Jennifer Lawrence Kecam Serangan Israel di Gaza: Tidak Bisa Diterima
Senin, 29 September 2025 - 08:05 WIB
loading...
Jennifer Lawrence kecam serangan Israel di Gaza. (Foto: Instagram @1jnnf)
A
A
A
JAKARTA - Aktris Jennifer Lawrence (35) angkat bicara mengenai konflik yang terus berlangsung di Palestina , di mana lebih dari 65.000 orang tewas dan 160.000 lainnya terluka akibat serangan Israel . Ia mengaku merasa “ketakutan”, terutama untuk anak-anak yang menjadi korban.
“Saya ketakutan dan ini sangat mengerikan. Apa yang terjadi tidak lain adalah sebuah genosida dan hal itu tidak bisa diterima. Saya takut untuk anak-anak saya, untuk semua anak-anak,”kata Jennifer dalam konferensi pers Festival Film San Sebastian, Spanyol, dikutip Female First, Senin (29/9/2025).
Menurut Deadline, moderator festival sempat berusaha menghentikan semua pertanyaan terkait politik. Namun, Jennifer tetap ditanya tentang serangan Israel di Gaza , dua tahun setelah serangan yang dipimpin Hamas menewaskan 1.200 orang di Israel pada 7 Oktober 2023.
Baca Juga: Akting Bareng Jennifer Lawrence, Robert Pattinson Nyaris Alami Gangguan Mental
Jennifer—yang hadir di festival untuk menerima penghargaan Donostia sekaligus menayangkan film barunya Die, My Love—juga ditanya soal pandangannya mengenai serangan terhadap kebebasan berbicara di Amerika Serikat.
“Kebebasan berbicara dan berekspresi sedang diserang. Dunia perfilman, penggunaan suara kita lewat karya seni, serta adanya festival seperti ini, di mana kita bisa saling belajar, melihat bahwa kita semua saling terhubung, penting untuk menumbuhkan empati dan kebebasan,” ucapnya.
Jennifer menambahkan, situasi yang sangat kompleks dan memalukan ini membuat hatinya hancur. Ia berharap bisa melakukan sesuatu, namun juga khawatir ucapannya justru dipelintir.
Baca Juga: Jennifer Lawrence Hamil Anak Pertama, Selamat!
“Ketakutan kami ketika terlalu banyak bicara atau menjawab terlalu jauh adalah bahwa kata-kata saya hanya akan dipakai untuk memperkeruh keadaan. Padahal, masalah ini sebenarnya ada di tangan para pejabat terpilih,” kata Jennifer.
“Saya ketakutan dan ini sangat mengerikan. Apa yang terjadi tidak lain adalah sebuah genosida dan hal itu tidak bisa diterima. Saya takut untuk anak-anak saya, untuk semua anak-anak,”kata Jennifer dalam konferensi pers Festival Film San Sebastian, Spanyol, dikutip Female First, Senin (29/9/2025).
Menurut Deadline, moderator festival sempat berusaha menghentikan semua pertanyaan terkait politik. Namun, Jennifer tetap ditanya tentang serangan Israel di Gaza , dua tahun setelah serangan yang dipimpin Hamas menewaskan 1.200 orang di Israel pada 7 Oktober 2023.
Baca Juga: Akting Bareng Jennifer Lawrence, Robert Pattinson Nyaris Alami Gangguan Mental
Jennifer—yang hadir di festival untuk menerima penghargaan Donostia sekaligus menayangkan film barunya Die, My Love—juga ditanya soal pandangannya mengenai serangan terhadap kebebasan berbicara di Amerika Serikat.
“Kebebasan berbicara dan berekspresi sedang diserang. Dunia perfilman, penggunaan suara kita lewat karya seni, serta adanya festival seperti ini, di mana kita bisa saling belajar, melihat bahwa kita semua saling terhubung, penting untuk menumbuhkan empati dan kebebasan,” ucapnya.
Jennifer menambahkan, situasi yang sangat kompleks dan memalukan ini membuat hatinya hancur. Ia berharap bisa melakukan sesuatu, namun juga khawatir ucapannya justru dipelintir.
Baca Juga: Jennifer Lawrence Hamil Anak Pertama, Selamat!
“Ketakutan kami ketika terlalu banyak bicara atau menjawab terlalu jauh adalah bahwa kata-kata saya hanya akan dipakai untuk memperkeruh keadaan. Padahal, masalah ini sebenarnya ada di tangan para pejabat terpilih,” kata Jennifer.
(tty)
Lihat Juga :