Patah Hati Bisa Memicu Kematian Mendadak, Jangan Remehkan!
Jum'at, 19 September 2025 - 20:40 WIB
loading...
A
A
A
1. Pemicu emosional: kematian orang terkasih, perceraian, putus cinta, atau trauma psikologis.
2. Pemicu fisik: operasi besar, infeksi parah, stroke, atau kecelakaan mendadak.
Situasi penuh tekanan ini membuat tubuh melepaskan hormon stres seperti adrenalin, noradrenalin, dan kortisol dalam jumlah besar. Hormon-hormon tersebut memicu kontraksi jantung yang tidak normal, sehingga ventrikel kiri, bagian jantung yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh, menjadi melemah dan menggembung.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Takotsubo Cardiomyopathy alias Sindrom Patah Hati
Sindrom patah hati memiliki gejala yang mirip dengan serangan jantung, sehingga sering kali sulit dibedakan tanpa pemeriksaan medis. Beberapa tanda yang patut diwaspadai antara lain:
1. Nyeri dada mendadak.
2. Sesak napas.
3. Detak jantung tidak teratur.
4. Tekanan darah menurun drastis.
5. Dalam kasus berat, bisa menyebabkan syok kardiogenik.
Sebagian besar penderita sindrom patah hati akan pulih dalam waktu dua hingga tiga bulan. Namun, bukan berarti kondisi ini bisa dianggap sepele. Dalam kasus yang jarang terjadi, sindrom patah hati dapat berujung fatal karena melemahkan jantung hingga memicu gagal jantung.
Studi yang dilakukan Universitas Harvard menemukan bahwa kebanyakan pasien mengalami perbaikan fungsi jantung dalam waktu satu bulan. Tetapi, sebagian kecil kasus berisiko mengalami komplikasi serius seperti aritmia atau kerusakan jantung permanen.
2. Pemicu fisik: operasi besar, infeksi parah, stroke, atau kecelakaan mendadak.
Situasi penuh tekanan ini membuat tubuh melepaskan hormon stres seperti adrenalin, noradrenalin, dan kortisol dalam jumlah besar. Hormon-hormon tersebut memicu kontraksi jantung yang tidak normal, sehingga ventrikel kiri, bagian jantung yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh, menjadi melemah dan menggembung.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Takotsubo Cardiomyopathy alias Sindrom Patah Hati
Gejala yang Harus Diwaspadai
Sindrom patah hati memiliki gejala yang mirip dengan serangan jantung, sehingga sering kali sulit dibedakan tanpa pemeriksaan medis. Beberapa tanda yang patut diwaspadai antara lain:
1. Nyeri dada mendadak.
2. Sesak napas.
3. Detak jantung tidak teratur.
4. Tekanan darah menurun drastis.
5. Dalam kasus berat, bisa menyebabkan syok kardiogenik.
Apakah Sindrom Patah Hati Bisa Mematikan?
Sebagian besar penderita sindrom patah hati akan pulih dalam waktu dua hingga tiga bulan. Namun, bukan berarti kondisi ini bisa dianggap sepele. Dalam kasus yang jarang terjadi, sindrom patah hati dapat berujung fatal karena melemahkan jantung hingga memicu gagal jantung.
Studi yang dilakukan Universitas Harvard menemukan bahwa kebanyakan pasien mengalami perbaikan fungsi jantung dalam waktu satu bulan. Tetapi, sebagian kecil kasus berisiko mengalami komplikasi serius seperti aritmia atau kerusakan jantung permanen.
Lihat Juga :