Hanung Bramantyo Bongkar Skema Kerusuhan 1998, Ingatkan Masyarakat Waspada

Selasa, 02 September 2025 - 06:00 WIB
loading...
Hanung Bramantyo Bongkar...
Sutradara ternama Hanung Bramantyo membongkar skema mengenai kerusuhan 1998 yang menjadi salah satu tragedi kelam dalam sejarah Indonesia melalui Instagram. Foto/Instagram @hehaproduction
A A A
JAKARTA - Sutradara ternama Hanung Bramantyo membongkar skema mengenai kerusuhan 1998 yang menjadi salah satu tragedi kelam dalam sejarah Indonesia. Hal tersebut terungkap melalui akun Instagram pribadinya, @hanungbramantyo.

Hanung Bramantyo menuliskan skema peristiwa kerusuhan 1998 . Di mana kala itu menelan banyak korban sipil sekaligus meninggalkan trauma mendalam, khususnya bagi masyarakat keturunan Tionghoa.

Dalam unggahannya, Hanung menguraikan bagaimana kerusuhan 1998 bermula. Menurutnya, korban sipil yang jatuh akibat tindakan aparat memicu gelombang kemarahan massa dan berujung pada demonstrasi besar-besaran.

Pada tahap berikutnya, provokator bergerak mengambil alih situasi dengan melakukan tindakan anarkis, termasuk perusakan dan aksi pemerkosaan terhadap perempuan keturunan Tionghoa.

Baca Juga: Hanung Bramantyo Kritik Jadwal Rilis Film Animasi Merah Putih One For All: Kok Bisa Dapat Tanggal

Hanung Bramantyo Bongkar Skema Kerusuhan 1998, Ingatkan Masyarakat Waspada

Foto/Instagram @hanungbramantyo

"Skema kerusuhan 98. Korban sipil tewas oleh aparat. Masa marah lalu demo masal," tulis Hanung dikutip dari Instagram @hanungbramantyo, Selasa (2/9/2025).

"Provokator bergerak merusak, diikuti pemerkosaan tenis Tionghoa," sambungnya.

Tragedi ini memaksa pemerintah saat itu untuk mengumumkan keadaan darurat demi mengendalikan situasi nasional.

"Pemerintah mengumumkan keadaan darurat," jelasnya.

Baca Juga: Hanung Bramantyo Kembali ke Panggung Teater dengan Drama Musikal Sinematik City of Love

Suami Zaskia Adya Mecca itu juga menyinggung dinamika politik yang terjadi setelah kerusuhan. Ia menulis bahwa desakan massa kala itu akhirnya berujung pada tuntutan pengunduran diri Presiden, yang kemudian digantikan oleh Wakil Presiden.

Rangkaian peristiwa tersebut tidak hanya mengguncang stabilitas negara, tetapi juga menjadi catatan penting bagi perjalanan demokrasi Indonesia. Dengan menyajikan kembali skema peristiwa itu, Hanung ingin memberikan gambaran kepada generasi muda tentang bagaimana provokasi dapat memanfaatkan situasi krisis.

"Tuntutan Presiden terpilih mundur. Wakil Presiden naik jadi Presiden," ujarnya.

Lebih jauh, sutradara 49 tahun ini memberikan pesan khusus kepada kelompok mahasiswa dan driver ojek online (ojol) yang kerap terlibat dalam aksi demonstrasi belakangan ini. Ia meminta agar mereka tidak mudah terprovokasi dan memilih untuk pulang apabila situasi sudah tidak terkendali.

Baca Juga: Hanung Bramantyo Petik Hikmah Patah Tulang akibat Ketiban Moge, Jadi Lebih Sabar

Pesan tersebut menegaskan kekhawatiran Hanung akan adanya pihak-pihak yang berupaya menunggangi aksi massa demi kepentingan tertentu.

"Jangan sampai terjadi lagi! Adik-adik mahasiswa, para driver ojol, please tolong pulang kalian. Karena sekarang yang bergerak provokator mengenakan identitas kalian," tandasnya.

Unggahan sutradara film Gowok: Kamasutra Jawa itu pun menuai banyak tanggapan dari warganet. Sebagian besar memberikan komentar dukungan dan menyatakan setuju dengan peringatan yang disampaikan.

Ada pula yang mendoakan keselamatan bangsa Indonesia di tengah situasi yang penuh gejolak. Bahkan dari warganet luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei.

"Setuju," kata warganet.

"Tetap aman semuanya," komentar warganet.

"Kami dari Malaysia, Singapura, dan Brunei mendoakan keselamatan saudara kami di Indonesia. Kadang kita gaduh, tapi kita tetap serumpun keluarga. Jaga diri, jaga negara kalian," tulis warganet.

(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berangkat Umrah, Ruben...
Berangkat Umrah, Ruben Onsu Serahkan Semua Masalah dalam Doa di Depan Ka'bah
Tantri Kotak Jadi Korban...
Tantri Kotak Jadi Korban Penipuan, Uang Rp10 Miliar Diduga Dibawa Kabur Teman Sendiri
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Ultah ke-34, Ayu Ting...
Ultah ke-34, Ayu Ting Ting Pamer Momen Romantis Bareng Kevin Gusnadi
Anang Hermansyah Kompak...
Anang Hermansyah Kompak Wisuda Bareng Ashanty dan Azriel di UNAIR, Raih Gelar S2 dan S3
Sarwendah Akhirnya Buka...
Sarwendah Akhirnya Buka Suara, Tegas Bantah Halangi Ruben Onsu Bertemu Anak
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Rekomendasi
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Ditjen Polpum Dorong...
Ditjen Polpum Dorong Standarisasi Anggaran Kesbangpol Berbasis Risiko dan Kebutuhan Daerah
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Berita Terkini
Archie dan Lilibet ke...
Archie dan Lilibet ke Inggris, Akankah Bertemu Anak-anak Pangeran William?
Sidang PK Nikita Mirzani...
Sidang PK Nikita Mirzani Ditunda hingga 1 Juli 2026, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Beri Dukungan untuk Nikita Mirzani Jelang Sidang PK Perdana
Nikita Mirzani Jalani...
Nikita Mirzani Jalani Sidang PK Hari Ini, Bakal Hadir di PN Jaksel?
Tio Pakusadewo Ungkap...
Tio Pakusadewo Ungkap Gejala Aneh Sebelum Alami Gangguan Jantung: Cegukan 2 Bulan Gak Berhenti!
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Infografis
Membaca Kode Keras dalam...
Membaca Kode Keras dalam 15 Beat yang Muncul saat Kerusuhan Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved