Tak Selalu Nyeri Dada, Ini 7 Gejala Serangan Jantung yang Sering Terabaikan
Rabu, 03 September 2025 - 21:00 WIB
loading...
Serangan jantung tidak selalu diawali dengan nyeri dada yang dramatis seperti yang banyak dibayangkan. Faktanya, tubuh sering memberikan sinyal lebih halus. Foto/Harvard Health
A
A
A
JAKARTA - Serangan jantung tidak selalu diawali dengan nyeri dada yang dramatis seperti yang banyak dibayangkan. Faktanya, tubuh sering memberikan sinyal lebih halus yang muncul dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari kelelahan ekstrem, sesak napas, hingga gangguan pencernaan tanpa sebab jelas.
Gejala ringan ini kerap diabaikan karena dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda awal adanya masalah serius pada jantung. American Heart Association menegaskan bahwa mengenali gejala-gejala non-klasik sangat penting untuk mencegah risiko serangan jantung mendadak.
Mulai dari rasa tidak nyaman di dada, pusing mendadak, detak jantung tidak teratur, hingga pembengkakan pada kaki, semua bisa menjadi alarm tubuh yang harus diwaspadai. Bertindak cepat ketika tanda-tanda ini muncul dapat menyelamatkan nyawa sebelum kondisi mencapai tahap kritis.
Berikut gejala serangan jantung yang sering diabaikan dilansir dari Times of India, Rabu (3/9/2025).
Baca Juga: Studi: Minum Teh Tiap Hari Kurangi Risiko Serangan Jantung dan Stroke
Banyak orang salah kaprah bahwa serangan jantung selalu menimbulkan rasa sakit menusuk. Faktanya, gejala bisa berupa tekanan samar, rasa penuh, atau sesak yang datang dan pergi. Kondisi ini bisa menyebar ke lengan, leher, rahang, punggung, atau perut. Rasa nyeri alih seperti ini merupakan salah satu sinyal klasik yang patut diwaspadai.
Merasa lelah adalah hal wajar, tetapi kelelahan ekstrem yang terus-menerus tanpa alasan jelas bisa menjadi tanda awal masalah jantung. Studi medis menemukan bahwa wanita sering mengalami gejala ini sebelum serangan jantung terjadi. Jika rasa letih tidak hilang meski sudah beristirahat, segera konsultasikan dengan dokter.
Jika Anda merasa kesulitan bernapas meski tidak melakukan aktivitas berat, hal ini patut dicurigai. Sesak napas bisa muncul dengan atau tanpa nyeri dada, dan biasanya terjadi karena jantung tidak memompa darah kaya oksigen dengan baik. Gejala ini sering kali dianggap remeh, padahal bisa menjadi tanda peringatan serius.
Baca Juga: Hipertensi Bisa Picu Serangan Jantung Mendadak, Ini Penjelasan Dokter IPB
Rasa tidak nyaman di perut bagian atas, kembung, hingga mual tanpa penyebab jelas bisa berkaitan dengan penyumbatan arteri. Banyak orang mengira gejala ini hanya masalah lambung biasa, padahal sebenarnya merupakan sinyal awal serangan jantung.
Tiba-tiba merasa pusing, hampir pingsan, atau berkeringat dingin tanpa alasan jelas dapat menandakan jantung sedang dalam kondisi stres. Tubuh memberi sinyal darurat bahwa sirkulasi darah tidak normal. Gejala ini sering muncul mendadak, sehingga jangan menundanya untuk mencari pertolongan medis.
Palpitasi atau jantung berdebar kencang bisa jadi tanda gangguan irama jantung. Jika kondisi ini sering terjadi tanpa dipicu kafein atau kecemasan, bisa jadi jantung sedang mengalami masalah serius. Detak jantung tidak teratur erat kaitannya dengan risiko serangan jantung mendadak.
Baca Juga: 7 Gejala Serangan Jantung pada Wanita yang Berbeda dari Pria dan Sering Diabaikan
Jika kaki, pergelangan, atau telapak kaki tiba-tiba bengkak tanpa sebab jelas, ini bisa menandakan jantung tidak memompa darah secara optimal. Akibatnya, cairan menumpuk pada tubuh bagian bawah. Kondisi ini sering kali diabaikan, padahal bisa menjadi tanda awal gagal jantung.
Gejala ringan ini kerap diabaikan karena dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda awal adanya masalah serius pada jantung. American Heart Association menegaskan bahwa mengenali gejala-gejala non-klasik sangat penting untuk mencegah risiko serangan jantung mendadak.
Mulai dari rasa tidak nyaman di dada, pusing mendadak, detak jantung tidak teratur, hingga pembengkakan pada kaki, semua bisa menjadi alarm tubuh yang harus diwaspadai. Bertindak cepat ketika tanda-tanda ini muncul dapat menyelamatkan nyawa sebelum kondisi mencapai tahap kritis.
Berikut gejala serangan jantung yang sering diabaikan dilansir dari Times of India, Rabu (3/9/2025).
7 Gejala Serangan Jantung yang Sering Terabaikan
Baca Juga: Studi: Minum Teh Tiap Hari Kurangi Risiko Serangan Jantung dan Stroke
1. Ketidaknyamanan di Dada yang Tidak Selalu Jelas
Banyak orang salah kaprah bahwa serangan jantung selalu menimbulkan rasa sakit menusuk. Faktanya, gejala bisa berupa tekanan samar, rasa penuh, atau sesak yang datang dan pergi. Kondisi ini bisa menyebar ke lengan, leher, rahang, punggung, atau perut. Rasa nyeri alih seperti ini merupakan salah satu sinyal klasik yang patut diwaspadai.
2. Kelelahan yang Tidak Biasa
Merasa lelah adalah hal wajar, tetapi kelelahan ekstrem yang terus-menerus tanpa alasan jelas bisa menjadi tanda awal masalah jantung. Studi medis menemukan bahwa wanita sering mengalami gejala ini sebelum serangan jantung terjadi. Jika rasa letih tidak hilang meski sudah beristirahat, segera konsultasikan dengan dokter.
3. Sesak Napas, Bahkan Saat Istirahat
Jika Anda merasa kesulitan bernapas meski tidak melakukan aktivitas berat, hal ini patut dicurigai. Sesak napas bisa muncul dengan atau tanpa nyeri dada, dan biasanya terjadi karena jantung tidak memompa darah kaya oksigen dengan baik. Gejala ini sering kali dianggap remeh, padahal bisa menjadi tanda peringatan serius.
Baca Juga: Hipertensi Bisa Picu Serangan Jantung Mendadak, Ini Penjelasan Dokter IPB
4. Gangguan Pencernaan atau Mual
Rasa tidak nyaman di perut bagian atas, kembung, hingga mual tanpa penyebab jelas bisa berkaitan dengan penyumbatan arteri. Banyak orang mengira gejala ini hanya masalah lambung biasa, padahal sebenarnya merupakan sinyal awal serangan jantung.
5. Pusing, Pening, atau Keringat Dingin
Tiba-tiba merasa pusing, hampir pingsan, atau berkeringat dingin tanpa alasan jelas dapat menandakan jantung sedang dalam kondisi stres. Tubuh memberi sinyal darurat bahwa sirkulasi darah tidak normal. Gejala ini sering muncul mendadak, sehingga jangan menundanya untuk mencari pertolongan medis.
6. Detak Jantung Tidak Teratur
Palpitasi atau jantung berdebar kencang bisa jadi tanda gangguan irama jantung. Jika kondisi ini sering terjadi tanpa dipicu kafein atau kecemasan, bisa jadi jantung sedang mengalami masalah serius. Detak jantung tidak teratur erat kaitannya dengan risiko serangan jantung mendadak.
Baca Juga: 7 Gejala Serangan Jantung pada Wanita yang Berbeda dari Pria dan Sering Diabaikan
7. Pembengkakan di Kaki dan Pergelangan
Jika kaki, pergelangan, atau telapak kaki tiba-tiba bengkak tanpa sebab jelas, ini bisa menandakan jantung tidak memompa darah secara optimal. Akibatnya, cairan menumpuk pada tubuh bagian bawah. Kondisi ini sering kali diabaikan, padahal bisa menjadi tanda awal gagal jantung.
(dra)
Lihat Juga :