HUT ke-104, RS Borromeus Bandung Tekankan Pentingnya Edukasi dan Pencegahan Penyakit

Minggu, 24 Agustus 2025 - 15:30 WIB
loading...
HUT ke-104, RS Borromeus...
Hari ini, dalam rangka menyongsong HUT 104 Rumah Sakit Santo Borromeus, Bandung, dilaksanakan sejumlah kegiatan yang berkontibusi terhadap kesehatan. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Hari ini, dalam rangka menyongsong HUT 104 Rumah Sakit Santo Borromeus, Bandung, dilaksanakan sejumlah kegiatan yang berkontibusi terhadap kesehatan masyarakat Bandung dan Jawa Barat. Perayaan dilakukan melalui serangkaian kegiatan mulai dari peluncuran komunitas “Borromeus Runners” melalui kegiatan berlari sejauh 5 kilometer, Salsation bersama, penyelenggaraan acara talk show bertajuk “Burden of Health Problems in Bandung: The Importance of Promotive and Preventive Medicine (Beban Kesehatan di Kota Bandung: Pentingnya Pengobatan Promotif dan Preventif)”, peluncuran “Borromeus Health Travel Services”, sampai dengan acara donor darah guna mendukung ketersediaan darah di Palang Merah Indonesia Unit Transfusi Darah Kota Bandung.

Direktur Utama RS Borromeus, dr. Chandra Mulyono, Sp.S, yang diwakili oleh dr. Marvin Marino, SpGK, AIFO-K, Direktur Medis RS Borromeus, mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan panjang rumah sakit yang telah hadir dan melayani masyarakat Bandung serta Jawa Barat selama 104 tahun. “Dalam rangka menyongsong hari jadi yang ke-104 adalah momen penuh syukur bagi kami. Selama lebih dari satu abad, kami dipercaya mendampingi masyarakat Bandung dan Jawa Barat dalam menjaga kesehatan, dan amanah ini akan terus kami pegang. Kami sadar tantangan kesehatan semakin kompleks, dari penyakit menular seperti DBD hingga penyakit tidak menular yang terus meningkat. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan memperkuat upaya promotif serta preventif, agar masyarakat bukan hanya dirawat saat sakit, tetapi juga terlindungi sebelum sakit. Terima kasih kepada para mitra, termasuk Takeda, dan seluruh pihak, yang telah berpartisipasi dalam perayaan ini, dan kepada masyarakat Bandung dan Jawa Barat atas kepercayaannya yang diberikan selama ini.”

Demam Berdarah Dengue (DBD) Ancaman Serius di Jawa Barat

Di antara serangkaian kegiatan perayaan HUT ke-104 RS Borromeus, sesi talk show menjadi sorotan utama karena menekankan pentingnya upaya promotif dan preventif dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang ada di masyarakat. Salah satu isu yang dibahas secara mendalam adalah demam berdarah dengue atau biasa dikenal dengan DBD, yang terus menjadi ancaman serius di Jawa Barat dengan kasus yang meningkat dan berdampak luas pada keluarga dan komunitas.

Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat, sampai dengan minggu ke-25 tahun 2025 (Juni 2025), Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah kasus DBD tertinggi di Indonesia, yaitu 17.281 kasus. Angka kematian akibat dengue di Jawa Barat juga menempati urutan kedua tertinggi secara nasional, dengan 61 kematian. Data yang sama menempatkan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung sebagai daerah dengan kasus DBD tertinggi nasional kedua dan ketiga, yaitu sebanyak 1.475 dan 1.465 kasus.

dr. Sony Adam, SH, MM, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, menyampaikan, “Kasus DBD di Kota Bandung masih menjadi tantangan besar bagi kita semua. Angka yang tercatat hingga pertengahan tahun ini menunjukkan bahwa penyakit ini tetap menjadi ancaman nyata bagi keluarga dan komunitas kita. Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai langkah, mulai dari edukasi masyarakat, peningkatan surveilans, pemberantasan sarang nyamuk, hingga mendorong pemanfaatan pencegahan yang inovatif seperti vaksinasi. Namun, upaya ini tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, kami mengajak setiap keluarga untuk lebih waspada dan aktif melakukan pencegahan di rumah masing-masing. Jika pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat berjalan bersama, kita dapat menekan kasus DBD dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat di Jawa Barat.”

dr. Stephanie Yuliana Usman, SpPD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, menjelaskan, “DBD adalah penyakit yang bisa menyerang siapa saja, tanpa memandang usia, gaya hidup, maupun tempat tinggal. Banyak masyarakat masih beranggapan DBD hanya muncul di musim hujan, padahal infeksi virus ini ada sepanjang tahun. Walaupun memang, pada saat musim hujan angka kasusnya cenderung naik. Hingga kini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan DBD; terapi yang diberikan dokter hanya bertujuan meredakan gejala seperti demam atau nyeri, bukan membunuh virusnya. Inilah mengapa pencegahan menjadi langkah yang paling utama. Pencegahan ini semakin penting bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti obesitas, penyakit ginjal, diabetes melitus, hipertensi, maupun gangguan pernapasan, karena kondisi tersebut dapat memperburuk infeksi dengue. Dengan kata lain, satu kasus dengue saja bisa membawa risiko yang jauh lebih besar bila dialami pasien dengan komorbid. Karena itu, kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan langkah-langkah pencegahan harus ditingkatkan.”

Sementara itu, dr. Tony Ijong Dachlan, Sp.A, Dokter Spesialis Anak, menekankan bahaya dengue pada anak-anak. “Dengue juga menjadi ancaman besar bagi anak-anak. Anak-anak adalah kelompok paling rentan terhadap infeksi virus dengue, dengan risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lain, yaitu sekitar 45 persen terjadi pada usia 5-14 tahun. Selain itu, karena virus dengue terdiri dari empat serotipe, seseorang bisa terinfeksi lebih dari sekali—dan infeksi yang berulang berisiko lebih berat. Bahkan kasus infeksi tanpa gejala, biasanya terjadi pada orang dewasa, tetap bisa menyebarkan virus melalui nyamuk yang kemudian menggigit anggota keluarga lain. Inilah alasan pencegahan harus dimulai dari keluarga sendiri, melibatkan Gerakan 3M Plus secara konsisten dan kalau sekarang sudah ada vaksinasi dengue yang juga bisa menjadi pertimbangan, sebagai langkah tambahan penting untuk melindungi anak-anak dan mencegah konsekuensi yang lebih serius.”

Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, salah satu mitra dalam penyelenggaraan peringatan HUT RS Borromeus ke-104 menyampaikan, “Kami bangga dapat berpartisipasi dalam peringatan penting ini. Sejarah panjang RS Borromeus menunjukkan bahwa keberlanjutan pelayanan kesehatan lahir dari dedikasi dan komitmen. Momen ini menegaskan kembali peran kami sebagai mitra jangka panjang dalam mendukung kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan DBD. Komitmen kami tidak hanya pada akses obat dan pencegahan inovatif, tetapi juga pada edukasi dan langkah pencegahan di masyarakat. Untuk dapat memerangi DBD, kita semua harus bergerak sekarang dengan melakukan 3 hal: meningkatkan kesadaran dan edukasi; menjaga kebersihan lingkungan dengan 3M Plus; serta mempertimbangkan pencegahan yang inovatif. Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi keluarga dan memastikan masa depan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.”

Selain menyoroti DBD, RS Borromeus juga mengingatkan bahwa beban penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular lainnya terus meningkat di Bandung dan Jawa Barat. Melalui talk show yang menargetkan lebih dari 800 warga Bandung ini, RS Borromeus mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada kesehatan diri dan keluarga dengan menjalankan pola hidup sehat serta langkah pencegahan sejak dini.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenguk Haji Bolot di...
Jenguk Haji Bolot di RS, Rico Ceper Ungkap Momen Mengharukan
Kronologi Haji Bolot...
Kronologi Haji Bolot Dilarikan ke RS karena Serangan Jantung, Bermula dari Sesak Napas
MRCCC Siloam Perkenalkan...
MRCCC Siloam Perkenalkan CT-LINAC Pertama di Asia Tenggara
RS MMC Luncurkan Bedah...
RS MMC Luncurkan Bedah Robotik Generasi Baru: Operasi Kompleks Bisa Dilakukan dari Jarak Jauh
Operasi Robotik Lutut...
Operasi Robotik Lutut Hadir di Kepri dan Riau, Tak Perlu Berobat ke Luar Negeri
Dorong Inovasi Bedah...
Dorong Inovasi Bedah Jantung, Siloam Heart Hospital Hadirkan Pelatihan Eksklusif dengan Pakar Global
Prabowo Resmikan RSUD...
Prabowo Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Komitmen Ingin Memodernisasi RS dalam 3 Tahun
Kisah Penipu Paling...
Kisah Penipu Paling Setia: Palsukan Slip Pembayaran RS hingga 4 Tahun demi Selamatkan Nyawa Istri
IHEX 2026 di Tangerang...
IHEX 2026 di Tangerang Dorong Sertifikasi Rumah Sakit Syariah yang Inklusif
Rekomendasi
Salah Umumkan Ayah Messi...
Salah Umumkan Ayah Messi Meninggal, Presenter Argentina Mundur
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Berita Terkini
Suka Takut Minum Vitamin...
Suka Takut Minum Vitamin C Karena Bikin Lambung Perih? Ini Penjelasannya
Konser BTS Jakarta 2026...
Konser BTS Jakarta 2026 Jadi 3 Hari, Pramono Sebut Berdampak Besar bagi Ekonomi
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Miss Indonesia Audrey...
Miss Indonesia Audrey Bianca Ungkap Perjuangan Perdana Jalankan Proyek BWAP di Luar Jawa
Road to Kilau Raya Mojokerto...
Road to Kilau Raya Mojokerto : MNCTV Hadir Meriahkan Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108
Infografis
7 Gejala Awal Penyakit...
7 Gejala Awal Penyakit Ginjal yang Terlihat di Kaki dan Tangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved