India Darurat Kasus Amoeba Pemakan Otak, Begini Cara Penyebaran dan Gejalanya
Minggu, 21 September 2025 - 11:00 WIB
loading...
A
A
A
Onset Penyakit yang Sangat Cepat
Gejala bisa muncul satu hingga sembilan hari setelah terpapar air terkontaminasi, dengan perkembangan akut yang bisa terjadi hanya dalam hitungan jam hingga satu atau dua hari.
“Jalur neuro-olfaktorius memberi N.fowleri akses cepat ke otak dan mengakibatkan gangguan respons imun adaptif, yang menyebabkan perjalanan penyakit yang sangat cepat,” demikian menurut laporan resmi.
Pengobatan dan Upaya Pencegahan
Penyakit ini memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi, tetapi para ahli menekankan bahwa diagnosis dini sangat menentukan peluang selamat.
“Hal ini menunjukkan bahwa diagnosis dini PAM dan pemberian koktail antimikroba yang tepat waktu dapat menyelamatkan nyawa,” demikian bunyi dokumen tersebut.
Menteri Kesehatan Kerala juga menekankan, deteksi dini adalah kuncinya. Sayangnya, kelangkaan kasus, kesulitan diagnosis, dan cepatnya perkembangan penyakit membuat penelitian obat belum menemukan standar terapi yang pasti.
“Secara teori, rejimen obat terbaik harus mencakup obat amebisidal (atau kombinasi obat) dengan aktivitas in vitro yang baik yang mampu melewati sawar darah-otak,” tambah dokumen itu.
Situasi Terkini di Kerala
Sejak kasus pertama dilaporkan pada 2016, Kerala mencatat jumlah yang relatif rendah. Namun, lonjakan tajam terjadi pada 2023 dengan 36 kasus dan sembilan kematian. Tahun ini, angkanya meningkat hampir dua kali lipat, menjadikan penyakit ini sebagai ancaman kesehatan masyarakat yang nyata.
Langkah Mitigasi Pemerintah
Pemerintah Kerala mengimbau masyarakat agar berhati-hati ketika beraktivitas di air tawar. Masyarakat diminta untuk menghindari berenang atau mandi di kolam dan danau yang tidak terolah, serta menggunakan penjepit hidung untuk mencegah masuknya amoeba. Selain itu, sumur dan tangki air harus dibersihkan serta diklorinasi secara berkala.
Departemen kesehatan Kerala juga bekerja sama dengan Pusat Pengendalian Penyakit Nasional untuk mengambil sampel lingkungan demi mengidentifikasi potensi sumber kontaminasi. Tujuannya adalah mencegah penyebaran lebih lanjut sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman mematikan ini.
(dra)
Lihat Juga :