Wanda Hamidah dan Ratusan Aktivis Tidur di Pelabuhan Tunisia, Misi ke Gaza Tertunda
Jum'at, 12 September 2025 - 08:20 WIB
loading...
A
A
A
"Assalamualaikum. Saya Wanda Hamidah melaporkan dari port di Tunisia. Seperti teman-teman lihat, sejatinya kami berangkat atau berlayar pada sore hari ini," kata Wanda dikutip dari Instagram @wandahamidahbsa, Jumat (12/9/2025).
Artis sekaligus mantan anggota DPR itu mengungkapkan bahwa dalam dua hari berturut-turut, kapal-kapal yang berada di pelabuhan Tunisia mendapatkan serangan drone. Menurutnya, serangan tersebut diduga dilakukan oleh Israel dengan dukungan Amerika, yang dianggap sebagai bentuk tekanan agar misi kemanusiaan ke Gaza gagal terlaksana.
"Tapi karena satu dan lain hal, teman-teman tahu bahwa dua hari berturut-turut, kami, kapal-kapal di pelabuhan ini dijatuhi drone yang kami yakini dari Amerika dan zionis Israel," jelasnya.
"Ada beberapa kendala yang tidak bisa diperincikan, tapi kami memahami sekali perkembangan yang sedang terjadi. Pasti banyak tekanan dari Amerika dan juga dari zionis Israel yang berusaha menghambat keberangkatan kami," tambahnya.
Baca Juga: Tersandung Kasus Pencemaran Nama Baik, Wanda Hamidah: Kalau Salah Saya Minta Maaf
Hampir satu minggu tertahan di Tunisia, para aktivis internasional termasuk mantan istri Chico Hakim itu tetap bersabar menunggu waktu keberangkatan. Kondisi serba terbatas membuat sebagian besar relawan memilih tidur di sekitar pelabuhan demi menjaga stamina dan kesiapan jika kapal sewaktu-waktu diizinkan berlayar.
"Walaupun keberangkatan ini sudah lewat lebih dari beberapa hari, hampir satu minggu, Alhamdulillah ratusan aktivis kemanusiaan dari seluruh dunia tetap sabar menanti dan kemungkinan malam ini akan banyak aktivis kemanusiaan yang memilih tidur di pelabuhan," ujarnya.
"Aktivis kemanusiaan dari Indonesia, International Global Sumud Flotilla, kami memilih untuk tidur di luar pelabuhan untuk menjaga tenaga dan energi kami supaya kami siap berlayar," sambungnya.
Dugaan Teror Drone Israel dan Amerika
Artis sekaligus mantan anggota DPR itu mengungkapkan bahwa dalam dua hari berturut-turut, kapal-kapal yang berada di pelabuhan Tunisia mendapatkan serangan drone. Menurutnya, serangan tersebut diduga dilakukan oleh Israel dengan dukungan Amerika, yang dianggap sebagai bentuk tekanan agar misi kemanusiaan ke Gaza gagal terlaksana.
"Tapi karena satu dan lain hal, teman-teman tahu bahwa dua hari berturut-turut, kami, kapal-kapal di pelabuhan ini dijatuhi drone yang kami yakini dari Amerika dan zionis Israel," jelasnya.
"Ada beberapa kendala yang tidak bisa diperincikan, tapi kami memahami sekali perkembangan yang sedang terjadi. Pasti banyak tekanan dari Amerika dan juga dari zionis Israel yang berusaha menghambat keberangkatan kami," tambahnya.
Baca Juga: Tersandung Kasus Pencemaran Nama Baik, Wanda Hamidah: Kalau Salah Saya Minta Maaf
Aktivis Bertahan dengan Tidur di Pelabuhan
Hampir satu minggu tertahan di Tunisia, para aktivis internasional termasuk mantan istri Chico Hakim itu tetap bersabar menunggu waktu keberangkatan. Kondisi serba terbatas membuat sebagian besar relawan memilih tidur di sekitar pelabuhan demi menjaga stamina dan kesiapan jika kapal sewaktu-waktu diizinkan berlayar.
"Walaupun keberangkatan ini sudah lewat lebih dari beberapa hari, hampir satu minggu, Alhamdulillah ratusan aktivis kemanusiaan dari seluruh dunia tetap sabar menanti dan kemungkinan malam ini akan banyak aktivis kemanusiaan yang memilih tidur di pelabuhan," ujarnya.
"Aktivis kemanusiaan dari Indonesia, International Global Sumud Flotilla, kami memilih untuk tidur di luar pelabuhan untuk menjaga tenaga dan energi kami supaya kami siap berlayar," sambungnya.
Lihat Juga :