Gagas Petisi Audit WAMI, Ari Lasso Minta Dukungan Raffi Ahmad dan Yovie Widianto
Kamis, 14 Agustus 2025 - 08:20 WIB
loading...
Penyanyi Ari Lasso meminta dukungan dari Raffi Ahmad dan Yovie Widianto dalam petisi audit WAMI yang ia gagas. Keduanya dinilai memiliki posisi strategis. Foto/Instagram @ari_lasso
A
A
A
JAKARTA - Penyanyi Ari Lasso meminta dukungan dari Raffi Ahmad dan Yovie Widianto dalam petisi audit Wahana Musik Indonesia ( WAMI ) yang ia gagas. Keduanya dinilai memiliki posisi strategis dan kepedulian tinggi terhadap dunia seni sebagai Utusan Khusus Presiden.
Ari Lasso menyampaikan bahwa Raffi Ahmad dan Yovie Widianto adalah sahabat yang dikenal baik hati dan sering membantu berbagai inisiatif positif. Dengan melibatkan figur-figur ini, ia berharap gerakannya mendapat dukungan lebih luas dan mampu menekan percepatan proses audit yang transparan.
"Oh iya kita kan punya sahabat-sahabat yang menjadi Utusan Khusus Bidang Seni kalau nggak salah ya (CMIW) Mas Yovi @ywpiano dan King Raffi @raffinagita1717 yang sangat baik hati dan suka membantu. Mas bro, mas bro bagaimana kira-kira pendapat aa Raffi dan mas Yovi," tulis Ari dikutip dari Instagram @ari_lasso, Kamis (14/8/2025).
Dalam unggahan terbarunya, mantan vokalis Dewa 19 ini mengajak para pelaku industri musik, mulai dari musisi, event organizer, manajemen artis, promotor, hingga pemilik kafe, karaoke, restoran, dan bar, untuk bergabung dalam gerakan ini.
Baca Juga: Ari Lasso Buat Petisi Audit WAMI, Ajak Musisi Galang Dana untuk Libatkan Auditor Independen
![Gagas Petisi Audit WAMI, Ari Lasso Minta Dukungan Raffi Ahmad dan Yovie Widianto]()
Foto/Instagram @ari_lasso
Ari menegaskan bahwa tujuannya adalah memperjuangkan transparansi pengelolaan royalti musik agar setiap pencipta dan pemilik karya mendapatkan hak mereka secara adil.
"Yuk yang setuju petisi kepalkan tangan Anda!! (Musisi, EO, manajemen artis, promotor, pemilik kafe, karaoke, restoran, bar)," jelasnya.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan tidak berniat meminta bantuan lembaga negara seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia beralasan, lembaga-lembaga tersebut tengah disibukkan dengan urusan bangsa yang dianggap lebih mendesak.
Sebagai gantinya, pelantun Hampa itu menawarkan solusi yang lebih praktis, yakni menggalang dana bersama untuk membiayai audit independen yang fokus memeriksa kinerja WAMI secara objektif.
Baca Juga: WAMI Pastikan Perhitungan Royalti Ari Lasso Sesuai Jumlah Sebenarnya, Bukan Rp765 Ribu
"Dan kita jangan minta bantuan BPK atau KPK atau siapa pun. Mereka pasti sibuk dengan urusan bangsa yang lebih urgent," ujarnya.
Ari bahkan menyebut kemungkinan menggunakan jasa firma akuntansi internasional ternama seperti PricewaterhouseCoopers (PwC) jika dana yang terkumpul mencukupi.
Menurutnya, keterlibatan auditor independen kelas dunia akan memberikan hasil pemeriksaan yang kredibel, transparan, dan tidak memihak. Langkah ini, kata Ari, menjadi bentuk nyata perlawanan terhadap dugaan praktik yang tidak transparan dalam pengelolaan royalti musik.
"Kita patungan aja menyewa lembaga auditor independen. Kalau duitnya cukup sekalian misal PricewaterhouseCoopers," ungkapnya.
Baca Juga: WAMI Klarifikasi Dugaan Salah Transfer Royalti Ari Lasso, Tegaskan Distribusi Sudah Sesuai Data
Optimisme Ari juga terlihat saat ia menyatakan keyakinannya bahwa banyak pihak, termasuk pemilik lembaga auditor, akan bersedia membantu tanpa pamrih demi mendukung perjuangan ini. Baginya, audit independen adalah langkah penting untuk memastikan sistem distribusi royalti dijalankan secara profesional, terbuka, dan sesuai aturan hukum yang berlaku.
"Tapi saya yakin teman-teman yang memiliki lembaga auditor akan dengan ringan tangan membantu perjuangan ini," tuturnya.
