Viral Mahasiswa China Makan Makanan Kucing Demi Hidup Irit, Ini Bahayanya bagi Tubuh

Jum'at, 03 Oktober 2025 - 18:58 WIB
loading...
Viral Mahasiswa China...
Mahasiswa PhD asal China viral karena memilih makan makanan hewan peliharaan (kucing) yang dicampur kacang tanah. Foto/Isra Triansyah.
A A A
JAKARTA - Seorang mahasiswa PhD asal China yang menempuh pendidikan di Swiss membuat heboh. Pasalnya ia memilih makan makanan hewan peliharaan (kucing) yang dicampur kacang tanah.

Ia mengklaim dirinya "orang Tiongkok paling hemat di Swiss". Mahasiswa tersebut memenuhi kebutuhan proteinnya dengan memakan makanan kucing .

Baca juga: 5 Kesalahan Umum dalam Memberikan Makanan pada Kucing

Alasannya memilih makan makanan kucing karena harus bertahan hidup dengan jatah makanan yang sangat sedikit. Ia menghemat agar dapat membiayai program doktoralnya.

Bahkan pada beberapa kesempatan, mahasiswa tersebut mendonorkan darah untuk mendapatkan makanan gratis.

“Di Swiss, seorang mahasiswa PhD biasanya membutuhkan antara 1.000 dan 1.500 Franc Swiss (US$1.300 dan US$2.000) per bulan.” tulisnya.

Baca juga: 19 Kucing Liar di Istana Kepresidenan Meksiko Dapat Perawatan dan Makanan Gratis Seumur Hidup

"Saya telah melihat banyak mahasiswa yang membiayai sendiri kuliahnya, putus kuliah di tahun ketiga hanya karena tidak mampu membayar biaya kuliah dan biaya hidup. Itu sesuatu yang sama sekali tidak bisa saya terima," ujarnya.

"Sebelum datang ke Swiss, saya sudah bertekad untuk hidup hemat. Mahasiswa internasional tidak diizinkan bekerja secara legal di sini, jadi saya harus menabung sebisa mungkin," ujar mahasiswa tersebut kepada Meiri Renwu.

Baca juga: 6 Jenis Makanan Kucing Berkualitas, Anabul Sehat dan Kuat

Makanan kucing umumnya mengandung bahan-bahan berprotein, namun apakah makanan kucing atau hewan peliharaan aman dikonsumsi manusia?

Menurut jurnal National Center for Biotechnology Information (NCBI), makanan mentah untuk hewan peliharaan meruapakan sumber potensial dari organisme Salmonella.

Dilansir dari Michu Australia, meskipun memakan makanan kucing tidak membahayakan, namun konsumsi makanan tersebut tidak dianjurkan. Karena terdapat perbedaan nutrisi, standar keamanan, dan metabolisme.

Baca juga: Uya Kuya Lega Sherina Munaf Kembalikan 5 Kucing Miliknya

Jika manusia mengonsumsi makanan kucing, efek langsungnya mungkin tidak parah. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Makanan kucing diformulasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kucing. Di mana nutrisi tersebut tidak memenuhi nutrisi yang dibutuhkan untuk kesehatan manusia.



Kekhawatiran lainnya adalah makanan kucing bisa lebih sulit dicerna manusia. Bahan-bahan tertentu yang aman untuk kucing bisa jadi sebagian ataupun seluruhnya tidak dapat dicerna manusia.

Hal itulah yang nantinya dapat menyebabkan ketidaknyamanan ataupun masalah pencernaan.

Makanan kucing kaya akan protein dan lemak yang dirancang untuk hewan karnivora. Dua kandungan tersebut dapat membebani sistem pencernaan manusia yang menyebabkan ketidaknyamanan hingga masalah kesehatan.

Selain itu ada beberapa masalah kesehatan khusus yang berpotensi dialami manusia jika mengonsumsi makanan kucing, di antaranya:

1. Kerusakan Ginjal dan Gagal Ginjal


Makanan kucing yang proteinnya tinggi dapat membebani ginjal manusia. Seiring waktu, hal ini dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal atau bahkan gagal ginjal.

2. Kerusakan Tulang


Makanan kucing mengandung fosfor tingkat tinggi untuk mendukung kesehatan tulang kucing. Namun pada manusia, fosfor yang berlebihan dapat mengakibatkan penumpukan kalsium hingga melemahnya tulang.

3. Kerusakan Hati


Makanan kucing dapat terkontaminasi zat beracun aflatoksin. Racun ini bisa mengakibatkan kerusakan hati yang menyebabkan gejala seperti penyakit kuning, sakit perut, atau kanker hati.

(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
Terharu, Abew Jadi Kucing...
Terharu, Abew Jadi Kucing Ternyata Karena Rindu!
Pelihara Kucing Jadi...
Pelihara Kucing Jadi Sumber Penyakit, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasan Dokter
Berbagi Berkah Lewat...
Berbagi Berkah Lewat Pengetahuan Ilmiah dan Makanan Gratis untuk Kucing selama Ramadan
Liburan Bebas Visa ke...
Liburan Bebas Visa ke Hainan, China untuk Pengalaman yang Memorable
Viral! Wanita di China...
Viral! Wanita di China Ini Kumpulkan Sisa Makanan Pernikahan untuk Ratusan Kucing Liar
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Rekomendasi
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Berita Terkini
Denny Sumargo Klarifikasi...
Denny Sumargo Klarifikasi Rumor Selingkuh, Tegaskan Momen di CCTV Hanya Syuting
Kehadiran Meghan Markle...
Kehadiran Meghan Markle Jadi Penentu Rekonsiliasi Pangeran Harry dan Raja Charles
5 Drama Korea yang Wajib...
5 Drama Korea yang Wajib Ditonton jika Kamu Suka
Sering Lelah dan Mudah...
Sering Lelah dan Mudah Ngantuk Meski Tidur Cukup? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Mengintip Kunci Sukses...
Mengintip Kunci Sukses Anas Fikry dan Risky Adelia Regina Putri: Padukan Kehangatan Keluarga dan Aksi Sosial
Rahasia di Balik Kesuksesan...
Rahasia di Balik Kesuksesan Pembukaan Hotel, Ternyata Bukan Saat Gunting Pita
Infografis
Cegah Anemia, Ini 3...
Cegah Anemia, Ini 3 Waktu Terbaik Makan Daging bagi Wanita
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved