COD Cup 2025, Ruang Bertukar Pengalaman Seller Hadapi Dinamika Transaksi Online

Rabu, 10 September 2025 - 10:00 WIB
loading...
COD Cup 2025, Ruang...
Transaksi cash on delivery (COD) masih menjadi fenomena penting dalam dunia perdagangan daring di Indonesia. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Transaksi cash on delivery (COD) masih menjadi fenomena penting dalam dunia perdagangan daring di Indonesia. Di tengah masifnya penggunaan layanan pembayaran digital, jutaan konsumen tetap mengandalkan metode ini sebagai pilihan utama. Alasan utamanya adalah rasa aman karena pembayaran baru dilakukan setelah barang diterima.

Namun, di sisi lain, metode COD menyimpan sejumlah masalah serius. Dari tingginya angka pengembalian barang, penolakan pembeli, hingga biaya operasional tambahan yang harus ditanggung penjual maupun kurir. Kondisi ini menimbulkan perdebatan panjang: apakah COD sebuah kemajuan karena menjembatani konsumen, atau justru kemunduran di era serba digital.

Bagi sebagian pihak, COD dianggap sebagai solusi inklusi digital. Di banyak daerah, keterbatasan akses keuangan membuat pembayaran non-tunai belum sepenuhnya bisa dijalankan. Dengan adanya COD, mereka tetap dapat berbelanja online tanpa harus memiliki dompet digital atau kartu perbankan.

Namun, praktik COD juga kerap menimbulkan risiko tinggi. Order fiktif hingga pembeli iseng bukanlah hal baru. Bagi pelaku usaha kecil, kerugian akibat retur barang bisa sangat merugikan. Kondisi ini memperlihatkan bahwa COD bukan sekadar soal pilihan transaksi, melainkan soal bagaimana ekosistem e-commerce mampu mengelola risiko dengan baik.

Yudha Trisna, CEO Platform Lincah id, menyebut bahwa “COD sebenarnya bukan hambatan, melainkan tantangan untuk dikelola dengan lebih cerdas," katanya.

Pihaknya menilai bahwa metode ini tetap relevan, namun membutuhkan inovasi agar lebih efisien. Ia menambahkan bahwa fitur COD memudahkan konsumen, tetapi sering memberatkan penjual karena kasus barang ditolak dengan berbagai alasan.

Sebagai bagian dari upaya menjawab tantangan tersebut, Platform digital Lincah id menggelar “COD Cup: Laga Merdeka” di JEC Mini Soccer, Yogyakarta pada Sabtu, 30 Agustus 2025.

Acara ini mempertemukan lebih dari 100 pelaku bisnis dari berbagai kota. Tak hanya berolahraga, mereka juga berbagi pengalaman, tantangan, serta solusi praktis dalam menghadapi kompleksitas transaksi COD.

Data Plaform Digital Lincah id mencatat lebih dari 90 persen transaksi di sejumlah platform masih menggunakan COD. Proses ini sering kali rumit karena kurir harus janjian dengan pembeli, menghadapi penolakan, hingga barang diretur. “Angka kejadian pembeli iseng ini cukup tinggi, mencapai sekitar 25 persen dari seluruh transaksi,” kata Yudha. Fakta-fakta ini turut menjadi bahan diskusi hangat dalam forum COD Cup.

Fatur Huda, seller skincare asal Surabaya yang juga hadir dalam acara tersebut, membagikan pengalamannya. “Transaksi COD saat ini menyumbang revenue yang lumayan besar bagi toko kami. Banyak konsumen baru yang akhirnya berani belanja karena adanya opsi COD,” ujarnya. Namun, ia mengakui bahwa sistem ini tidak lepas dari kendala yang memberatkan penjual.

Melalui COD Cup, Platfotm Digital Lincah id menegaskan komitmennya menghadirkan solusi COD yang lebih sehat. Teknologi fraud detection, kurir scoring, hingga laporan real-time dikenalkan sebagai langkah konkret agar penjual maupun kurir tidak merugi. Ajang ini juga menjadi ruang untuk membangun komunitas seller yang lebih solid, sekaligus menegaskan relevansi COD sebagai bagian dari ekosistem e-commerce Indonesia.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hal yang Harus Diperhatikan...
Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Ingin Melakukan COD!
Kurir Paket di Bekasi...
Kurir Paket di Bekasi Dibacok Pelanggan saat Tagih Paket COD Rp30.000
Mengatasi Masalah Tidak...
Mengatasi Masalah Tidak Bisa COD di TikTok Shop, Ikuti Langkah-langkah Ini!
Pembayaran COD Masih...
Pembayaran COD Masih Jadi Pilihan di Era Transaksi Digital
Rekomendasi
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Poltracking Temukan...
Poltracking Temukan PDIP Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Gaung NBA Finals 2026...
Gaung NBA Finals 2026 Menghidupkan Atmosfer Basket Jakarta
Berita Terkini
Kris Tomahu, Gery &...
Kris Tomahu, Gery & Gany, dan Samuel Cipta Antusias Tampil di Konser Tehillim - The Heart of Worship
Anneth Delliecia Antusias...
Anneth Delliecia Antusias Meriahkan Konser Tehillim - The Heart of Worship
Konser Tehillim 2026:...
Konser Tehillim 2026: Angel Pieters Ungkap Pesan Mendalam di Balik Lagu Liliana Tanoesoedibjo
Jangan Cuma Top-Up,...
Jangan Cuma Top-Up, Yuk Kelola Saldo ShopeePay Kamu dengan 4 Langkah Ini!
Liliana Tanoesoedibjo...
Liliana Tanoesoedibjo Terima Penghargaan MURI Kartini atas Konser Tehillim - The Heart of Worship
Liliana Tanoesoedibjo...
Liliana Tanoesoedibjo Ciptakan 12 Lagu Rohani Baru untuk Konser Tehillim dari Perjalanan Kuliah S2 Teologi
Infografis
Kaleidoskop 2025: 10...
Kaleidoskop 2025: 10 Peristiwa Teknologi Paling Menonjol di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved