Musik Indonesia Siap Mendunia, KMI 2025 Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Industri Kreatif
Kamis, 09 Oktober 2025 - 21:24 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Heboh! Jisoo BLACKPINK Dikabarkan Bakal Duet Bareng Zayn Malik
“Kementerian Kebudayaan terus memperkuat ekosistem musik. Banyak program yang digawangi seperti Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI), AMI, Panggung Maestro, LOKOVASIA, Keroncong Svaranusa, dan yang sedang kita lakukan saat ini yakni Konferensi Musik Indonesia,” tuturnya.
Melanjutkan semangat dari panggung lokal ke dunia global, Managing Director YouTube Music Asia Pasifik, Paul Smith, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Konferensi Musik Indonesia.
Ia menyoroti keterhubungan erat antara musik dan Indonesia yang tidak dapat dipisahkan, serta potensi besar musisi Indonesia di kancah global.
“Jika kita berbicara tentang musik, kita harus berbicara tentang Indonesia, dengan 135 juta populasi Indonesia aktif di platform kami (YouTube),” katanya.
Paul Smith memaparkan berbagai praktik baik YouTube dalam mempublikasikan karya seniman tanah air. YouTube berkomitmen mendorong ekosistem musik melalui pemberdayaan industri, optimalisasi monetisasi, dan dukungan terhadap ajang penghargaan nasional seperti Anugerah Musik Indonesia (AMI).
“Mari kita membangun masa depan musik bersama,” tutupnya.
Sementara itu, Managing Director Spotify untuk Asia Tenggara, Gustav Bac, mengungkapkan peluang musisi Indonesia untuk menjangkau audiens yang lebih luas, bahkan global, melalui platform Spotify.
“Platform digital untuk streaming lagu ini berpotensi membuka peluang bagi para musisi, membentuk kesempatan yang lebih luas bagi musisi Indonesia untuk menemukan audiens baru,” ujarnya.
Spotify juga memperkuat perannya dalam melindungi karya seniman dengan kebijakan yang lebih jelas, filter spam, serta menjaga transparansi dan integritas kreatif di tengah penggunaan kecerdasan buatan (AI).
Meskipun AI digunakan sebagai alat bantu, hasil akhir karya tetap berada di bawah kendali para kreator.
Dalam sesi panel yang dipandu Ralvi Nasution, sejumlah isu strategis dibahas, termasuk penguatan ekosistem musik digital di Indonesia.
“Kementerian Kebudayaan terus memperkuat ekosistem musik. Banyak program yang digawangi seperti Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI), AMI, Panggung Maestro, LOKOVASIA, Keroncong Svaranusa, dan yang sedang kita lakukan saat ini yakni Konferensi Musik Indonesia,” tuturnya.
Kolaborasi Global dari Platform Digital
Melanjutkan semangat dari panggung lokal ke dunia global, Managing Director YouTube Music Asia Pasifik, Paul Smith, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Konferensi Musik Indonesia.
Ia menyoroti keterhubungan erat antara musik dan Indonesia yang tidak dapat dipisahkan, serta potensi besar musisi Indonesia di kancah global.
“Jika kita berbicara tentang musik, kita harus berbicara tentang Indonesia, dengan 135 juta populasi Indonesia aktif di platform kami (YouTube),” katanya.
Paul Smith memaparkan berbagai praktik baik YouTube dalam mempublikasikan karya seniman tanah air. YouTube berkomitmen mendorong ekosistem musik melalui pemberdayaan industri, optimalisasi monetisasi, dan dukungan terhadap ajang penghargaan nasional seperti Anugerah Musik Indonesia (AMI).
“Mari kita membangun masa depan musik bersama,” tutupnya.
Sementara itu, Managing Director Spotify untuk Asia Tenggara, Gustav Bac, mengungkapkan peluang musisi Indonesia untuk menjangkau audiens yang lebih luas, bahkan global, melalui platform Spotify.
“Platform digital untuk streaming lagu ini berpotensi membuka peluang bagi para musisi, membentuk kesempatan yang lebih luas bagi musisi Indonesia untuk menemukan audiens baru,” ujarnya.
Spotify juga memperkuat perannya dalam melindungi karya seniman dengan kebijakan yang lebih jelas, filter spam, serta menjaga transparansi dan integritas kreatif di tengah penggunaan kecerdasan buatan (AI).
Meskipun AI digunakan sebagai alat bantu, hasil akhir karya tetap berada di bawah kendali para kreator.
Tantangan dan Peluang Ekosistem Musik Digital
Dalam sesi panel yang dipandu Ralvi Nasution, sejumlah isu strategis dibahas, termasuk penguatan ekosistem musik digital di Indonesia.
Lihat Juga :