Wanda Hamidah Kesulitan Cari Kapal untuk ke Gaza, Kini Tertahan di Tunisia

Selasa, 16 September 2025 - 16:40 WIB
loading...
Wanda Hamidah Kesulitan...
Wanda Hamidah tengah menghadapi tantangan besar dalam misinya menuju Gaza. Perjalanan yang ia tempuh terhenti di Tunisia karena kesulitan memperoleh kapal. Foto/Instagram @wandahamidahbsa
A A A
JAKARTA - Artis Wanda Hamidah , tengah menghadapi tantangan besar dalam misinya menuju Gaza . Perjalanan yang ia tempuh bersama aktivis dari Global Sumut Flotilla harus terhenti di Tunisia karena kesulitan memperoleh kapal yang layak untuk menembus jalur laut berbahaya menuju Palestina .

Kondisi Wanda Hamidah ini menegaskan betapa rumitnya upaya kemanusiaan yang harus berhadapan dengan risiko serangan militer dan situasi geopolitik yang tidak bersahabat.

Melalui akun Instagram pribadinya, Wanda mengungkapkan bahwa mencari kapal menuju Gaza bukanlah hal sederhana. Hambatan ini membuat rombongan harus menunggu lebih lama di Tunisia, sementara kebutuhan di Gaza terus mendesak.

Wanda Hamidah Kesulitan Cari Kapal untuk ke Gaza, Kini Tertahan di Tunisia

Foto/Instagram @wandahamidahbsa

Baca Juga: Wanda Hamidah dan Ratusan Aktivis Tidur di Pelabuhan Tunisia, Misi ke Gaza Tertunda

Kendala Utama Menuju Gaza



Dalam penjelasannya, Wanda menegaskan bahwa kapal untuk menuju Gaza tidak bisa disamakan dengan transportasi biasa. Menurutnya, risiko perjalanan laut menuju wilayah konflik sangat besar karena kapal yang digunakan bisa saja menjadi sasaran serangan.

“Nggak gampang mencari kapal, bukan kapal pesiar ya. Ini bukan kapal yacht yang kita mau ke pantai, kita mau jalan-jalan. Nggak gampang cari kapal, yang mau ke Gaza. Artinya apa? Nggak gampang mencari kapal ke Gaza untuk disewa,” kata Wanda Hamidah dikutip dari Instagram @wandahamidahbsa, Selasa (16/7/2025).

“Untuk disewa udah nggak mungkin karena risiko kapal ke Gaza akan menghadapi senjata-senjata tercanggih dari Amerika, dan senjata-senjata tercanggih. Nggak gampang nyari kapal yang kita tahu kapal itu akan menghadapi serangan-serangan biadab, zionis, Israel, plus Amerika. Sponsornya Amerika,” tambahnya.

Artis sekaligus mantan anggota DPR itu menjelaskan bahwa tidak ada pihak yang bersedia meminjamkan kapal dengan risiko tinggi tersebut.

“Siapa yang mau pinjemin kita kapal yang tahu bahwa kapal itu mungkin akan ditenggelamkan ditembak, dibom, dihancurkan. Nggak ada yang mau pinjemin. Jadi kamu bayangin kalau kamu sewa kapal aja udah nggak mungkin, ada orang yang mau nyewain kapal, mau dipakai buat apa? mau dipakai buat ke Gaza, tidak mungkin,” jelasnya.

Baca Juga: Wanda Hamidah Diteror Drone Israel, Rencana Berlayar ke Gaza Tertahan di Tunisa

Alternatif Membeli Kapal


Perempuan 47 tahun itu kemudian mengungkap bahwa satu-satunya cara yang tersisa adalah membeli kapal. Namun, proses ini juga bukan hal mudah karena melibatkan birokrasi yang panjang serta dokumen resmi yang membutuhkan waktu lama untuk diurus.

“Jadi satu-satunya jalan adalah beli kapal, dan kamu jangan bayangin kamu beli kapal itu seperti beli gorengan, atau beli kapal itu seperti beli motor Honda bebek yang langsung bisa dibawa pulang. Motor Honda bebek aja nggak bisa langsung dibawa pulang,” ujarnya.

“Jadi membeli kapal itu ada surat-surat yang harus diurus, dan surat-surat itu tidak segampang beli mobil aja. Surat-suratnya berbulan-bulan, sampai STNK atau BPKB-nya jadi. Jadi proses membeli kapal itu nggak mudah. Ini baru persoalan kapal,” sambungnya.

Kondisi Kapal di Tunisia Tidak Layak


Selain masalah administrasi, kondisi kapal yang tersedia di Tunisia juga menjadi kendala serius. Banyak kapal yang ditemukan dalam keadaan rusak dan memerlukan perbaikan sebelum bisa digunakan. Padahal, perjalanan menuju Gaza harus melewati Laut Mediterania yang dikenal ganas.

“Dan kapal-kapal yang bagus itu banyaknya memang ada di Itali, dan kita ada di Tunisia. Kapal-kapal di Tunisia itu banyak dalam keadaan dan kondisi tidak siap. Jadi banyak yang masih rusak, jadi harus diservis, dan dibetulin karena perjalanan ke Gaza itu melalui Laut Mediterania yang ganas juga. Jadi kalau kapalnya nggak siap, lebih baik memutuskan nggak pergi,” ungkapnya.

Baca Juga: Sambut 2023, Wanda Hamidah Ingin Lebih Dekat dengan Allah

Risiko Perjalanan Panjang Menuju Gaza


Perjalanan laut dari Tunisia ke Gaza diperkirakan memakan waktu enam hingga delapan hari sekali jalan. Artinya, jika harus pulang pergi, total waktu yang dibutuhkan sekitar dua pekan. Karena itu, ia menekankan pentingnya kapal yang benar-benar siap agar perjalanan tidak menimbulkan bahaya tambahan bagi para relawan.

“Jadi nggak mungkin kita mau pergi ke Gaza dengan kapal yang rusak, atau kapal yang seadanya aja. Karena perjalanan ke Gaza melalui Laut Mediterania, enam sampai delapan hari. Kamu bayangin kalau itu perjalanannya bolak-balik akan memakan waktu kurang lebih 15 hari. Jadi ini perjalanan jauh, boatnya nggak bisa asal-asalan," ucapnya.

Beratnya Perjuangan Menuju Gaza


Di akhir pernyataannya, mantan istri Chico Hakim ini menggambarkan betapa berat perjuangan para relawan bahkan sebelum sampai di Gaza. Menurutnya, banyak orang tidak memahami kesulitan nyata yang mereka hadapi dalam misi kemanusiaan ini.

“Kalian nggak tahu betapa beratnya perjalanan menuju Gaza. Belum juga menuju Gaza, masih di Tunisia, ini udah berat banget, dan kalian nggak memahami betapa beratnya perjalanan ini,” tandasnya.

(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Artis yang Ramaikan...
5 Artis yang Ramaikan HYROX Jakarta 2026, Luna Maya hingga Cinta Laura
Giorgio Antonio Minta...
Giorgio Antonio Minta Netizen Berhenti Hujat Sarwendah
Enzy Storia Panik Saat...
Enzy Storia Panik Saat Mati Listrik di Positano, Sempat Mengira Diganggu Hantu Italia
Tiara Andini dan Alshad...
Tiara Andini dan Alshad Ahmad Sama-sama di Los Angeles, Warganet Ramai Berspekulasi
Momen Celine Evangelista...
Momen Celine Evangelista Bimbing Anaknya Belajar Wudhu dan Salat Tuai Pujian Warganet
Amanda Manopo Sambangi...
Amanda Manopo Sambangi Polres Metro Jakarta Selatan, Diduga Jadi Korban Pemalsuan Tanda Tangan
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Rekomendasi
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
Sidang Vonis Nadiem...
Sidang Vonis Nadiem Makarim Dijaga 171 Personel Gabungan
Berita Terkini
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Tegaskan Kerja Sama Hanya Barter Fasilitas Umrah
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Gaya Hidup Sehat, Konsumen...
Gaya Hidup Sehat, Konsumen Perkotaan Kian Selektif Pilih Pangan Harian
Kisah Inspiratif Suparto:...
Kisah Inspiratif Suparto: Bangkit dari Keterbatasan Lewat Konten eFootball Timnas
5 Artis yang Ramaikan...
5 Artis yang Ramaikan HYROX Jakarta 2026, Luna Maya hingga Cinta Laura
Jelang Tahun Ajaran...
Jelang Tahun Ajaran Baru, Orang Tua Utamakan Sepatu Sekolah yang Nyaman dan Awet
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved