Warga Jepang Usia 20-an Ogah Punya Anak, Pernikahan Tak Lagi Prioritas

Senin, 08 September 2025 - 10:20 WIB
loading...
Warga Jepang Usia 20-an...
Warga Jepang usia 20-an dilaporkan enggan mempunyai anak dan mulai menganggap pernikahan bukan lagi prioritas utama. Fenomena ini terungkap dalam survei. Foto/Motto Japan
A A A
TOKYO - Warga Jepang usia 20-an dilaporkan enggan mempunyai anak dan mulai menganggap pernikahan bukan lagi prioritas utama. Fenomena ini terungkap dalam survei terbaru yang menunjukkan hanya sekitar 40 persen responden muda Jepang yang masih memiliki keinginan untuk memiliki anak.

Dilansir dari Nippon, Senin (8/9/2025), angka tersebut dilaporkan terus menurun selama dua tahun terakhir.

Temuan ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait masa depan demografi Jepang. Di mana selama beberapa dekade terakhir telah menghadapi tantangan penurunan angka kelahiran.

Warga Jepang Usia 20-an Ogah Punya Anak



Baca Juga: Studi: Sepertiga Perempuan Usia 18 Tahun di Jepang Diprediksi Tidak Akan Punya Anak

Hasil Survei Terkini


Penelitian ini dilakukan pada April 2025 oleh perusahaan penyedia layanan sumber daya manusia, Mynavi. Survei berbasis daring tersebut mengumpulkan 2.930 tanggapan valid dari pria dan wanita lajang tanpa anak.

Hasilnya menunjukkan bahwa 39,7 persen responden berusia 20-an dan 30,8 persen responden berusia 30-an menyatakan ingin memiliki anak.

Angka untuk responden berusia 20-an bahkan mengalami penurunan 8,4 poin persentase dibandingkan survei tahun 2023. Temuan ini mencerminkan tren yang terus berlanjut.

Alasan Tidak Ingin Memiliki Anak


Ketika diminta menjelaskan alasan mereka enggan memiliki anak, responden berusia 20-an memberikan jawaban yang cukup konsisten.

Sekitar 41,1 persen menyebut biaya membesarkan anak terlalu tinggi, sementara 40,7 persen mengaku tidak percaya diri dalam mengasuh anak.

Alasan lain yang juga muncul termasuk kondisi kerja yang menuntut, ketidakstabilan ekonomi, hingga kurangnya dukungan sosial.

Seorang perwakilan Mynavi menegaskan bahwa hasil ini menunjukkan ketidakamanan ekonomi menjadi faktor utama yang membatasi keinginan generasi muda untuk berkeluarga.

Baca Juga: Viral Tren Friendship Marriage di Jepang, Menikah Tanpa Cinta dan Seks

Pandangan tentang Pernikahan


Selain pertanyaan tentang anak, survei ini juga meneliti pandangan responden terhadap pernikahan.

Hasilnya menunjukkan bahwa hanya 48,0 persen responden berusia 20-an yang menganggap pernikahan penting secara pribadi.

Angka ini terus menurun seiring bertambahnya usia responden, 38,9 persen di usia 30-an, 27,7 persen di usia 40-an, dan 23,2 persen di usia 50-an.

Jika dibandingkan dengan hasil survei tahun 2022, angka untuk usia 20-an dan 30-an mengalami penurunan sekitar 10 poin persentase. Di mana mengindikasikan adanya perubahan sikap yang cukup drastis.

Dampak terhadap Masa Depan Jepang


Fenomena menurunnya minat untuk menikah dan memiliki anak tentu menambah beban bagi Jepang yang selama ini sudah menghadapi masalah populasi menua dan penurunan angka kelahiran.

Dengan semakin sedikitnya usia muda yang ingin berkeluarga, risiko penurunan populasi di masa depan semakin besar. Kondisi ini berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi, produktivitas tenaga kerja, hingga stabilitas sosial.

Baca Juga: Pemerintah Jepang Beri Rp64 Juta untuk Wanita Kota yang Mau Menikah dengan Pria Desa
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nikahi Jennifer Coppen,...
Nikahi Jennifer Coppen, Justin Hubner Berikan Mahar 12 Gram Emas dan Uang 2.026 Euro
Erick Thohir Terharu...
Erick Thohir Terharu Saksikan Pernikahan Justin Hubner dan Jennifer Coppen
Resmi Menikah, Jennifer...
Resmi Menikah, Jennifer Coppen Disambut Hangat Keluarga Justin Hubner
16 Seniman Kontemporer...
16 Seniman Kontemporer Indonesia Boyong Skena Seni Jakarta ke Jepang
Jalani Pengajian dan...
Jalani Pengajian dan Siraman, Jennifer Coppen Tampil Anggun dengan Makeup Soft Glam
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Rekomendasi
Piala Dunia 2026: Haaland...
Piala Dunia 2026: Haaland Ngamuk, Norwegia Ungguli Irak di Babak Pertama
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Berita Terkini
Mulai Tahun Depan, Grammy...
Mulai Tahun Depan, Grammy Awards Tambah Kategori Musik Pop Asia
Karina Ranau Didorong...
Karina Ranau Didorong Pria hingga Terjatuh Saat Tegur Parkir Motor
Tangan Berkeringat Disebut...
Tangan Berkeringat Disebut Tanda Jantung , Mitos atau Fakta?
Setelah Setahun Vakum,...
Setelah Setahun Vakum, D.O EXO Siap Comeback Solo Agustus 2026
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 73, Penyergapan Pecah Menjadi Baku Tembak dan Pertarungan Sengit
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Infografis
4 Miliarder Termuda...
4 Miliarder Termuda Dunia, Usia 20 Tahun Punya Harta Rp82 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved