Streetstage Hadir Jadi Wadah Modern Dance Tanpa Batas untuk Generasi Muda
Senin, 15 September 2025 - 07:40 WIB
loading...
Streetstage, merupakan komunitas modern dance yang berdiri pada pertengahan tahun 2025. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Streetstage, merupakan komunitas modern dance yang berdiri pada pertengahan tahun 2025. Dibentuknya komunitas tersebut sebagai wadah talenta penari modern untuk mengembangkan kemampuan, minat dan bakat di bidang modern dance.
Tak butuh Waktu lama untuk mewujudkan dan membuktikan hasil positif yang digembleng komunitas tersebut. Pada Minggu, 14 September 2025, di panggung Gigi Art of Dance Studio yang berlokasi di Jakarta Selatan, penampilan dari dua tim penari muda berbakat, KidzKrew dan Nonaspark, berhasil membuat penonton terkesima dengan penampilan mereka. Walau berasal dari latar belakang dengan keterbatasan ekonomi, mereka berhasil menciptakan momen tak terlupakan.
Di balik kesuksesan itu, terdapat sosok penting yang menjadi kunci kesuksesan para penari muda ini. Ia adalah Kay Satria Hartono, seorang remaja yang berhasil memberdayakan minat di sela kesibukannya sekolah dan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler. Remaja yang menyukai tarian genre hiphop dan juga memimpin Dance Club di sekolahnya inilah yang mendirikan komunitas bernama Streetstage. "Ini merupakan sebuah wadah sosial yang memiliki kepedulian untuk memberikan pelatihan menari bagi anak-anak yang tidak mempunyai kesempatan dana, fasilitas, dan dukungan orang tua atau keluarga," ujar Kay, Minggu, 14 September 2025.
Bercermin dari kepopuleran kultur K-Pop diIndonesia, Kay percaya bahwa banyak minat terhadap K-pop yang tenggelam dan tidak tersalurkan karena berbagai kendala. Di sisi lain, menurutnya, dance masih belum banyak fasilitas serta dukungan sosial di masyarakat Indonesia. "Saya yakin banyak anak muda berminat di bidang dance, tapi tidak tahu bagaimana mengembangkan dan menyalurkannya,” ujar perempuan yang masih duduk di bangku sekolah kelas 12 di Jakarta International School ini. Selain itu, dia melihat banyak anak mengikuti kegiatan belajar tarian tradisional belum berdasarkan atas keinginan sendiri, namun karena “dipaksa”, atau bahkan sebagai kegiatan extra school dan belum tentu di genre yang sesuai minat.
Dengan pengalamannya terlibat di berbagai club dengan berbagai jenis dance yang berbeda, Kay yakin bahwa modern dance merupakan platform yang potensial untuk melatih individu berbagai macam ketrampilan, disiplin, kekuatan fisik, serta kekuatan mental. Dijelaskannya, komunitas StreetStage ini memiliki misi khusus, yaitu mencari bakat-bakat potensial yang akan dilatih secara intensif agar bisa tampil percaya diri di atas panggung. Pencarian kandidat berhasil menjaring dua tim berbakat dari dua yayasan panti asuhan di Jakarta, yaitu Yayasan Pondok Kasih Mandiri dan Yayasan Amal Mulia Indonesia. Anak-anak dari kedua Yayasan ini menunjukkan komitmen dan talenta luar biasa yang siap dikembangkan.
Tak butuh Waktu lama untuk mewujudkan dan membuktikan hasil positif yang digembleng komunitas tersebut. Pada Minggu, 14 September 2025, di panggung Gigi Art of Dance Studio yang berlokasi di Jakarta Selatan, penampilan dari dua tim penari muda berbakat, KidzKrew dan Nonaspark, berhasil membuat penonton terkesima dengan penampilan mereka. Walau berasal dari latar belakang dengan keterbatasan ekonomi, mereka berhasil menciptakan momen tak terlupakan.
Di balik kesuksesan itu, terdapat sosok penting yang menjadi kunci kesuksesan para penari muda ini. Ia adalah Kay Satria Hartono, seorang remaja yang berhasil memberdayakan minat di sela kesibukannya sekolah dan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler. Remaja yang menyukai tarian genre hiphop dan juga memimpin Dance Club di sekolahnya inilah yang mendirikan komunitas bernama Streetstage. "Ini merupakan sebuah wadah sosial yang memiliki kepedulian untuk memberikan pelatihan menari bagi anak-anak yang tidak mempunyai kesempatan dana, fasilitas, dan dukungan orang tua atau keluarga," ujar Kay, Minggu, 14 September 2025.
Bercermin dari kepopuleran kultur K-Pop diIndonesia, Kay percaya bahwa banyak minat terhadap K-pop yang tenggelam dan tidak tersalurkan karena berbagai kendala. Di sisi lain, menurutnya, dance masih belum banyak fasilitas serta dukungan sosial di masyarakat Indonesia. "Saya yakin banyak anak muda berminat di bidang dance, tapi tidak tahu bagaimana mengembangkan dan menyalurkannya,” ujar perempuan yang masih duduk di bangku sekolah kelas 12 di Jakarta International School ini. Selain itu, dia melihat banyak anak mengikuti kegiatan belajar tarian tradisional belum berdasarkan atas keinginan sendiri, namun karena “dipaksa”, atau bahkan sebagai kegiatan extra school dan belum tentu di genre yang sesuai minat.
Dengan pengalamannya terlibat di berbagai club dengan berbagai jenis dance yang berbeda, Kay yakin bahwa modern dance merupakan platform yang potensial untuk melatih individu berbagai macam ketrampilan, disiplin, kekuatan fisik, serta kekuatan mental. Dijelaskannya, komunitas StreetStage ini memiliki misi khusus, yaitu mencari bakat-bakat potensial yang akan dilatih secara intensif agar bisa tampil percaya diri di atas panggung. Pencarian kandidat berhasil menjaring dua tim berbakat dari dua yayasan panti asuhan di Jakarta, yaitu Yayasan Pondok Kasih Mandiri dan Yayasan Amal Mulia Indonesia. Anak-anak dari kedua Yayasan ini menunjukkan komitmen dan talenta luar biasa yang siap dikembangkan.
Lihat Juga :