Agnez Mo Sindir Anggota DPR: EQ Rendah, Cara Bicara Memecah Belah Rakyat
Selasa, 02 September 2025 - 20:00 WIB
loading...
Penyanyi Agnez Mo menyampaikan kritik tajam terhadap anggota DPR. Melalui kanal WhatsApp resminya, ia menyoroti rendahnya kecerdasan emosional (EQ). Foto/Instagram Agnez Mo
A
A
A
JAKARTA - Penyanyi Agnez Mo menyampaikan kritik tajam terhadap anggota DPR . Melalui kanal WhatsApp resminya, ia menyoroti rendahnya kecerdasan emosional (EQ) dan cara berbicara sejumlah wakil rakyat yang dinilai memecah belah serta merendahkan publik.
Menurut Agnez Mo , sikap tanpa empati tersebut tidak hanya merusak citra lembaga legislatif, tetapi juga mencederai harapan masyarakat yang menginginkan wakil rakyat berintegritas.
"Semua berawal dari EQ yang rendah, cara bicara publik yang memecah belah dan merendahkan, serta tidak adanya empati," kata Agnez dikutip dari kanal WhatsApp resminya, Selasa (2/9/2025).
Agnez menjelaskan bahwa hal paling mendasar yang seharusnya dimiliki seorang anggota DPR adalah kemampuan berbicara di depan publik dengan cara yang layak. Kemampuan tersebut, tegasnya, bukan sekadar keterampilan komunikasi, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk mencari solusi yang dapat mengakomodasi semua pihak.
Baca Juga: Agnez Mo Akhirnya Buka Suara usai MA Kabulkan Kasasinya
![Agnez Mo Sindir Anggota DPR: EQ Rendah, Cara Bicara Memecah Belah Rakyat]()
Foto/kanal WhatsApp Agnez Mo
Mantan artis cilik ini menambahkan, seorang pejabat publik tidak seharusnya berbicara hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, melainkan harus menjadi jembatan aspirasi rakyat yang diwakilinya.
"Hal paling minimal yang bisa saya harapkan dari seorang anggota DPR adalah kemampuan berbicara di depan publik yang layak," jelasnya.
"Yang tidak memecah belah, tapi justru mencari solusi untuk semua pihak, bukan cuma untuk kepentingan dirinya sendiri atau kepentingan tertentu," tambahnya.
Lebih lanjut, penyanyi 39 tahun itu menilai fakta bahwa masyarakat bahkan harus menuntut standar dasar berupa komunikasi publik yang beradab sungguh mengejutkan.
Baca Juga: Agnez Mo Menang Kasasi Hak Cipta Lagu Bilang Saja, Begini Respons Ari Bias
Dalam pandangannya, tuntutan tersebut seharusnya menjadi hal yang otomatis melekat pada diri seorang legislator atau pembuat undang-undang.
"Dan fakta bahwa kita bahkan harus menuntut sesuatu sesederhana kemampuan berbicara di depan publik is mind-blowing. Standard paling dasar sebagai manusia, apalagi sebagai wakil rakyat atau pembuat aturan atau hukum," ujarnya.
Pelatun Matahariku ini kemudian menceritakan pengalamannya beberapa bulan lalu ketika ia secara pribadi mendengar salah satu anggota DPR meremehkan pendapat dirinya sebagai masyarakat dengan alasan latar belakang pendidikan. Ia menyebutkan, ada anggota dewan yang dengan mudah mengatakan bahwa jika seseorang belum bergelar S3 (PhD), maka tidak pantas berbicara mengenai isu tertentu.
Bagi pemilik nama asli Agnes Monika Muljoto itu, pernyataan semacam ini mencerminkan sikap elitis yang mengabaikan substansi aspirasi publik dan merendahkan suara masyarakat yang seharusnya dihargai.
Baca Juga: Agnez Mo Tanggapi Putusan Kasus Hak Cipta yang Dinilai Tak Sesuai UU, Posting Ini Jadi Sorotan!
"But well. Udah mengalami itu sendiri sih beberapa bulan lalu, ketika ada salah satu anggota DPR yang dengan enteng bilang kalau belum S3 (PhD), ya ga usah ngomong soal isu ini, karena mungkin menurut dia semua orang lain terlalu bodoh," ungkapnya.
Tidak hanya itu, penyanyi go international itu juga menyoroti sikap yang kerap disertai dengan tindakan mencemarkan nama baik serta menjelek-jelekkan pihak lain yang memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, logika seperti itu justru memperlihatkan kualitas rendah dari seorang pejabat publik.
