Wanda Hamidah Sindir Pidato Prabowo di PBB: Memalukan, Rakyat Harus Marah!
Rabu, 24 September 2025 - 07:00 WIB
loading...
Artis Wanda Hamidah melontarkan sindiran pedas terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Amerika Serikat. Foto/Instagram @wandahamidahbsa
A
A
A
JAKARTA - Artis Wanda Hamidah melontarkan sindiran pedas terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar di New York, Amerika Serikat, pada Senin, 22 September 2025 waktu setempat atau Selasa, 23 September 2025 waktu Indonesia. Kritik disampaikan melalui akun Instagram pribadinya.
Wanda Hamidah menilai pernyataan Prabowo di PBB dianggap tidak sesuai dengan harapan publik Indonesia. Khususnya terkait isu Palestina.
"Pidato presiden di PBB kita memalukan. Aku malu, kita harus malu," tulis Wanda Hamidah dikutip dari Instagram @wandahamidahbsa, Rabu (24/9/2025).
Lebih lanjut, perempuan 48 tahun itu menilai pernyataan Prabowo di forum internasional tersebut menyinggung perasaan masyarakat yang selama ini konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Menurutnya, langkah yang diambil Prabowo justru bertolak belakang dengan semangat solidaritas yang sudah lama dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia.
"Di saat negara lain mengakui Palestina, dia mengakui Israel pelaku genosida," kata Wanda.
![Wanda Hamidah Sindir Pidato Prabowo di PBB: Memalukan, Rakyat Harus Marah!]()
Foto/Instagram @wandahamidahbsa
Baca Juga: Pidato Lengkap Presiden Prabowo di KTT PBB Terkait Palestina
Dalam unggahan yang sama, artis sekaligus mantan anggota DPR itu juga mengajak masyarakat untuk tidak tinggal diam melihat sikap Prabowo yang dinilainya keliru. Ia menekankan bahwa rakyat Indonesia memiliki kewajiban moral untuk menyuarakan keberatan atas keputusan yang dianggap menyakiti perjuangan rakyat Palestina.
"Rakyat harus marah! Harus!" jelasnya.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan keprihatinan mendalam atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza. Ia mengecam segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil dan menyerukan penghentian perang secepatnya agar korban tidak terus berjatuhan.
Ia juga menegaskan kembali sikap Indonesia yang konsisten mendukung solusi dua negara sebagai jalan keluar yang adil dan langgeng dalam menyelesaikan konflik antara Palestina dan Israel.
Salah satu poin yang paling menyita perhatian adalah pernyataan Prabowo bahwa Indonesia siap mengakui Israel apabila negara tersebut terlebih dahulu mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Palestina. Langkah ini dipandang sebagai manuver diplomatis yang berani, meski menuai pro-kontra di dalam negeri.
"Kita harus menjamin negara Palestina, tetapi Indonesia juga menyatakan bahwa begitu Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui Negara Israel dan akan mendukung semua jaminan keamanan Israel," tutur Prabowo.
Selain itu, Indonesia juga menawarkan diri untuk mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke wilayah konflik sebagai wujud nyata dukungan terhadap upaya perdamaian internasional. Prabowo pun menegaskan posisi Indonesia sebagai bagian dari Global South yang konsisten memperjuangkan reformasi tata kelola global agar lebih adil, inklusif, dan seimbang bagi semua negara.
Baca Juga: Kapal Wanda Hamidah Bocor saat Berlayar Menuju Gaza, Terpaksa Putar Balik ke Italia
Selain aktif bersuara di media sosial, Wanda saat ini tengah menjalankan misi kemanusiaan sebagai bagian dari Global Sumud Flotilla 2025. Ia menjadi satu-satunya perwakilan perempuan dari Indonesia yang berlayar menuju Gaza dengan tujuan menembus blokade laut Israel, mengirimkan bantuan kemanusiaan, serta menyuarakan penghentian genosida di Palestina.
Ibu empat anak itu memulai pelayarannya pada Selasa, 16 September 2025, dari Pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia, menggunakan Kapal Kaiser bersama aktivis dari Tunisia dan Aljarbaizan. Sebelum berangkat, ia bersama relawan dari berbagai negara sempat tertahan hampir dua minggu di Tunisia akibat kendala teknis dan dugaan sabotase, yang membuat sebagian aktivis akhirnya mengundurkan diri.
Baca Juga: Alasan Wanda Hamidah Nekat Berlayar ke Gaza: Saya Tidak Bisa Melihat Orang Palestina Dibunuh
Wanda Hamidah menilai pernyataan Prabowo di PBB dianggap tidak sesuai dengan harapan publik Indonesia. Khususnya terkait isu Palestina.
"Pidato presiden di PBB kita memalukan. Aku malu, kita harus malu," tulis Wanda Hamidah dikutip dari Instagram @wandahamidahbsa, Rabu (24/9/2025).
Lebih lanjut, perempuan 48 tahun itu menilai pernyataan Prabowo di forum internasional tersebut menyinggung perasaan masyarakat yang selama ini konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Menurutnya, langkah yang diambil Prabowo justru bertolak belakang dengan semangat solidaritas yang sudah lama dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia.
"Di saat negara lain mengakui Palestina, dia mengakui Israel pelaku genosida," kata Wanda.

Foto/Instagram @wandahamidahbsa
Baca Juga: Pidato Lengkap Presiden Prabowo di KTT PBB Terkait Palestina
Ajakan Wanda Hamidah agar Publik Tidak Diam
Dalam unggahan yang sama, artis sekaligus mantan anggota DPR itu juga mengajak masyarakat untuk tidak tinggal diam melihat sikap Prabowo yang dinilainya keliru. Ia menekankan bahwa rakyat Indonesia memiliki kewajiban moral untuk menyuarakan keberatan atas keputusan yang dianggap menyakiti perjuangan rakyat Palestina.
"Rakyat harus marah! Harus!" jelasnya.
Isi Pidato Presiden Prabowo di PBB
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan keprihatinan mendalam atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza. Ia mengecam segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil dan menyerukan penghentian perang secepatnya agar korban tidak terus berjatuhan.
Ia juga menegaskan kembali sikap Indonesia yang konsisten mendukung solusi dua negara sebagai jalan keluar yang adil dan langgeng dalam menyelesaikan konflik antara Palestina dan Israel.
Salah satu poin yang paling menyita perhatian adalah pernyataan Prabowo bahwa Indonesia siap mengakui Israel apabila negara tersebut terlebih dahulu mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Palestina. Langkah ini dipandang sebagai manuver diplomatis yang berani, meski menuai pro-kontra di dalam negeri.
"Kita harus menjamin negara Palestina, tetapi Indonesia juga menyatakan bahwa begitu Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui Negara Israel dan akan mendukung semua jaminan keamanan Israel," tutur Prabowo.
Selain itu, Indonesia juga menawarkan diri untuk mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke wilayah konflik sebagai wujud nyata dukungan terhadap upaya perdamaian internasional. Prabowo pun menegaskan posisi Indonesia sebagai bagian dari Global South yang konsisten memperjuangkan reformasi tata kelola global agar lebih adil, inklusif, dan seimbang bagi semua negara.
Baca Juga: Kapal Wanda Hamidah Bocor saat Berlayar Menuju Gaza, Terpaksa Putar Balik ke Italia
Wanda Hamidah Berlayar ke Gaza
Selain aktif bersuara di media sosial, Wanda saat ini tengah menjalankan misi kemanusiaan sebagai bagian dari Global Sumud Flotilla 2025. Ia menjadi satu-satunya perwakilan perempuan dari Indonesia yang berlayar menuju Gaza dengan tujuan menembus blokade laut Israel, mengirimkan bantuan kemanusiaan, serta menyuarakan penghentian genosida di Palestina.
Ibu empat anak itu memulai pelayarannya pada Selasa, 16 September 2025, dari Pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia, menggunakan Kapal Kaiser bersama aktivis dari Tunisia dan Aljarbaizan. Sebelum berangkat, ia bersama relawan dari berbagai negara sempat tertahan hampir dua minggu di Tunisia akibat kendala teknis dan dugaan sabotase, yang membuat sebagian aktivis akhirnya mengundurkan diri.
Baca Juga: Alasan Wanda Hamidah Nekat Berlayar ke Gaza: Saya Tidak Bisa Melihat Orang Palestina Dibunuh
(dra)
Lihat Juga :