JMFW 2026 Jadi Kiblat Modest Fashion Dunia, Libatkan 100 Desainer dan Targetkan Transaksi USD10 Juta
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 20:10 WIB
loading...
A
A
A
Taruna K Kusmayadi selaku Penasihat Indonesian Fashion Chamber (IFC) mengapresiasi ajang JMFW 2026 kembali digelar.
“Belakangan ini banyak acara yang mengusung modest fashion. Populasi rakyat Indonesia itu banyak, jadi sebetulnya makin banyak event itu makin bagus. Artinya, masyarakat itu menghidupi industrinya, begitu juga dengan pemerintah dan kementerian,” tutur Taruna K Kusmayadi kepada SindoNews.com.
Meski tidak dipungkiri, kata Taruna, ada argumentasi bagaimana acara-acara ini bisa menjadi besar.
“Sebetulnya bisa saja. Tapi setiap kementerian atau lembaga mempunyai kebijakan masing-masing. Penentuan bujet, waktunya berbeda. Begitu juga saat pengeluaran bujet. Saya rasa, kementerian atau lembaga pemerintahan ini memerlukan branding. Tidak melulu kebijakan, tapi menunjukkan masyarakat Indonesia dan dunia terkait apa yang sudah dikerjakan dan dibina,” katanya.
Terkait gelaran JMFW 2026, Taruna punya harapan ajang ini bisa semakin besar.
“Kita itu, dari dulu hingga sekarang menggagas event modest fashion. Terkesan masih melakukan itu-itu saja, padahal tidak. Kita terus melakukan sesuatu agar event itu menjadi besar. Saya pikir, lembaga negara, kementerian dan asosiasi terus menperjuangkan branding JMFW ini semakin besar dan dikenal dunia internasional,” ucapnya.
Acara peluncuran JMFW 2026 dihadiri oleh sejumlah duta besar negara sahabat, antara lain Dubes Uni Emirat Arab Abdulla Salem Aldhaheri, Dubes Pakistan Zahid Hafeez Chaudhri, dan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor KADIN Juan Permata Adoe. Hadir pula perwakilan dari kementerian, lembaga, asosiasi, pelaku usaha, desainer, dan komunitas fesyen.
“Belakangan ini banyak acara yang mengusung modest fashion. Populasi rakyat Indonesia itu banyak, jadi sebetulnya makin banyak event itu makin bagus. Artinya, masyarakat itu menghidupi industrinya, begitu juga dengan pemerintah dan kementerian,” tutur Taruna K Kusmayadi kepada SindoNews.com.
Meski tidak dipungkiri, kata Taruna, ada argumentasi bagaimana acara-acara ini bisa menjadi besar.
“Sebetulnya bisa saja. Tapi setiap kementerian atau lembaga mempunyai kebijakan masing-masing. Penentuan bujet, waktunya berbeda. Begitu juga saat pengeluaran bujet. Saya rasa, kementerian atau lembaga pemerintahan ini memerlukan branding. Tidak melulu kebijakan, tapi menunjukkan masyarakat Indonesia dan dunia terkait apa yang sudah dikerjakan dan dibina,” katanya.
Terkait gelaran JMFW 2026, Taruna punya harapan ajang ini bisa semakin besar.
“Kita itu, dari dulu hingga sekarang menggagas event modest fashion. Terkesan masih melakukan itu-itu saja, padahal tidak. Kita terus melakukan sesuatu agar event itu menjadi besar. Saya pikir, lembaga negara, kementerian dan asosiasi terus menperjuangkan branding JMFW ini semakin besar dan dikenal dunia internasional,” ucapnya.
Acara peluncuran JMFW 2026 dihadiri oleh sejumlah duta besar negara sahabat, antara lain Dubes Uni Emirat Arab Abdulla Salem Aldhaheri, Dubes Pakistan Zahid Hafeez Chaudhri, dan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor KADIN Juan Permata Adoe. Hadir pula perwakilan dari kementerian, lembaga, asosiasi, pelaku usaha, desainer, dan komunitas fesyen.
(nnz)
Lihat Juga :