Ia berharap kritik ini dapat menjadi refleksi bersama bahwa pejabat publik perlu membangun budaya komunikasi yang sehat, penuh empati, dan menghargai perbedaan pendapat, demi terciptanya iklim demokrasi yang lebih bermartabat.
"Dan jangan lupa, itu semua dilakukan sambil mencemarkan nama baik dan menjelek-jelekkan semua orang lain yang punya pendapat berbeda," ucapnya.
"Logika model begitu udah cukup menunjukkan semuanya," tandasnya.
Menurut Agnez Mo , sikap tanpa empati tersebut tidak hanya merusak citra lembaga legislatif, tetapi juga mencederai harapan masyarakat yang menginginkan wakil rakyat berintegritas.
"Semua berawal dari EQ yang rendah, cara bicara publik yang memecah belah dan merendahkan, serta tidak adanya empati," kata Agnez dikutip dari kanal WhatsApp resminya, Selasa (2/9/2025).
Agnez menjelaskan bahwa hal paling mendasar yang seharusnya dimiliki seorang anggota DPR adalah kemampuan berbicara di depan publik dengan cara yang layak. Kemampuan tersebut, tegasnya, bukan sekadar keterampilan komunikasi, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk mencari solusi yang dapat mengakomodasi semua pihak.
Baca Juga: Agnez Mo Akhirnya Buka Suara usai MA Kabulkan Kasasinya

Foto/kanal WhatsApp Agnez Mo
Mantan artis cilik ini menambahkan, seorang pejabat publik tidak seharusnya berbicara hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, melainkan harus menjadi jembatan aspirasi rakyat yang diwakilinya.
"Hal paling minimal yang bisa saya harapkan dari seorang anggota DPR adalah kemampuan berbicara di depan publik yang layak," jelasnya.
"Yang tidak memecah belah, tapi justru mencari solusi untuk semua pihak, bukan cuma untuk kepentingan dirinya sendiri atau kepentingan tertentu," tambahnya.
Lebih lanjut, penyanyi 39 tahun itu menilai fakta bahwa masyarakat bahkan harus menuntut standar dasar berupa komunikasi publik yang beradab sungguh mengejutkan.
Baca Juga: Agnez Mo Menang Kasasi Hak Cipta Lagu Bilang Saja, Begini Respons Ari Bias
Dalam pandangannya, tuntutan tersebut seharusnya menjadi hal yang otomatis melekat pada diri seorang legislator atau pembuat undang-undang.
"Dan fakta bahwa kita bahkan harus menuntut sesuatu sesederhana kemampuan berbicara di depan publik is mind-blowing. Standard paling dasar sebagai manusia, apalagi sebagai wakil rakyat atau pembuat aturan atau hukum," ujarnya.
Pelatun Matahariku ini kemudian menceritakan pengalamannya beberapa bulan lalu ketika ia secara pribadi mendengar salah satu anggota DPR meremehkan pendapat dirinya sebagai masyarakat dengan alasan latar belakang pendidikan. Ia menyebutkan, ada anggota dewan yang dengan mudah mengatakan bahwa jika seseorang belum bergelar S3 (PhD), maka tidak pantas berbicara mengenai isu tertentu.
Bagi pemilik nama asli Agnes Monika Muljoto itu, pernyataan semacam ini mencerminkan sikap elitis yang mengabaikan substansi aspirasi publik dan merendahkan suara masyarakat yang seharusnya dihargai.
Baca Juga: Agnez Mo Tanggapi Putusan Kasus Hak Cipta yang Dinilai Tak Sesuai UU, Posting Ini Jadi Sorotan!
"But well. Udah mengalami itu sendiri sih beberapa bulan lalu, ketika ada salah satu anggota DPR yang dengan enteng bilang kalau belum S3 (PhD), ya ga usah ngomong soal isu ini, karena mungkin menurut dia semua orang lain terlalu bodoh," ungkapnya.
Tidak hanya itu, penyanyi go international itu juga menyoroti sikap yang kerap disertai dengan tindakan mencemarkan nama baik serta menjelek-jelekkan pihak lain yang memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, logika seperti itu justru memperlihatkan kualitas rendah dari seorang pejabat publik.
Ia berharap kritik ini dapat menjadi refleksi bersama bahwa pejabat publik perlu membangun budaya komunikasi yang sehat, penuh empati, dan menghargai perbedaan pendapat, demi terciptanya iklim demokrasi yang lebih bermartabat.
"Dan jangan lupa, itu semua dilakukan sambil mencemarkan nama baik dan menjelek-jelekkan semua orang lain yang punya pendapat berbeda," ucapnya.
"Logika model begitu udah cukup menunjukkan semuanya," tandasnya.
(dra)
Lihat Juga :