Kolaborasi Seni dan Teknologi, Anak Disabilitas Bali Belajar Tari Tanpa Batas
Jum'at, 19 September 2025 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Selain membuat media, tim Undiksha juga mengadakan pelatihan untuk guru. Jadi guru bisa semakin kreatif mengembangkan metode belajar yang nyambung sama kondisi siswa.
Menurut anggota Tim, Prof. Dr. Maria Goreti Rini Kristiantari, M.Pd. dan Dr. Didith Pramunditya Ambara, S.Psi. M.A., menyatakan bahwa interaksi antara yang memiliki ketunaan berbeda mengalami peningkatan sehingga kolaborasi pun terjalin hingga terciptanya harmoni gerak tanpa batas.
“Sebelum ada media, hanya sekitar 25% anak yang mau berinteraksi dengan teman difabel lain. Setelah memakai E-Kamus dan Audiobook, jumlahnya naik hingga 89%. Mereka jadi jauh lebih aktif dan mampu berkolaborasi,” jelasnya.
Sekarang, kelas tari di SLB tidak lagi sepi. Anak-anak lebih ramai, lebih percaya diri, dan lebih sering berinteraksi. Bahkan mereka keliatan enjoy banget waktu latihan bareng.
Menurut anggota Tim, Prof. Dr. Maria Goreti Rini Kristiantari, M.Pd. dan Dr. Didith Pramunditya Ambara, S.Psi. M.A., menyatakan bahwa interaksi antara yang memiliki ketunaan berbeda mengalami peningkatan sehingga kolaborasi pun terjalin hingga terciptanya harmoni gerak tanpa batas.
“Sebelum ada media, hanya sekitar 25% anak yang mau berinteraksi dengan teman difabel lain. Setelah memakai E-Kamus dan Audiobook, jumlahnya naik hingga 89%. Mereka jadi jauh lebih aktif dan mampu berkolaborasi,” jelasnya.
Sekarang, kelas tari di SLB tidak lagi sepi. Anak-anak lebih ramai, lebih percaya diri, dan lebih sering berinteraksi. Bahkan mereka keliatan enjoy banget waktu latihan bareng.
(dra)
Lihat Juga :