Peduli Kesehatan Mata, Optik Tunggal Bantu Anak-anak dengan Kebutuhan Kacamata Khusus
Minggu, 24 Agustus 2025 - 07:30 WIB
loading...
Optik Tunggal percaya bahwa bagi anak-anak pejuang Katarak Kongenital, kacamata adalah pintu awal untuk membuka dunia mereka. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Optik Tunggal percaya bahwa bagi anak-anak pejuang Katarak Kongenital, kacamata adalah pintu awal untuk membuka dunia mereka. Lebih dari sekadar alat bantu, kacamata menjadi sarana penting agar mereka dapat belajar, bermain, dan berinteraksi secara optimal. Katarak Kongenital, atau katarak bawaan sejak lahir, dapat menghambat perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak. Operasi menjadi langkah awal, namun proses pemulihan berlanjut melalui penggunaan kacamata khusus pascaoperasi sebagai bagian vital rehabilitasi visual.
Saat ini tidak semua keluarga mampu menyediakan kacamata khusus dengan resep kompleks dan teknologi presisi tinggi. Bagi keluarga prasejahtera, harga kacamata ini kerap menjadi beban berat. Inilah yang mendorong Optik Tunggal, selaku perusahaan yang telah berdiri 96 tahun di Indonesia untuk meluncurkan program CSR Katarak Kongenital, menjembatani kesenjangan akses tersebut.
Alexander F Kurniawan, CEO Optik Tunggal, menegaskan bahwa program CSR ini sejalan dengan visi perusahaan untuk meningkatkan kualitas penglihatan generasi Indonesia, dengan melibatkan tenaga medis, mitra strategis, dan komunitas. Hingga kini, ratusan anak di lebih dari 20 daerah terpencil di Indonesia telah merasakan manfaatnya.
“Kami percaya setiap anak berhak melihat dunia dengan jelas, tanpa terhalang oleh keterbatasan yang sebenarnya bisa diatasi. Setiap senyum yang muncul setelah mereka mengenakan kacamata pertama adalah pengingat bahwa perjuangan kami belum berakhir. CSR ini adalah komitmen jangka panjang Optik Tunggal yang lahir dari keyakinan mendalam, bukan hanya untuk membantu pasca operasi, tetapi juga memastikan setiap anak mendapat dukungan visual yang tepat, menyeluruh, dan berkelanjutan untuk masa depan mereka,” ujar Alexander Kurniawan.
Kisah ini berawal pada 2017, ketika aktris Asri Welas melahirkan putranya yang didiagnosis Katarak Kongenital. Temuan tersebut bermula dari kejanggalan respons visual Ibran ketika berada di Jepang, yang kemudian mendorong Asri untuk segera pulang ke Indonesia dan memeriksakan kondisi sang anak. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan medis, dokter menyatakan bahwa Ibran harus segera menjalani operasi dan menggunakan kacamata khusus untuk menunjang perkembangan penglihatannya. Kesadaran akan pentingnya akses kacamata pascaoperasi inilah yang kemudian menuntun Asri pada kolaborasi strategis dengan Optik Tunggal.
Saat ini tidak semua keluarga mampu menyediakan kacamata khusus dengan resep kompleks dan teknologi presisi tinggi. Bagi keluarga prasejahtera, harga kacamata ini kerap menjadi beban berat. Inilah yang mendorong Optik Tunggal, selaku perusahaan yang telah berdiri 96 tahun di Indonesia untuk meluncurkan program CSR Katarak Kongenital, menjembatani kesenjangan akses tersebut.
Alexander F Kurniawan, CEO Optik Tunggal, menegaskan bahwa program CSR ini sejalan dengan visi perusahaan untuk meningkatkan kualitas penglihatan generasi Indonesia, dengan melibatkan tenaga medis, mitra strategis, dan komunitas. Hingga kini, ratusan anak di lebih dari 20 daerah terpencil di Indonesia telah merasakan manfaatnya.
“Kami percaya setiap anak berhak melihat dunia dengan jelas, tanpa terhalang oleh keterbatasan yang sebenarnya bisa diatasi. Setiap senyum yang muncul setelah mereka mengenakan kacamata pertama adalah pengingat bahwa perjuangan kami belum berakhir. CSR ini adalah komitmen jangka panjang Optik Tunggal yang lahir dari keyakinan mendalam, bukan hanya untuk membantu pasca operasi, tetapi juga memastikan setiap anak mendapat dukungan visual yang tepat, menyeluruh, dan berkelanjutan untuk masa depan mereka,” ujar Alexander Kurniawan.
Kisah ini berawal pada 2017, ketika aktris Asri Welas melahirkan putranya yang didiagnosis Katarak Kongenital. Temuan tersebut bermula dari kejanggalan respons visual Ibran ketika berada di Jepang, yang kemudian mendorong Asri untuk segera pulang ke Indonesia dan memeriksakan kondisi sang anak. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan medis, dokter menyatakan bahwa Ibran harus segera menjalani operasi dan menggunakan kacamata khusus untuk menunjang perkembangan penglihatannya. Kesadaran akan pentingnya akses kacamata pascaoperasi inilah yang kemudian menuntun Asri pada kolaborasi strategis dengan Optik Tunggal.
Lihat Juga :