Pangeran William Siap Cabut Gelar Kerajaan Andrew usai Skandal Epstein Terungkap
Senin, 08 September 2025 - 05:00 WIB
loading...
Pangeran William dikabarkan tengah mempersiapkan langkah besar terhadap pamannya, Pangeran Andrew. William berencana mencabut seluruh gelar kerajaan Andrew. Foto/People
A
A
A
INGGRIS - Pangeran William dikabarkan tengah mempersiapkan langkah besar terhadap pamannya, Pangeran Andrew . Menurut laporan Radar Online, William berencana mencabut seluruh gelar kerajaan Andrew ketika dirinya resmi menjadi Raja Inggris.
Dilansir dari Geo TV, Senin (8/9/2025), keputusan Pangeran William ini disebut sebagai upaya membersihkan citra Kerajaan Inggris dari skandal yang merusak reputasi keluarga kerajaan.
Baca Juga: Rencana Pangeran William Bocor, Siap Singkirkan Ratu Camilla usai Raja Charles III Meninggal?
Isu ini kembali mencuat setelah munculnya buku baru berjudul The Rise and Fall of the House of York karya sejarawan Andrew Lownie. Buku tersebut melontarkan klaim kontroversial dengan menyebut Andrew sebagai sosok “wanita mesum yang tidak pernah menyesali perbuatannya” serta “seorang badut haus uang” yang kerap bergaul dengan orang-orang bermasalah.
Laporan ini memperkuat dugaan keterkaitan adik Raja Charles III itu dengan skandal Jeffrey Epstein, meski Andrew selalu membantah tuduhan tersebut.
Sumber istana menyebut, isi buku Lownie bisa menjadi “paku terakhir” yang memperburuk hubungan Andrew dengan Kerajaan. “Andrew sudah lama dianggap sebagai beban keluarga. Mereka tidak menginginkannya lagi,” ungkap seorang informan kerajaan.
Dengan reputasi yang terus tercoreng, banyak pihak menilai waktunya ayah dua anak itu benar-benar dikeluarkan dari lingkaran kerajaan.
![Pangeran William Siap Cabut Gelar Kerajaan Andrew usai Skandal Epstein Terungkap]()
Foto/People
Baca Juga: Terungkap! Pangeran William Disebut Siapkan Rencana Unik saat Jadi Raja Inggris
Nama Andrew telah lama dikaitkan dengan skandal seksual Jeffrey Epstein. Pada 2019, tuduhan dari Virginia Giuffre, yang mengaku dilecehkan Andrew saat berusia 17 tahun, menggemparkan publik dunia.
Meski mantan suami Sarah Ferguson itu membantah keras, kasus perdata di Amerika Serikat akhirnya diselesaikan dengan pembayaran kompensasi sebesar USD16 juta atau sekitar Rp260 miliar. Kasus ini membuat sang ibunda, mendiang Ratu Elizabeth II saat itu mencabut semua peran militer, gaji kerajaan, serta melarang Andrew dari tugas resmi kerajaan.
Tragedi semakin dalam ketika Virginia Giuffre dilaporkan meninggal dunia pada April 2025 di usia 41 tahun, yang menurut laporan awal diduga karena bunuh diri. Peristiwa ini kembali menyeret nama sang pangeran ke dalam sorotan publik dan menambah tekanan bagi Kerajaan Inggris.
Andrew yang sebelumnya menyandang gelar Duke of York, kini disebut hanya tinggal menunggu waktu hingga benar-benar kehilangan status kerajaannya. Jika rencana Pangeran William terealisasi, maka Andrew akan sepenuhnya disingkirkan dari kerajaan.
Langkah ini dipandang sebagai upaya tegas untuk menjaga integritas kerajaan di mata publik global sekaligus memutus rantai kontroversi yang melekat pada nama Andrew.
Baca Juga: Pangeran William Siapkan Sentuhan Modern untuk Upacara Penobatannya
Dilansir dari Geo TV, Senin (8/9/2025), keputusan Pangeran William ini disebut sebagai upaya membersihkan citra Kerajaan Inggris dari skandal yang merusak reputasi keluarga kerajaan.
Pangeran William Pertimbangkan Langkah Tegas
Baca Juga: Rencana Pangeran William Bocor, Siap Singkirkan Ratu Camilla usai Raja Charles III Meninggal?
Skandal Baru yang Mengguncang
Isu ini kembali mencuat setelah munculnya buku baru berjudul The Rise and Fall of the House of York karya sejarawan Andrew Lownie. Buku tersebut melontarkan klaim kontroversial dengan menyebut Andrew sebagai sosok “wanita mesum yang tidak pernah menyesali perbuatannya” serta “seorang badut haus uang” yang kerap bergaul dengan orang-orang bermasalah.
Laporan ini memperkuat dugaan keterkaitan adik Raja Charles III itu dengan skandal Jeffrey Epstein, meski Andrew selalu membantah tuduhan tersebut.
Hubungan dengan Istana
Sumber istana menyebut, isi buku Lownie bisa menjadi “paku terakhir” yang memperburuk hubungan Andrew dengan Kerajaan. “Andrew sudah lama dianggap sebagai beban keluarga. Mereka tidak menginginkannya lagi,” ungkap seorang informan kerajaan.
Dengan reputasi yang terus tercoreng, banyak pihak menilai waktunya ayah dua anak itu benar-benar dikeluarkan dari lingkaran kerajaan.

Foto/People
Baca Juga: Terungkap! Pangeran William Disebut Siapkan Rencana Unik saat Jadi Raja Inggris
Jejak Skandal Epstein dan Tuduhan Virginia Giuffre
Nama Andrew telah lama dikaitkan dengan skandal seksual Jeffrey Epstein. Pada 2019, tuduhan dari Virginia Giuffre, yang mengaku dilecehkan Andrew saat berusia 17 tahun, menggemparkan publik dunia.
Meski mantan suami Sarah Ferguson itu membantah keras, kasus perdata di Amerika Serikat akhirnya diselesaikan dengan pembayaran kompensasi sebesar USD16 juta atau sekitar Rp260 miliar. Kasus ini membuat sang ibunda, mendiang Ratu Elizabeth II saat itu mencabut semua peran militer, gaji kerajaan, serta melarang Andrew dari tugas resmi kerajaan.
Tragedi semakin dalam ketika Virginia Giuffre dilaporkan meninggal dunia pada April 2025 di usia 41 tahun, yang menurut laporan awal diduga karena bunuh diri. Peristiwa ini kembali menyeret nama sang pangeran ke dalam sorotan publik dan menambah tekanan bagi Kerajaan Inggris.
Masa Depan Andrew di Kerajaan Inggris
Andrew yang sebelumnya menyandang gelar Duke of York, kini disebut hanya tinggal menunggu waktu hingga benar-benar kehilangan status kerajaannya. Jika rencana Pangeran William terealisasi, maka Andrew akan sepenuhnya disingkirkan dari kerajaan.
Langkah ini dipandang sebagai upaya tegas untuk menjaga integritas kerajaan di mata publik global sekaligus memutus rantai kontroversi yang melekat pada nama Andrew.
Baca Juga: Pangeran William Siapkan Sentuhan Modern untuk Upacara Penobatannya
(dra)
Lihat Juga :