Di akhir pesannya, Ari menegaskan komitmennya untuk tidak berhenti sebelum kebenaran terungkap. Ia menekankan bahwa perjuangan ini bukanlah masalah pribadi, melainkan urusan profesional dan bisnis yang harus dijalankan dengan integritas.
"Saya tidak akan berhenti hingga ada kebenaran yang pasti. Nothing personal. It's just business. PS : we all love you @wami.id," tandasnya.
Ari Lasso menyampaikan bahwa Raffi Ahmad dan Yovie Widianto adalah sahabat yang dikenal baik hati dan sering membantu berbagai inisiatif positif. Dengan melibatkan figur-figur ini, ia berharap gerakannya mendapat dukungan lebih luas dan mampu menekan percepatan proses audit yang transparan.
"Oh iya kita kan punya sahabat-sahabat yang menjadi Utusan Khusus Bidang Seni kalau nggak salah ya (CMIW) Mas Yovi @ywpiano dan King Raffi @raffinagita1717 yang sangat baik hati dan suka membantu. Mas bro, mas bro bagaimana kira-kira pendapat aa Raffi dan mas Yovi," tulis Ari dikutip dari Instagram @ari_lasso, Kamis (14/8/2025).
Dalam unggahan terbarunya, mantan vokalis Dewa 19 ini mengajak para pelaku industri musik, mulai dari musisi, event organizer, manajemen artis, promotor, hingga pemilik kafe, karaoke, restoran, dan bar, untuk bergabung dalam gerakan ini.
Baca Juga: Ari Lasso Buat Petisi Audit WAMI, Ajak Musisi Galang Dana untuk Libatkan Auditor Independen

Foto/Instagram @ari_lasso
Ari menegaskan bahwa tujuannya adalah memperjuangkan transparansi pengelolaan royalti musik agar setiap pencipta dan pemilik karya mendapatkan hak mereka secara adil.
"Yuk yang setuju petisi kepalkan tangan Anda!! (Musisi, EO, manajemen artis, promotor, pemilik kafe, karaoke, restoran, bar)," jelasnya.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan tidak berniat meminta bantuan lembaga negara seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia beralasan, lembaga-lembaga tersebut tengah disibukkan dengan urusan bangsa yang dianggap lebih mendesak.
Sebagai gantinya, pelantun Hampa itu menawarkan solusi yang lebih praktis, yakni menggalang dana bersama untuk membiayai audit independen yang fokus memeriksa kinerja WAMI secara objektif.
Baca Juga: WAMI Pastikan Perhitungan Royalti Ari Lasso Sesuai Jumlah Sebenarnya, Bukan Rp765 Ribu
"Dan kita jangan minta bantuan BPK atau KPK atau siapa pun. Mereka pasti sibuk dengan urusan bangsa yang lebih urgent," ujarnya.
Ari bahkan menyebut kemungkinan menggunakan jasa firma akuntansi internasional ternama seperti PricewaterhouseCoopers (PwC) jika dana yang terkumpul mencukupi.
Menurutnya, keterlibatan auditor independen kelas dunia akan memberikan hasil pemeriksaan yang kredibel, transparan, dan tidak memihak. Langkah ini, kata Ari, menjadi bentuk nyata perlawanan terhadap dugaan praktik yang tidak transparan dalam pengelolaan royalti musik.
"Kita patungan aja menyewa lembaga auditor independen. Kalau duitnya cukup sekalian misal PricewaterhouseCoopers," ungkapnya.
Baca Juga: WAMI Klarifikasi Dugaan Salah Transfer Royalti Ari Lasso, Tegaskan Distribusi Sudah Sesuai Data
Optimisme Ari juga terlihat saat ia menyatakan keyakinannya bahwa banyak pihak, termasuk pemilik lembaga auditor, akan bersedia membantu tanpa pamrih demi mendukung perjuangan ini. Baginya, audit independen adalah langkah penting untuk memastikan sistem distribusi royalti dijalankan secara profesional, terbuka, dan sesuai aturan hukum yang berlaku.
"Tapi saya yakin teman-teman yang memiliki lembaga auditor akan dengan ringan tangan membantu perjuangan ini," tuturnya.
Di akhir pesannya, Ari menegaskan komitmennya untuk tidak berhenti sebelum kebenaran terungkap. Ia menekankan bahwa perjuangan ini bukanlah masalah pribadi, melainkan urusan profesional dan bisnis yang harus dijalankan dengan integritas.
"Saya tidak akan berhenti hingga ada kebenaran yang pasti. Nothing personal. It's just business. PS : we all love you @wami.id," tandasnya.
(dra)
Lihat Juga :