Chef Arnold Kritik Program MBG, Soroti Eksekusi yang Lemah
Selasa, 23 September 2025 - 13:20 WIB
loading...
Chef Arnold Poernomo melontarkan kritik tajam terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Kritik ini ia sampaikan melalui akun X. Foto/X @arnoldpoernomo
A
A
A
JAKARTA - Chef Arnold Poernomo melontarkan kritik tajam terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Kritik ini ia sampaikan melalui akun X setelah maraknya kasus keracunan massal yang menimpa ribuan siswa di berbagai daerah akibat konsumsi paket makanan dari program tersebut.
Menurut Chef Arnold , meskipun konsep MBG dinilai baik karena bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan menekan angka stunting, namun pelaksanaan di lapangan dianggap masih lemah. Ia menilai eksekusi yang tidak maksimal berisiko besar bagi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai penerima utama program.
Mantan juri MasterChef Indonesia ini menegaskan bahwa tujuan mulia MBG seharusnya diimbangi dengan standar pengawasan yang ketat agar tidak menimbulkan masalah baru. "Programnya bagus cuma eksekusinya kurang," kata Chef Arnold soal program MBG pemerintah dikutip dari akun X @arnoldpoernomo, Selasa (23/9/2025).
Kritik tersebut disampaikan Chef Arnold sebagai respons atas cuitan warganet yang menilai dirinya memiliki kompetensi untuk ikut memperbaiki kualitas program ini. Dalam unggahan yang sama, ia juga menyinggung pihak-pihak yang terdampak dari buruknya eksekusi di lapangan.
"Kasihan anak-anak yang keracunan, orang tua, tim dapur MBG, tim medis," jelasnya.
Baca Juga: Chef Arnold Diduga Sindir Willie Salim Masak Besar Daging 200 Kg, Sebut hanya Bobon Santoso yang Bisa
Pernyataan Chef Arnold muncul sebagai balasan atas cuitan akun X @fajarsumantri, yang menyebut bahwa pria 37 tahun itu pernah menganalisis menu serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari program serupa.
Pemilik akun tersebut menilai keterlibatan koki selebritas ini bisa membawa perbaikan signifikan bagi pelaksanaan MBG di masa depan.
"Gua saran sih Arnold ya @ArnoldPoernomo. Beliau dulu udah pernah breakdown menu + RAB tuh. Gua yakin dengan kompetensinya, bisa membawa MBG lebih baik cc Pak @prabowo," tulis @fajarsumantri.
Program MBG resmi diluncurkan pada Januari 2025 dan berada di bawah pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN). Program ini menargetkan sejumlah kelompok rentan di masyarakat sebagai penerima manfaat utama, antara lain anak usia sekolah, anak balita, ibu hamil dan menyusui, santri serta kelompok rentan lainnya.
![Chef Arnold Kritik Program MBG, Soroti Eksekusi yang Lemah]()
Foto/X @arnoldpoernomo
Baca Juga: Seru! Chef Arnold Buka Gerobak Nasi Goreng di Depan Rumah Jokowi, Ada Ratusan Pengunjung!
Adapun tujuan utama dari program MBG adalah meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, mengurangi angka stunting di Indonesia, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, mendorong partisipasi pendidikan, serta menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan pelaku UMKM dalam proses pengadaan makanan.
Belakangan, implementasi program MBG mendapat kritik tajam akibat sejumlah kasus keracunan massal yang menimpa ribuan siswa di berbagai daerah Indonesia. Laporan pertama muncul pada Juli 2025 di Nusa Tenggara Timur (NTT), sebelum akhirnya meluas ke 16 provinsi termasuk Garut dan Bandung Barat.
Jumlah korban terus bertambah seiring dengan distribusi makanan di berbagai wilayah. Dugaan sementara menyebut bahwa penyebab keracunan berkaitan dengan kontaminasi mikrobiologis, bahan kimia berbahaya, pengolahan yang tidak higienis, hingga lamanya jeda waktu antara pengolahan dan penyajian makanan.
Baca Juga: Chef Arnold Buka Gerobak Nasi Goreng Depan Rumah Pak Jokowi di Solo
Menurut Chef Arnold , meskipun konsep MBG dinilai baik karena bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan menekan angka stunting, namun pelaksanaan di lapangan dianggap masih lemah. Ia menilai eksekusi yang tidak maksimal berisiko besar bagi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai penerima utama program.
Mantan juri MasterChef Indonesia ini menegaskan bahwa tujuan mulia MBG seharusnya diimbangi dengan standar pengawasan yang ketat agar tidak menimbulkan masalah baru. "Programnya bagus cuma eksekusinya kurang," kata Chef Arnold soal program MBG pemerintah dikutip dari akun X @arnoldpoernomo, Selasa (23/9/2025).
Kritik tersebut disampaikan Chef Arnold sebagai respons atas cuitan warganet yang menilai dirinya memiliki kompetensi untuk ikut memperbaiki kualitas program ini. Dalam unggahan yang sama, ia juga menyinggung pihak-pihak yang terdampak dari buruknya eksekusi di lapangan.
"Kasihan anak-anak yang keracunan, orang tua, tim dapur MBG, tim medis," jelasnya.
Kritik Chef Arnold terhadap Program MBG
Baca Juga: Chef Arnold Diduga Sindir Willie Salim Masak Besar Daging 200 Kg, Sebut hanya Bobon Santoso yang Bisa
Respons Publik dan Dukungan Warganet
Pernyataan Chef Arnold muncul sebagai balasan atas cuitan akun X @fajarsumantri, yang menyebut bahwa pria 37 tahun itu pernah menganalisis menu serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari program serupa.
Pemilik akun tersebut menilai keterlibatan koki selebritas ini bisa membawa perbaikan signifikan bagi pelaksanaan MBG di masa depan.
"Gua saran sih Arnold ya @ArnoldPoernomo. Beliau dulu udah pernah breakdown menu + RAB tuh. Gua yakin dengan kompetensinya, bisa membawa MBG lebih baik cc Pak @prabowo," tulis @fajarsumantri.
Sekilas tentang Program MBG
Program MBG resmi diluncurkan pada Januari 2025 dan berada di bawah pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN). Program ini menargetkan sejumlah kelompok rentan di masyarakat sebagai penerima manfaat utama, antara lain anak usia sekolah, anak balita, ibu hamil dan menyusui, santri serta kelompok rentan lainnya.

Foto/X @arnoldpoernomo
Baca Juga: Seru! Chef Arnold Buka Gerobak Nasi Goreng di Depan Rumah Jokowi, Ada Ratusan Pengunjung!
Tujuan Utama Program
Adapun tujuan utama dari program MBG adalah meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, mengurangi angka stunting di Indonesia, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, mendorong partisipasi pendidikan, serta menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan pelaku UMKM dalam proses pengadaan makanan.
Kasus Keracunan Massal
Belakangan, implementasi program MBG mendapat kritik tajam akibat sejumlah kasus keracunan massal yang menimpa ribuan siswa di berbagai daerah Indonesia. Laporan pertama muncul pada Juli 2025 di Nusa Tenggara Timur (NTT), sebelum akhirnya meluas ke 16 provinsi termasuk Garut dan Bandung Barat.
Jumlah korban terus bertambah seiring dengan distribusi makanan di berbagai wilayah. Dugaan sementara menyebut bahwa penyebab keracunan berkaitan dengan kontaminasi mikrobiologis, bahan kimia berbahaya, pengolahan yang tidak higienis, hingga lamanya jeda waktu antara pengolahan dan penyajian makanan.
Baca Juga: Chef Arnold Buka Gerobak Nasi Goreng Depan Rumah Pak Jokowi di Solo
(dra)
Lihat Juga :