baik antara WAMI dan bapak dapat terus terjalin dengan baik," bebernya.
Sebelumnya, penyanyi 52 tahun ini menduga WAMI melakukan kesalahan transfer royalti miliknya ke nama orang lain. Dalam laporan distribusi royalti periode 2025-2-B (Juli) yang ia terima, tercatat nominal hanya Rp765.594 setelah dipotong pajak 15 persen atau sekitar Rp135.105, jumlah yang dinilainya jauh dari seharusnya mengingat frekuensi pemutaran lagu-lagunya di berbagai platform dan acara.
Ari mengaku sudah mencoba meminta klarifikasi kepada sahabatnya, Meidy Aquarius, yang pernah bekerja di WAMI, namun tidak mendapatkan penjelasan memuaskan. Yang membuatnya semakin geram adalah adanya nama Mutholah Rizal sebagai penerima dana dalam laporan tersebut, yang menurutnya bukan sekadar kesalahan administrasi, melainkan kelalaian serius yang berpotensi merugikan musisi dan industri musik.
Undang Ari Lasso untuk Diskusi Langsung
Selain permintaan maaf, WAMI juga mengundang sahabat Ahmad Dhani itu untuk bertemu dan berdiskusi langsung dengan manajemen. Pertemuan ini diharapkan menjadi ajang klarifikasi lebih detail, sarana untuk mendengar masukan dari Ari, sekaligus membicarakan langkah perbaikan bersama demi kebaikan ekosistem musik di Indonesia.
"Sebagai wujud itikad baik, kami juga ingin mengundang bapak untuk bertemu dan berdiskusi langsung dengan manajemen WAMI. Sehingga kami dapat menyampaikan klarifikasi lebih rinci, mendengar masukan bapak, serta membicarakan langkah perbaikan yang dapat dilakukan bersama demi kebaikan ekosistem musik Indonesia," tuturnya.
Harapan untuk Menjaga Hubungan Baik
WAMI menutup suratnya dengan harapan agar hubungan baik dengan Ari tetap terjalin meski terjadi insiden ini. Mereka berharap komunikasi terbuka dan transparansi dapat menjadi landasan kerja sama yang kuat antara lembaga pengelola royalti dan para anggotanya, demi masa depan industri musik Indonesia yang lebih profesional dan kredibel.
"Demikian penjelasan ini kami sampaikan. Kami memohon maaf atas kejadian ini dan berharap hubungan baik antara WAMI dan bapak dapat terus terjalin dengan baik," bebernya.
Sebelumnya, penyanyi 52 tahun ini menduga WAMI melakukan kesalahan transfer royalti miliknya ke nama orang lain. Dalam laporan distribusi royalti periode 2025-2-B (Juli) yang ia terima, tercatat nominal hanya Rp765.594 setelah dipotong pajak 15 persen atau sekitar Rp135.105, jumlah yang dinilainya jauh dari seharusnya mengingat frekuensi pemutaran lagu-lagunya di berbagai platform dan acara.
Ari mengaku sudah mencoba meminta klarifikasi kepada sahabatnya, Meidy Aquarius, yang pernah bekerja di WAMI, namun tidak mendapatkan penjelasan memuaskan. Yang membuatnya semakin geram adalah adanya nama Mutholah Rizal sebagai penerima dana dalam laporan tersebut, yang menurutnya bukan sekadar kesalahan administrasi, melainkan kelalaian serius yang berpotensi merugikan musisi dan industri musik.
(dra)
Lihat Juga :