Ahli Gizi: Makanan Rumahan Hanya Aman di Suhu Ruang Maksimal 4 Jam
Kamis, 25 September 2025 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Reisi menegaskan, membiarkan makanan di suhu ruang semalaman sangat berbahaya meskipun sudah dipanaskan kembali. Hal ini karena bakteri tertentu seperti Staphylococcus aureus mampu menghasilkan toksin tahan panas yang tidak hilang hanya dengan pemanasan.
Selain itu, ia mengimbau agar pemanasan ulang makanan tidak dilakukan berulang kali. Pemanasan yang tidak tepat justru dapat menurunkan kandungan gizi dan meningkatkan risiko kontaminasi.
Dari sisi penggunaan bumbu, Reisi menyebutkan bahwa rempah seperti kunyit, bawang, dan cabai memang memiliki senyawa antimikroba yang bisa sedikit memperpanjang masa simpan makanan. Namun, bahan pangan segar seperti daging dan sayuran tetap mudah rusak bila dibiarkan di suhu ruang.
Bagi pekerja yang terbiasa membawa bekal, ia menyarankan menu praktis yang lebih tahan lama, misalnya ayam goreng, tempe orek, ayam kecap, serta nasi dengan lauk kering. Ia menekankan pentingnya menyimpan sayur berkuah secara terpisah, menggunakan wadah kedap udara yang aman untuk makanan, atau cooling bag bila memungkinkan.
“Bekal sebaiknya terdiri atas karbohidrat, protein hewani maupun nabati, serta dilengkapi sayur dan buah. Komposisi gizi yang seimbang harus berasal dari beragam bahan pangan sesuai kebutuhan tubuh. Jangan lupa, pastikan wadah bersih dan aman agar kualitas gizi tetap terjaga hingga jam makan siang,” pungkasnya.
Selain itu, ia mengimbau agar pemanasan ulang makanan tidak dilakukan berulang kali. Pemanasan yang tidak tepat justru dapat menurunkan kandungan gizi dan meningkatkan risiko kontaminasi.
Dari sisi penggunaan bumbu, Reisi menyebutkan bahwa rempah seperti kunyit, bawang, dan cabai memang memiliki senyawa antimikroba yang bisa sedikit memperpanjang masa simpan makanan. Namun, bahan pangan segar seperti daging dan sayuran tetap mudah rusak bila dibiarkan di suhu ruang.
Bagi pekerja yang terbiasa membawa bekal, ia menyarankan menu praktis yang lebih tahan lama, misalnya ayam goreng, tempe orek, ayam kecap, serta nasi dengan lauk kering. Ia menekankan pentingnya menyimpan sayur berkuah secara terpisah, menggunakan wadah kedap udara yang aman untuk makanan, atau cooling bag bila memungkinkan.
“Bekal sebaiknya terdiri atas karbohidrat, protein hewani maupun nabati, serta dilengkapi sayur dan buah. Komposisi gizi yang seimbang harus berasal dari beragam bahan pangan sesuai kebutuhan tubuh. Jangan lupa, pastikan wadah bersih dan aman agar kualitas gizi tetap terjaga hingga jam makan siang,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :