Ahmad Assegaf Diduga Gelapkan Uang Perusahaan Tasya Farasya sejak 2021
Kamis, 25 September 2025 - 07:00 WIB
loading...
Ahmad Assegaf diduga telah melakukan penggelapan uang perusahaan istrinya, influencer Tasya Farasya sejak tahun 2021. Dugaan tersebut terkuak setelah sidang. Foto/Instagram Tasya Farasya
A
A
A
JAKARTA - Ahmad Assegaf diduga telah melakukan penggelapan uang perusahaan istrinya, influencer Tasya Farasya sejak tahun 2021. Dugaan tersebut terkuak setelah sidang perdana perceraian mereka digelar di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada Rabu, 24 September 2025.
Menurut kuasa hukum Tasya Farasya , Fattah Riphat, dugaan penggelapan dana yang dilakukan Ahmad Assegaf menjadi alasan utama kliennya mengajukan gugatan cerai pada 12 September 2025. Hal ini dianggap sebagai puncak kekecewaan setelah memberikan kepercayaan penuh kepada suaminya untuk mengelola keuangan pribadi maupun perusahaan.
"Salah satu menjadi dasar kami, ya terkait dugaan tersebut di perusahaan karena bu Tasya menjadikan mantan suaminya Chief Financial Officer di perusahaannya itu sejak tahun 2023," kata Fattah di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 24 September 2025.
![Ahmad Assegaf Diduga Gelapkan Uang Perusahaan Tasya Farasya sejak 2021]()
Foto/Instagram Ahmad Assegaf
Baca Juga: Tasya Farasya dan Ahmad Assegaf Hadiri Sidang Cerai Perdana, Tak Bertegur Sapa
Kuasa hukum Tasya lainnya, Sangun Ragahdo, menjelaskan bahwa keleluasaan untuk mengatur keuangan perusahaan sejatinya sudah diberikan sejak tahun 2021, sebelum akhirnya Ahmad diangkat secara resmi menjadi CFO (Chief Financial Officer) pada 2023.
"Cuma untuk keleluasaan dalam mengatur keuangan perusahaan itu telah diberikan oleh klien kami sejak tahun 2021. Lalu pada tahun 2023 dijadikan CFO ya, Chief Financial Officer," jelas Sangun.
"Namun demikian, ternyata dugaan masalah penggelapan itu telah terjadi dari tahun 2021 sejak kepercayaan itu telah diberikan," sambungnya.
Kekecewaan mendalam ini juga ditegaskan kembali oleh Fattah. Ia menilai persoalan terbesar dalam rumah tangga kliennya adalah pengkhianatan terhadap kepercayaan yang sudah diberikan sepenuhnya.
"Jadi intinya di situ. Di kepercayaan ini. Sakit hati yang luar biasa gitu. Ketika sudah punya suami sangat dipercaya baik keuangan pribadi, keuangan perusahaan dan lain-lain tiba-tiba harus menghadapi seperti ini," ujar Fattah.
Baca Juga: Terungkap Alasan Tasya Farasya Gugat Cerai Ahmad Assegaf, Sakit Hati soal Dugaan Penggelapan
Meski pernyataan ini sudah terungkap ke publik, Fattah menegaskan bahwa kasus ini masih berada dalam ranah dugaan. Bukti-bukti masih dikumpulkan dan akan dipelajari lebih lanjut untuk memperkuat gugatan.
"Tapi ingat ya, ini masih dugaan. Artinya bukti-bukti masih kami kumpulkan. Kami akan masih melihat sebenarnya ini arahnya ke mana sih gitu ya," ungkap Fattah.
"Telah ada data-datanya pada kami juga, telah kami pelajari semua adanya dugaan penggelapan dalam perusahaan untuk nominal cukup besar ya. Cukup fantastis juga," tambah Sangun.
Lebih jauh, Sangun menegaskan bahwa inti persoalan bukanlah pada jumlah kerugian yang dialami. Ibu dua anak tersebut merasa sangat terpukul karena kepercayaan yang sudah diberikan justru dikhianati.
"Bagi klien kami, bukan masalah angka. Mau nilainya miliaran rupiah, mau nilainya puluhan miliar rupiah, mau nilainya belasan juta rupiah atau Rp1 juta pun ini adalah rasa kekecewaan yang telah dirasakan oleh klien kami," tutur Sangun.
"Ibu Tasya atas kepercayaan telah diberikan namun dikhianati begitu saja. Sehingga gugatan ini kami ajukan," tutupnya.
Baca Juga: Tasya Farasya dan Ahmad Assegaf Sudah Cerai Secara Agama sebelum Sidang di PA Jaksel
Tasya Farasya secara resmi mendaftarkan gugatan cerainya melalui sistem e-court pada 12 September 2025 di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Meski pihak pengadilan tidak menjelaskan secara detail alasan perceraian tersebut, isu publik terus berkembang. Spekulasi pun muncul, mulai dari dugaan perselingkuhan hingga penggelapan dana yang menyeret nama Ahmad Assegaf.
Menurut kuasa hukum Tasya Farasya , Fattah Riphat, dugaan penggelapan dana yang dilakukan Ahmad Assegaf menjadi alasan utama kliennya mengajukan gugatan cerai pada 12 September 2025. Hal ini dianggap sebagai puncak kekecewaan setelah memberikan kepercayaan penuh kepada suaminya untuk mengelola keuangan pribadi maupun perusahaan.
"Salah satu menjadi dasar kami, ya terkait dugaan tersebut di perusahaan karena bu Tasya menjadikan mantan suaminya Chief Financial Officer di perusahaannya itu sejak tahun 2023," kata Fattah di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 24 September 2025.

Foto/Instagram Ahmad Assegaf
Baca Juga: Tasya Farasya dan Ahmad Assegaf Hadiri Sidang Cerai Perdana, Tak Bertegur Sapa
Penggelapan Diduga Terjadi sejak 2021
Kuasa hukum Tasya lainnya, Sangun Ragahdo, menjelaskan bahwa keleluasaan untuk mengatur keuangan perusahaan sejatinya sudah diberikan sejak tahun 2021, sebelum akhirnya Ahmad diangkat secara resmi menjadi CFO (Chief Financial Officer) pada 2023.
"Cuma untuk keleluasaan dalam mengatur keuangan perusahaan itu telah diberikan oleh klien kami sejak tahun 2021. Lalu pada tahun 2023 dijadikan CFO ya, Chief Financial Officer," jelas Sangun.
"Namun demikian, ternyata dugaan masalah penggelapan itu telah terjadi dari tahun 2021 sejak kepercayaan itu telah diberikan," sambungnya.
Kekecewaan mendalam ini juga ditegaskan kembali oleh Fattah. Ia menilai persoalan terbesar dalam rumah tangga kliennya adalah pengkhianatan terhadap kepercayaan yang sudah diberikan sepenuhnya.
"Jadi intinya di situ. Di kepercayaan ini. Sakit hati yang luar biasa gitu. Ketika sudah punya suami sangat dipercaya baik keuangan pribadi, keuangan perusahaan dan lain-lain tiba-tiba harus menghadapi seperti ini," ujar Fattah.
Baca Juga: Terungkap Alasan Tasya Farasya Gugat Cerai Ahmad Assegaf, Sakit Hati soal Dugaan Penggelapan
Masih Berstatus Dugaan dengan Bukti yang Dikumpulkan
Meski pernyataan ini sudah terungkap ke publik, Fattah menegaskan bahwa kasus ini masih berada dalam ranah dugaan. Bukti-bukti masih dikumpulkan dan akan dipelajari lebih lanjut untuk memperkuat gugatan.
"Tapi ingat ya, ini masih dugaan. Artinya bukti-bukti masih kami kumpulkan. Kami akan masih melihat sebenarnya ini arahnya ke mana sih gitu ya," ungkap Fattah.
"Telah ada data-datanya pada kami juga, telah kami pelajari semua adanya dugaan penggelapan dalam perusahaan untuk nominal cukup besar ya. Cukup fantastis juga," tambah Sangun.
Lebih jauh, Sangun menegaskan bahwa inti persoalan bukanlah pada jumlah kerugian yang dialami. Ibu dua anak tersebut merasa sangat terpukul karena kepercayaan yang sudah diberikan justru dikhianati.
"Bagi klien kami, bukan masalah angka. Mau nilainya miliaran rupiah, mau nilainya puluhan miliar rupiah, mau nilainya belasan juta rupiah atau Rp1 juta pun ini adalah rasa kekecewaan yang telah dirasakan oleh klien kami," tutur Sangun.
"Ibu Tasya atas kepercayaan telah diberikan namun dikhianati begitu saja. Sehingga gugatan ini kami ajukan," tutupnya.
Baca Juga: Tasya Farasya dan Ahmad Assegaf Sudah Cerai Secara Agama sebelum Sidang di PA Jaksel
Gugatan Cerai Tasya Farasya
Tasya Farasya secara resmi mendaftarkan gugatan cerainya melalui sistem e-court pada 12 September 2025 di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Meski pihak pengadilan tidak menjelaskan secara detail alasan perceraian tersebut, isu publik terus berkembang. Spekulasi pun muncul, mulai dari dugaan perselingkuhan hingga penggelapan dana yang menyeret nama Ahmad Assegaf.
(dra)
Lihat Juga :