Kapal Wanda Hamidah Bocor saat Berlayar Menuju Gaza, Terpaksa Putar Balik ke Italia
Senin, 22 September 2025 - 16:20 WIB
loading...
Kapal yang ditumpangi artis Wanda Hamidah mengalami kebocoran saat menjalani misi berlayar ke Gaza. Insiden tersebut membuat air masuk ke dalam kapal. Foto/Instagram Wanda Hamidah
A
A
A
JAKARTA - Kapal yang ditumpangi artis Wanda Hamidah mengalami kebocoran saat menjalani misi berlayar ke Gaza. Insiden tersebut membuat air masuk ke dalam kapal dan memaksa rombongan Global Sumud Flotilla yang ia ikuti harus kembali ke pelabuhan terdekat di Italia untuk melakukan perbaikan.
Wanda Hamidah yang menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia dan perempuan dalam misi ini menegaskan dirinya tetap bertekad melanjutkan perjalanan ke Gaza . Peristiwa ini menjadi salah satu tantangan besar dalam perjalanannya yang sudah menghadapi berbagai kendala sejak awal berlayar.
"Tadi pagi kan kapal sempat di sini ramai-ramai sama kapal-kapal yang lain. Berlayar dari port Sisilia, di tengah-tengah kapal kita bocor. Airnya masuk ke dalam," kata Wanda dikutip dari Instagram @mhuseingazaofficial, Senin (22/9/2025).
![Kapal Wanda Hamidah Bocor saat Berlayar Menuju Gaza, Terpaksa Putar Balik ke Italia]()
Foto/Instagram Wanda Hamidah
Baca Juga: Alasan Wanda Hamidah Nekat Berlayar ke Gaza: Saya Tidak Bisa Melihat Orang Palestina Dibunuh
Akibat kebocoran tersebut, rombongan tidak bisa melanjutkan perjalanan dan terpaksa kembali ke pelabuhan. Artis sekaligus mantan anggota DPR itu menjelaskan bahwa kondisi ini memaksa mereka menunggu perbaikan kapal, sementara bengkel perbaikan baru beroperasi pada hari kerja.
"Jadi udah setengah jalan, kita terpaksa balik lagi ke sini karena masih relatif yang paling dekat Pelabuhan Porto Portopalo ini," jelasnya.
"Kita balik ke sini, kapal kita harus diperbaiki, dan ini hari Sabtu, kapalnya cuma bisa diperbaiki karena orang-orang kerja hari Senin. Jadi terpaksa harus bermalam di sini. Bermalamnya nggak tahu di mana," sambungnya.
Meski menghadapi situasi sulit, artis 48 tahun tersebut tetap menunjukkan sikap pasrah dan penuh keteguhan hati.
"Nggak apa-apa Lillahi Ta'ala. Pokoknya tawakal. Jika Allah berikan jalan keluar, kita tetap ke Gaza, pakai kapal yang dibenerin atau ganti kapal," ujarnya.
Baca Juga: Berlayar ke Gaza, Wanda Hamidah Terdampar di Kelibia Tunisia Akibat Kapal Bermasalah
Ibu empat anak ini juga mengakui bahwa mengganti kapal bukan hal mudah. Namun, ia menegaskan tekadnya agar perjalanan kemanusiaan ini tidak berhenti di tengah jalan.
"Ganti kapal nggak segampang itu kan. Jadi nggak tahu, atau perjalanan harus berakhir di sini, nggak tahu juga. Ya doakan yang terbaiknya, maunya tetap pergi ke Gaza. Insya Allah," tandasnya.
Wanda Hamidah berangkat sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia dan wanita dalam berlayar ke Gaza. Ia bertolak dari Pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia, dengan menggunakan kapal Kaiser bersama aktivis dari Tunisia dan Aljarbaizan.
Adapun tujuan pelayaran mantan istri Chico Hakim itu menembus blokade Israel di Gaza serta menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina. Sejak berlayar pada 16 September 2025, perjalanan ini dipenuhi tantangan.
Kapal yang ditumpangi sempat kehabisan bahan bakar di Kelibia, diterjang badai di perairan Italia, hingga akhirnya mengalami kebocoran saat berlayar dari Porto Portopalo. Bahkan, kapten kapal sempat mundur akibat tekanan yang dihadapi.
Baca Juga: Begini Kondisi Terkini Wanda Hamidah, Satu-satunya Wakil Indonesia dan Perempuan yang Berlayar ke Gaza
Walau menghadapi rintangan demi rintangan, Wanda Hamidah tetap teguh dalam misinya. Baginya, perjalanan ini adalah bentuk kepedulian nyata terhadap penderitaan rakyat Palestina yang tengah menghadapi genosida.
Wanda Hamidah yang menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia dan perempuan dalam misi ini menegaskan dirinya tetap bertekad melanjutkan perjalanan ke Gaza . Peristiwa ini menjadi salah satu tantangan besar dalam perjalanannya yang sudah menghadapi berbagai kendala sejak awal berlayar.
"Tadi pagi kan kapal sempat di sini ramai-ramai sama kapal-kapal yang lain. Berlayar dari port Sisilia, di tengah-tengah kapal kita bocor. Airnya masuk ke dalam," kata Wanda dikutip dari Instagram @mhuseingazaofficial, Senin (22/9/2025).

Foto/Instagram Wanda Hamidah
Baca Juga: Alasan Wanda Hamidah Nekat Berlayar ke Gaza: Saya Tidak Bisa Melihat Orang Palestina Dibunuh
Kapal Bocor dan Terpaksa Putar Balik
Akibat kebocoran tersebut, rombongan tidak bisa melanjutkan perjalanan dan terpaksa kembali ke pelabuhan. Artis sekaligus mantan anggota DPR itu menjelaskan bahwa kondisi ini memaksa mereka menunggu perbaikan kapal, sementara bengkel perbaikan baru beroperasi pada hari kerja.
"Jadi udah setengah jalan, kita terpaksa balik lagi ke sini karena masih relatif yang paling dekat Pelabuhan Porto Portopalo ini," jelasnya.
"Kita balik ke sini, kapal kita harus diperbaiki, dan ini hari Sabtu, kapalnya cuma bisa diperbaiki karena orang-orang kerja hari Senin. Jadi terpaksa harus bermalam di sini. Bermalamnya nggak tahu di mana," sambungnya.
Meski menghadapi situasi sulit, artis 48 tahun tersebut tetap menunjukkan sikap pasrah dan penuh keteguhan hati.
"Nggak apa-apa Lillahi Ta'ala. Pokoknya tawakal. Jika Allah berikan jalan keluar, kita tetap ke Gaza, pakai kapal yang dibenerin atau ganti kapal," ujarnya.
Baca Juga: Berlayar ke Gaza, Wanda Hamidah Terdampar di Kelibia Tunisia Akibat Kapal Bermasalah
Tekad untuk Terus Melanjutkan Misi
Ibu empat anak ini juga mengakui bahwa mengganti kapal bukan hal mudah. Namun, ia menegaskan tekadnya agar perjalanan kemanusiaan ini tidak berhenti di tengah jalan.
"Ganti kapal nggak segampang itu kan. Jadi nggak tahu, atau perjalanan harus berakhir di sini, nggak tahu juga. Ya doakan yang terbaiknya, maunya tetap pergi ke Gaza. Insya Allah," tandasnya.
Misi Kemanusiaan ke Gaza
Wanda Hamidah berangkat sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia dan wanita dalam berlayar ke Gaza. Ia bertolak dari Pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia, dengan menggunakan kapal Kaiser bersama aktivis dari Tunisia dan Aljarbaizan.
Adapun tujuan pelayaran mantan istri Chico Hakim itu menembus blokade Israel di Gaza serta menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina. Sejak berlayar pada 16 September 2025, perjalanan ini dipenuhi tantangan.
Kapal yang ditumpangi sempat kehabisan bahan bakar di Kelibia, diterjang badai di perairan Italia, hingga akhirnya mengalami kebocoran saat berlayar dari Porto Portopalo. Bahkan, kapten kapal sempat mundur akibat tekanan yang dihadapi.
Baca Juga: Begini Kondisi Terkini Wanda Hamidah, Satu-satunya Wakil Indonesia dan Perempuan yang Berlayar ke Gaza
Tetap Teguh demi Palestina
Walau menghadapi rintangan demi rintangan, Wanda Hamidah tetap teguh dalam misinya. Baginya, perjalanan ini adalah bentuk kepedulian nyata terhadap penderitaan rakyat Palestina yang tengah menghadapi genosida.
(dra)
Lihat Juga :