Indonesia Kini Miliki Rumah Sakit dengan Validasi HIMSS EMRAM Tingkat 7
Minggu, 24 Agustus 2025 - 14:30 WIB
loading...
A
A
A
Inisiatif lain yang juga menjadi sorotan adalah pengalaman digital yang terintegrasi bagi pasien, khususnya dalam layanan rawat jalan. Dengan satu QR code, proses pelayanan mulai dari check-in, konsultasi dokter, pembayaran, hingga penebusan resep di farmasi berjalan tanpa hambatan. Penerapan ini menyederhanakan patient journey menjadi pengalaman yang lebih cepat, lebih nyaman, dan efisien.
Imam Daru Nurwijayanto, Chief Information Technology Officer RS Pondok Indah Group menambahkan, “Kami memperluas cakupan integrasi dari sisi alat, aplikasi, maupun sistem eksternal lainnya untuk semakin meningkatkan efektivitas operasional klinis maupun administrasi, serta menunjang kebutuhan analitik untuk pengambilan keputusan klinis, operasional, dan strategis. Dalam setiap pengembangan sistem, kami menerapkan prinsip patient-centric agar sistem yang dibangun benar-benar relevan, mudah digunakan, dan efektif dalam menunjang layanan kesehatan, yang nantinya berujung pada patient journey yang lebih baik dan tentunya peningkatan keselamatan pasien.”
Sistem clinical decision support yang terintegrasi dengan Computerized Practitioner Order Entry (CPOE) juga membantu tenaga medis membuat keputusan berbasis data, melalui fitur peringatan otomatis berdasarkan kondisi khusus pasien. Selain itu, validasi dalam pemberian obat pasien, transfusi darah, dan ASI perah juga telah dilakukan secara digital demi memastikan akurasi dan meningkatkan keselamatan pasien. Capaian ini menunjukkan bahwa budaya digitalisasi telah menyatu dalam praktik sehari-hari dan menjadi corporate culture di lingkungan RS Pondok Indah Group.
“Pencapaian validasi HIMSS EMRAM Tingkat 7 ini semakin memotivasi kami dalam melanjutkan transformasi digital. Dengan fondasi digital yang kuat, kami akan terus berinovasi dalam memberikan layanan yang aman, berkualitas, berstandar internasional, dan menjadi layanan kesehatan terdepan bagi masyarakat Indonesia,” tutup dr. Yanwar.
Imam Daru Nurwijayanto, Chief Information Technology Officer RS Pondok Indah Group menambahkan, “Kami memperluas cakupan integrasi dari sisi alat, aplikasi, maupun sistem eksternal lainnya untuk semakin meningkatkan efektivitas operasional klinis maupun administrasi, serta menunjang kebutuhan analitik untuk pengambilan keputusan klinis, operasional, dan strategis. Dalam setiap pengembangan sistem, kami menerapkan prinsip patient-centric agar sistem yang dibangun benar-benar relevan, mudah digunakan, dan efektif dalam menunjang layanan kesehatan, yang nantinya berujung pada patient journey yang lebih baik dan tentunya peningkatan keselamatan pasien.”
Sistem clinical decision support yang terintegrasi dengan Computerized Practitioner Order Entry (CPOE) juga membantu tenaga medis membuat keputusan berbasis data, melalui fitur peringatan otomatis berdasarkan kondisi khusus pasien. Selain itu, validasi dalam pemberian obat pasien, transfusi darah, dan ASI perah juga telah dilakukan secara digital demi memastikan akurasi dan meningkatkan keselamatan pasien. Capaian ini menunjukkan bahwa budaya digitalisasi telah menyatu dalam praktik sehari-hari dan menjadi corporate culture di lingkungan RS Pondok Indah Group.
“Pencapaian validasi HIMSS EMRAM Tingkat 7 ini semakin memotivasi kami dalam melanjutkan transformasi digital. Dengan fondasi digital yang kuat, kami akan terus berinovasi dalam memberikan layanan yang aman, berkualitas, berstandar internasional, dan menjadi layanan kesehatan terdepan bagi masyarakat Indonesia,” tutup dr. Yanwar.
(dra)
Lihat Juga :