Wanda Hamidah Sindir Pidato Prabowo di PBB: Memalukan, Rakyat Harus Marah!
Rabu, 24 September 2025 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Indonesia juga menawarkan diri untuk mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke wilayah konflik sebagai wujud nyata dukungan terhadap upaya perdamaian internasional. Prabowo pun menegaskan posisi Indonesia sebagai bagian dari Global South yang konsisten memperjuangkan reformasi tata kelola global agar lebih adil, inklusif, dan seimbang bagi semua negara.
Baca Juga: Kapal Wanda Hamidah Bocor saat Berlayar Menuju Gaza, Terpaksa Putar Balik ke Italia
Selain aktif bersuara di media sosial, Wanda saat ini tengah menjalankan misi kemanusiaan sebagai bagian dari Global Sumud Flotilla 2025. Ia menjadi satu-satunya perwakilan perempuan dari Indonesia yang berlayar menuju Gaza dengan tujuan menembus blokade laut Israel, mengirimkan bantuan kemanusiaan, serta menyuarakan penghentian genosida di Palestina.
Ibu empat anak itu memulai pelayarannya pada Selasa, 16 September 2025, dari Pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia, menggunakan Kapal Kaiser bersama aktivis dari Tunisia dan Aljarbaizan. Sebelum berangkat, ia bersama relawan dari berbagai negara sempat tertahan hampir dua minggu di Tunisia akibat kendala teknis dan dugaan sabotase, yang membuat sebagian aktivis akhirnya mengundurkan diri.
Baca Juga: Alasan Wanda Hamidah Nekat Berlayar ke Gaza: Saya Tidak Bisa Melihat Orang Palestina Dibunuh
Baca Juga: Kapal Wanda Hamidah Bocor saat Berlayar Menuju Gaza, Terpaksa Putar Balik ke Italia
Wanda Hamidah Berlayar ke Gaza
Selain aktif bersuara di media sosial, Wanda saat ini tengah menjalankan misi kemanusiaan sebagai bagian dari Global Sumud Flotilla 2025. Ia menjadi satu-satunya perwakilan perempuan dari Indonesia yang berlayar menuju Gaza dengan tujuan menembus blokade laut Israel, mengirimkan bantuan kemanusiaan, serta menyuarakan penghentian genosida di Palestina.
Ibu empat anak itu memulai pelayarannya pada Selasa, 16 September 2025, dari Pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia, menggunakan Kapal Kaiser bersama aktivis dari Tunisia dan Aljarbaizan. Sebelum berangkat, ia bersama relawan dari berbagai negara sempat tertahan hampir dua minggu di Tunisia akibat kendala teknis dan dugaan sabotase, yang membuat sebagian aktivis akhirnya mengundurkan diri.
Baca Juga: Alasan Wanda Hamidah Nekat Berlayar ke Gaza: Saya Tidak Bisa Melihat Orang Palestina Dibunuh
(dra)
Lihat Juga :