HUT ke-104, RS Borromeus Bandung Tekankan Pentingnya Edukasi dan Pencegahan Penyakit

Minggu, 24 Agustus 2025 - 15:30 WIB
loading...
A A A
dr. Sony Adam, SH, MM, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, menyampaikan, “Kasus DBD di Kota Bandung masih menjadi tantangan besar bagi kita semua. Angka yang tercatat hingga pertengahan tahun ini menunjukkan bahwa penyakit ini tetap menjadi ancaman nyata bagi keluarga dan komunitas kita. Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai langkah, mulai dari edukasi masyarakat, peningkatan surveilans, pemberantasan sarang nyamuk, hingga mendorong pemanfaatan pencegahan yang inovatif seperti vaksinasi. Namun, upaya ini tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, kami mengajak setiap keluarga untuk lebih waspada dan aktif melakukan pencegahan di rumah masing-masing. Jika pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat berjalan bersama, kita dapat menekan kasus DBD dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat di Jawa Barat.”

dr. Stephanie Yuliana Usman, SpPD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, menjelaskan, “DBD adalah penyakit yang bisa menyerang siapa saja, tanpa memandang usia, gaya hidup, maupun tempat tinggal. Banyak masyarakat masih beranggapan DBD hanya muncul di musim hujan, padahal infeksi virus ini ada sepanjang tahun. Walaupun memang, pada saat musim hujan angka kasusnya cenderung naik. Hingga kini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan DBD; terapi yang diberikan dokter hanya bertujuan meredakan gejala seperti demam atau nyeri, bukan membunuh virusnya. Inilah mengapa pencegahan menjadi langkah yang paling utama. Pencegahan ini semakin penting bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti obesitas, penyakit ginjal, diabetes melitus, hipertensi, maupun gangguan pernapasan, karena kondisi tersebut dapat memperburuk infeksi dengue. Dengan kata lain, satu kasus dengue saja bisa membawa risiko yang jauh lebih besar bila dialami pasien dengan komorbid. Karena itu, kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan langkah-langkah pencegahan harus ditingkatkan.”

Sementara itu, dr. Tony Ijong Dachlan, Sp.A, Dokter Spesialis Anak, menekankan bahaya dengue pada anak-anak. “Dengue juga menjadi ancaman besar bagi anak-anak. Anak-anak adalah kelompok paling rentan terhadap infeksi virus dengue, dengan risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lain, yaitu sekitar 45 persen terjadi pada usia 5-14 tahun. Selain itu, karena virus dengue terdiri dari empat serotipe, seseorang bisa terinfeksi lebih dari sekali—dan infeksi yang berulang berisiko lebih berat. Bahkan kasus infeksi tanpa gejala, biasanya terjadi pada orang dewasa, tetap bisa menyebarkan virus melalui nyamuk yang kemudian menggigit anggota keluarga lain. Inilah alasan pencegahan harus dimulai dari keluarga sendiri, melibatkan Gerakan 3M Plus secara konsisten dan kalau sekarang sudah ada vaksinasi dengue yang juga bisa menjadi pertimbangan, sebagai langkah tambahan penting untuk melindungi anak-anak dan mencegah konsekuensi yang lebih serius.”

Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, salah satu mitra dalam penyelenggaraan peringatan HUT RS Borromeus ke-104 menyampaikan, “Kami bangga dapat berpartisipasi dalam peringatan penting ini. Sejarah panjang RS Borromeus menunjukkan bahwa keberlanjutan pelayanan kesehatan lahir dari dedikasi dan komitmen. Momen ini menegaskan kembali peran kami sebagai mitra jangka panjang dalam mendukung kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan DBD. Komitmen kami tidak hanya pada akses obat dan pencegahan inovatif, tetapi juga pada edukasi dan langkah pencegahan di masyarakat. Untuk dapat memerangi DBD, kita semua harus bergerak sekarang dengan melakukan 3 hal: meningkatkan kesadaran dan edukasi; menjaga kebersihan lingkungan dengan 3M Plus; serta mempertimbangkan pencegahan yang inovatif. Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi keluarga dan memastikan masa depan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.”

Selain menyoroti DBD, RS Borromeus juga mengingatkan bahwa beban penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular lainnya terus meningkat di Bandung dan Jawa Barat. Melalui talk show yang menargetkan lebih dari 800 warga Bandung ini, RS Borromeus mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada kesehatan diri dan keluarga dengan menjalankan pola hidup sehat serta langkah pencegahan sejak dini.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kronologi Haji Bolot...
Kronologi Haji Bolot Dilarikan ke RS karena Serangan Jantung, Bermula dari Sesak Napas
MRCCC Siloam Perkenalkan...
MRCCC Siloam Perkenalkan CT-LINAC Pertama di Asia Tenggara
RS MMC Luncurkan Bedah...
RS MMC Luncurkan Bedah Robotik Generasi Baru: Operasi Kompleks Bisa Dilakukan dari Jarak Jauh
Operasi Robotik Lutut...
Operasi Robotik Lutut Hadir di Kepri dan Riau, Tak Perlu Berobat ke Luar Negeri
Dorong Inovasi Bedah...
Dorong Inovasi Bedah Jantung, Siloam Heart Hospital Hadirkan Pelatihan Eksklusif dengan Pakar Global
Mochtar Riady: Siloam...
Mochtar Riady: Siloam Bakal Jadi Hospital AI Pertama di Indonesia
Prabowo Resmikan RSUD...
Prabowo Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Komitmen Ingin Memodernisasi RS dalam 3 Tahun
Kisah Penipu Paling...
Kisah Penipu Paling Setia: Palsukan Slip Pembayaran RS hingga 4 Tahun demi Selamatkan Nyawa Istri
IHEX 2026 di Tangerang...
IHEX 2026 di Tangerang Dorong Sertifikasi Rumah Sakit Syariah yang Inklusif
Rekomendasi
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
Makin Mudah Berinvestasi,...
Makin Mudah Berinvestasi, Pegadaian dan KSEI Gandeng Tangan Kembangkan ETF Emas
Berita Terkini
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Desainer Indonesia Ditantang...
Desainer Indonesia Ditantang Jadi Agen Perubahan, Tak Lagi Sekadar Estetika
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Travel, Cut Meyriska dan Roger Danuarta Serahkan Bukti ke Polisi
Bisa Tetap Berkarya!...
Bisa Tetap Berkarya! Ini Tips Menjaga Kualitas Hidup Setelah Pensiun
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved